Rabu, 11 Desember 2019
POLRES TASIK MEMBERIKAN PENGHORMATAN ATLIT PERAEH EMAS
Kapolres Tasik Cegat Atlet Peraih Emas SEA Games yang Pulang Naik Angkot
Rabu, 10 Desember 2019
Jakarta - Muhammad Taufik (30), atlet triathlon dan modern pentathlon, telah kembali ke kampung halamannya di Cimanggu, Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (9/12/2019).
Taufik diketahui baru saja bertanding di kejuaraan SEA Games 2019 Filipina dan berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia. Yang disayangkan, sekembalinya ke tanah air, tidak ada sambutan meriah yang didapat Taufik. Pria asal Tasik itu harus kembali ke rumahnya dengan menaiki angkutan umum.
Kabar kepulangan Muhammad Taufik itu sampai ke telinga Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra. Kapolres pun memerintahkan anggotanya untuk menjemput atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya itu.
Demi menyambut atlet peraih dua medali ini, AKBP Doni menyulap kantornya dengan tampilan menarik. Layaknya acara syukuran, Kapolres menyiapkan berbagai sajian makanan disajikan di meja panjang berukuran besar. Ada aneka olahan daging ayam, daging sapi, ikan hingga sayur mayur.
AKBP Doni mengatakan, awalnya dia tidak tahu kalau Taufik akan kembali ke Tasik dengan angkutan umum. Dia hanya mendapat kabar kalau atlet kelahiran Tasikmalaya itu bakal kembali Senin kemarin.
"Kapolsek bilang mau menjemput Taufik. Saya tanya di mana jemputnya. AKBP Doni bilang nanti turun di depan Polres,” kata AKBP Doni saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).
AKBP Doni, yang mengetahui Taufik kembali dengan angkota umum dari Kota Bandung terkejut. Dia pun mengaku langsung memerintahkan jajarannya untuk mencari angkutan umum yang ditumpangi Taufik, dan meminta agar dia dipindahkan ke mobil polisi. Singkat cerita, mobil Elf yang ditumpangi Taufik pun akhirnya ditemukan di kawasan Cilawu, Garut.
"Saya panggil Anggota lantas, kamu jemput nanti pindahin ke mobil lantas, jangan turun di depan kantor pakai mobil elf,” ucap diaAKBP Doni.
AKBP Doni mengatakan, penyambutan ini semata-mata bagian dari apresasi yang diberikan institusi kepolisian kepada seorang pemuda Tasikmalaya karena mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Paling tidak kita sambut di polres ajak ngobrol, ajak makan malam untuk memberikan apresiasi kepada dia. Kami bangga dia dapat dua mendali. Satu emas dan satu lagi perungggu kan,” ucap Kapolres.
AKBP Doni berpesan kepada Muhammad Taufik agar tidak merasa puas. "Masih banyak prestasi yang bisa diraih untuk mengharumkan negara, bangsa dan bisa mengangkat harkat martabat keluarga," ucap AKBP Doni.
OKNUM JAWARA JAKARTA YG PERSEKUSI BANSER MENJUAL AYAT DAN MAYAT UNTUK KUDETA
Dipersekusi di Jalan, Banser Jaksel Selesaikan Kasus Ini secara Hukum Rabu 11 Desember
Banser Jakarta Selatan melaporkan tindakan persekusi oleh orang tidak dikenal terhadap dua anggota Banser ke pihak aparat kepolisian. Banser Jakarta Selatan meminta pihak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
Banser Jakarta Selatan bergerak cepat setelah beredar video yang menayangkan seseorang tidak dikenal yang menghadang dua anggota Banser yang sedang mengendarai sepeda motornya.
Pelaku menghardik dan meminta korban menunjukkan kartu identitas penduduk untuk mengetahui agama korban. Pelaku juga meminta korban untuk bertakbir sebagai bentuk identitas keislaman yang diyakininya.
Pelaku juga mengeluarkan kata-kata kasar dengan menyebut korban sebagai binatang. Pelaku juga membawa-bawa identitas etnis dan jawara Betawi untuk menunjukkan superioritasnya di depan korban. Ia mengancam korban.
“Mony**, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi. Lu mau ngapain? Lu takbir dulu ama gua. Lu Islam bukan? Ya udah takbir. Buat apa lu? Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir. Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. An**** lu,” hardik pelaku dalam video berdurasi 1.02 menit.
Tindakan persekusi terhadap Banser ini terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban belakangan diketahui berasal Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser pada salah satu kecamatan di Depok.
Tindakan persekusi ini cukup disesalkan. “Ini sudah palanggaran. Kenapa membawa-bawa unsur SARA? H Bendot (tokoh masyarakat Betawi) juga menyayangkan penyebutan etnis Betawi dalam kasus ini. Ketua PC GP Ansor Jaksel, Sekcab GP Ansor Jaksel, Kasatkorcab Banser Jaksel, Ketua PC GP Ansor Depok, dan korban masih di Polres Jaksel. Sekjen PP GP Ansor Gus Adung juga bilang untuk usut tuntas. Ini kasus menasional,” kata Ketua PR GP Ansor Pondok Pinang Abdurrahman.
Diketahui belakangan, korban adalah anggota Banser Kota Depok, Jawa Barat. Korban menahan diri dan hanya menyangkal singkat permintaan pelaku untuk bertakbir. Penyangkalan korban sempat membuat panik dan gugup pelaku perihal takbir sebagai identitas keislaman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah memburu pelaku. Sedangkan GP Ansor dan Banser Kebayoran Lama masih berjaga di TKP.
“Pelaku masih dalam pengejaran aparat. Kita diminta untuk membantu informasi keberadaan pelaku,” kata Kasatkoryon Banser PAC GP Ansor Kebayoran Lama Abdul Halim. Pewarta: Alhafiz Kurniawan Editor: Abdullah Alawi
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/114397/dipersekusi-di-jalan--banser-jaksel-selesaikan-kasus-ini-secara-hukum
Banser Jakarta Selatan melaporkan tindakan persekusi oleh orang tidak dikenal terhadap dua anggota Banser ke pihak aparat kepolisian. Banser Jakarta Selatan meminta pihak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
Banser Jakarta Selatan bergerak cepat setelah beredar video yang menayangkan seseorang tidak dikenal yang menghadang dua anggota Banser yang sedang mengendarai sepeda motornya.
Pelaku menghardik dan meminta korban menunjukkan kartu identitas penduduk untuk mengetahui agama korban. Pelaku juga meminta korban untuk bertakbir sebagai bentuk identitas keislaman yang diyakininya.
Pelaku juga mengeluarkan kata-kata kasar dengan menyebut korban sebagai binatang. Pelaku juga membawa-bawa identitas etnis dan jawara Betawi untuk menunjukkan superioritasnya di depan korban. Ia mengancam korban.
“Mony**, mana KTP lu? Gua mau lihat, lihat. Mana sini? Ngapain di Jakarta, tanah gua Betawi. Lu mau ngapain? Lu takbir dulu ama gua. Lu Islam bukan? Ya udah takbir. Buat apa lu? Kafir dong lu? Ntar dulu. Lu takbir dulu kalau Muslim. Orang Islam itu harus takbir. Lu nggak usah ngajarin gua. Ntar dulu. Lu nggak bisa pulang, enak aja. An**** lu,” hardik pelaku dalam video berdurasi 1.02 menit.
Tindakan persekusi terhadap Banser ini terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban belakangan diketahui berasal Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser pada salah satu kecamatan di Depok.
Tindakan persekusi ini cukup disesalkan. “Ini sudah palanggaran. Kenapa membawa-bawa unsur SARA? H Bendot (tokoh masyarakat Betawi) juga menyayangkan penyebutan etnis Betawi dalam kasus ini. Ketua PC GP Ansor Jaksel, Sekcab GP Ansor Jaksel, Kasatkorcab Banser Jaksel, Ketua PC GP Ansor Depok, dan korban masih di Polres Jaksel. Sekjen PP GP Ansor Gus Adung juga bilang untuk usut tuntas. Ini kasus menasional,” kata Ketua PR GP Ansor Pondok Pinang Abdurrahman.
Diketahui belakangan, korban adalah anggota Banser Kota Depok, Jawa Barat. Korban menahan diri dan hanya menyangkal singkat permintaan pelaku untuk bertakbir. Penyangkalan korban sempat membuat panik dan gugup pelaku perihal takbir sebagai identitas keislaman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah memburu pelaku. Sedangkan GP Ansor dan Banser Kebayoran Lama masih berjaga di TKP.
“Pelaku masih dalam pengejaran aparat. Kita diminta untuk membantu informasi keberadaan pelaku,” kata Kasatkoryon Banser PAC GP Ansor Kebayoran Lama Abdul Halim. Pewarta: Alhafiz Kurniawan Editor: Abdullah Alawi
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/114397/dipersekusi-di-jalan--banser-jaksel-selesaikan-kasus-ini-secara-hukum
Selasa, 10 Desember 2019
PERAMPOK YANG CERDAS
PERAMPOK CERDAS
Perampok berteriak kepada semua orang di bank :
” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”
Semua orang di bank kemudian tiarap.
Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.
Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”
Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.
Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.
Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”
Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.
Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”
Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.
Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”
Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.
Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”
Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.
Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.
Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.
Selamat mencermati kisah diatas. Meski mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...
Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?
Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.
Sumber : NN
Perampok berteriak kepada semua orang di bank :
” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”
Semua orang di bank kemudian tiarap.
Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.
Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”
Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.
Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.
Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”
Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.
Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”
Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.
Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”
Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.
Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”
Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.
Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.
Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.
Selamat mencermati kisah diatas. Meski mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...
Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?
Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.
Sumber : NN
Sabtu, 07 Desember 2019
SKANDAL A DAN R
Jokowi Akan Bersikap Tegas Menghadapi Skandal Ari dan Rini
Beredarnya rekaman antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir adalah sebuBeredarnya rekaman antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir adalah sebuah skandal besar yang menggambarkan bagaimana PLN dan Pertamina dibawah permainan proyek proyek keluarga Soemarno, walaupun kemudian anak buah Rini di BUMN mati matian melakukan klarifikasi bahwa itu adalah pembagian saham antara Pertamina dan PLN, dalam klarifikasi tersebut juga ada yang janggal, yaitu : "Harus ada pembagian saham yang signifikan di proyek tersebut", angka yang disebut hanya 15%, dibagi dua 7,5%. Bagi pemain pemain proyek, sudah jamak angka itu adalah Komisi Fee bagi regulator, sebagai "uang jago".
Cobalah jangan membohongi publik, kasihan Presiden Jokowi yang sudah pontang panting kerja keras malah dikerjain soal soal begini. Dan pembangunan ini juga ditolak oleh Elia Massa Manik karena Elia menilai proyek ini adalah permainan makelar proyek yang memanfaatkan Pertamina.
Elia Massa Manik, adalah Dirut Pertamina yang dipilih sendiri oleh Presiden RI lalu dicopot Rini tanpa sepengetahuan Presiden, kemudian disalah-salahkan soal tumpahan minyak di Balikpapan, kemudian hal ini ditarik kembali, karena Polisi sudah melihat soal tumpahan minyak itu adalah pihak ketiga, bukan kesalahan Pertamina.
Kemudian dimainkan lagi isu Premium, padahal itu hanyalah persoalan pasar, ketika harga Pertalite naik, jelas konsumen memburu Premium, sifat kesalahan ini mengada-ada, seperti pemecatan Dwi Soetjipto dimana Ahmad Bambang ditempatkan untuk dijadikan alasan ribut ribut Pertamina. Yang jelas Dwi Soetjipto dan Elia Massa Manik berusaha untuk membersihkan Pertamina tapi selalu diganggu oleh kepentingan Ari dan Rini di Pertamina.
Rekaman ini sudah beredar di banyak kalangan, baik di lingkungan Istana, di kalangan CEO-CEO BUMN, sampai beredar di kalangan banyak pemerhati perkembangan politik di Indonesia. Dalam rilis dari Kementerian BUMN tidak disebut sebut adanya Ari yang diucapkan Sofyan Basir, padahal inti dari rekaman tersebut adalah ucapan "Pak Ari".
RS : ya..ya..ya.. yang penting gini pak, udahlah pak sebaiknya yang harus ambil ini dua, Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, begitu
SB ; Betul.. dikasih kecil saya bertahan bu, kan beliaunya ngotot
RS : sama PLN..
SB : PLN.. waktu itukan saya ketemu pak Arijuga bu ..pak Ari, saya bilang pak Ari, mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah pak Ari
RS : saya kan terserah bapak-bapak lah, saya kan konsepnya sama, sama pak Sofyan
SB : betul..
RS : Jadi masalah-masalah off-take.. kalau tidak dapat off-take dari sana juga tidak dapat pendanaan, gitu loh..itu aja
SB : ya gak apa juga bu, Cuma 15% berdua ya gak nett lah pak, saya bilang, jangan segitulah pak, kan malu saya sebagai dirut PLN cuman dapat 7,5%, ..saya bilang begitu.
(Sumber Transkrip : Rekaman Telepon Rini Soemarno dan Sofyan Basir)
Rekaman ini sebenarnya sudah menjadi pintu pembuka bagi permasalahan BUMN bahwa sumber permasalahan BUMN ada di keluarga Soemarno, dimana dua kakak Rini Soemarno yaitu : Ari Soemarno dan Ongky Soemarno menjadi Godfather atas proyek proyek di banyak BUMN.
Jelas ini harus dibuka di depan publik, berapa banyak proyek Ari Soemarno di sektor Migas, juga betapa berpengaruhnya Ongky Soemarno melakukan proses Assesment Dirut-Dirut BUMN, yang pada akhirnya semua BUMN bukan lagi bekerja untuk negara, tapi bekerja untuk keluarga Soemarno. Kalaupun pihak Kementerian BUMN membuka soal rekaman ini lengkap, maka semakin jelas bahwa keluarga Soemarno bermain, dan semakin banyak lembaga lembaga masyarakat non pemerintah melakukan investigasi adanya permainan BUMN yang dikuasai keluarga Soemarno.
Jejaring kekuatan Rini ada di dua hal. Di bidang keuangan ada Dirut BNI Achmad Baiquni di sektor ini Rini menguasai sekali jejaringnya untuk manajemen kepentingan pribadi di seluruh lingkungan Perbankan, di Politik ada "Teman Tapi Mesra"-nya Widjono Harjanto atau lebih dikenal nama "Onny" yang merupakan kader Partai Gerindra.
Untuk akses ke Prabowo sendiri sebenarnya bukan kepentingan politik saja, tapi ada hal-hal pribadi. Hubungan Onny dan Rini sudah jadi cerita lama yang berkembang di kalangan elite-elite. Sementara di kelompok Jokowi, Rini memegang kendali "Jaringan Solo" mereka ini adalah bawaan Jokowi dari Solo yang kemudian merapat ke Rini Soemarno.
Jokowi sendiri tampaknya masih diam melihat jaringan jaringan Rini berkembang dimana-mana, satu yang dipunyai Jokowi adalah ketulusan membangun bangsanya. Perkara anak buahnya yang nakal, ia akan mendiamkan dan memperhatikan bagaimana anak anak buahnya ini akan memperlihatkan sendiri kenakalannya di muka publik lalu menggali lubang kuburnya sendiri. Inilah gaya politik Jokowi yang sangat khas dengan budaya Solo, dimana seseorang akan dibiarkan menggambarkan dirinya dengan kelakuannya “becik ketitik olo ketoro”.
Sementara dengan pemecatan Dwi Soetjipto dan Elia Massa Manik serta banyak CEO-CEO BUMN yang diintimidasi oleh Rini akan tergerak hatinya, bahwa mereka bekerja untuk Perusahaan Negara bukan Perusahaan Keluarga Soemarno. Penyebutan rekaman soal "Pak Ari" dan "Kakak Yang Satu Lagi" (maksudnya Ongki Soemarno) menunjukkan bagaimana berkuasanya keluarga Soemarno di BUMN-BUMN, dan ini jelas menyalahi perintah Presiden Jokowi
Bahwa BUMN harus dikembangkan profesional dan bukan maenan proyek "orang dalam", bahkan Presiden menunjukkan bagaimana dua anak lelakinya Gibran dan Kaesang berbisnis tanpa melibatkan pengaruh kekuasaan, sementara Rini Soemarno menyelewengkan Perintah Presiden dengan menggunakan nepotisme yang amat kental dalam proyek proyek BUMN dengan melibatkan keluarganya, apapun sanggahan dari kasus rekaman ini sudah menunjukkan, seorang Dirut PLN merasa ketakutan untuk berbagi jatah dengan Ari Soemarno yang juga kakak dari Rini Soemarno.
Disitu juga Rini tergambarkan berusaha menjadi penengah, padahal semuanya ini sandiwara Rini di depan banyak Dirut Dirut BUMN soal Kakaknya itu.
Kebocoran rekaman itu akan membuka banyak hal-hal lain soal permainan proyek Rini Soemarno lainnya di BUMN-BUMN, juga akan mendorong keberanian para Dirut-Dirut BUMN yang selama ini dibawah intimidasi Rini Soemarno untuk menekan kepentingan bisnis keluarganya di perusahaan yang mereka kelola, rekaman ini sudah diakui benar adanya, tinggal bagaimana menginvestigasi rekaman ini karena ini soal kepentingan negara.
Presiden tentu juga senang adanya pengawasan dari masyarakat, dari netizen untuk membongkar kejahatan kejahatan yang merugikan nama Presiden dan juga nama BUMN. Indonesia tidak didirikan untuk satu dua orang, Indonesia ini punya jutaan rakyat, bisakah Rini bertanggung jawab terhadap jutaan rakyat itu.
Demi kepentingan masa depan Pertamina dan perbaikan perbaikan manajemen Pertamina yang bersih dari lingkungan Nepotisme dan Korupsi proyek, ada baiknya juga Dwi Soetjipto bicara, Elia Massa Manik bicara, jangan mau kalian berdua jadi korban atas ambisi keluarga ini, setelah kerja keras kalian siang malam membangun Pertamina kemudian ditendang hanya karena tidak mau melayani kepentingan pribadi Ari dan Rini.
Karena BUMN Untuk Negeri, Bukan Untuk Rini...
Copas
Beredarnya rekaman antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir adalah sebuBeredarnya rekaman antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir adalah sebuah skandal besar yang menggambarkan bagaimana PLN dan Pertamina dibawah permainan proyek proyek keluarga Soemarno, walaupun kemudian anak buah Rini di BUMN mati matian melakukan klarifikasi bahwa itu adalah pembagian saham antara Pertamina dan PLN, dalam klarifikasi tersebut juga ada yang janggal, yaitu : "Harus ada pembagian saham yang signifikan di proyek tersebut", angka yang disebut hanya 15%, dibagi dua 7,5%. Bagi pemain pemain proyek, sudah jamak angka itu adalah Komisi Fee bagi regulator, sebagai "uang jago".
Cobalah jangan membohongi publik, kasihan Presiden Jokowi yang sudah pontang panting kerja keras malah dikerjain soal soal begini. Dan pembangunan ini juga ditolak oleh Elia Massa Manik karena Elia menilai proyek ini adalah permainan makelar proyek yang memanfaatkan Pertamina.
Elia Massa Manik, adalah Dirut Pertamina yang dipilih sendiri oleh Presiden RI lalu dicopot Rini tanpa sepengetahuan Presiden, kemudian disalah-salahkan soal tumpahan minyak di Balikpapan, kemudian hal ini ditarik kembali, karena Polisi sudah melihat soal tumpahan minyak itu adalah pihak ketiga, bukan kesalahan Pertamina.
Kemudian dimainkan lagi isu Premium, padahal itu hanyalah persoalan pasar, ketika harga Pertalite naik, jelas konsumen memburu Premium, sifat kesalahan ini mengada-ada, seperti pemecatan Dwi Soetjipto dimana Ahmad Bambang ditempatkan untuk dijadikan alasan ribut ribut Pertamina. Yang jelas Dwi Soetjipto dan Elia Massa Manik berusaha untuk membersihkan Pertamina tapi selalu diganggu oleh kepentingan Ari dan Rini di Pertamina.
Rekaman ini sudah beredar di banyak kalangan, baik di lingkungan Istana, di kalangan CEO-CEO BUMN, sampai beredar di kalangan banyak pemerhati perkembangan politik di Indonesia. Dalam rilis dari Kementerian BUMN tidak disebut sebut adanya Ari yang diucapkan Sofyan Basir, padahal inti dari rekaman tersebut adalah ucapan "Pak Ari".
RS : ya..ya..ya.. yang penting gini pak, udahlah pak sebaiknya yang harus ambil ini dua, Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, begitu
SB ; Betul.. dikasih kecil saya bertahan bu, kan beliaunya ngotot
RS : sama PLN..
SB : PLN.. waktu itukan saya ketemu pak Arijuga bu ..pak Ari, saya bilang pak Ari, mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah pak Ari
RS : saya kan terserah bapak-bapak lah, saya kan konsepnya sama, sama pak Sofyan
SB : betul..
RS : Jadi masalah-masalah off-take.. kalau tidak dapat off-take dari sana juga tidak dapat pendanaan, gitu loh..itu aja
SB : ya gak apa juga bu, Cuma 15% berdua ya gak nett lah pak, saya bilang, jangan segitulah pak, kan malu saya sebagai dirut PLN cuman dapat 7,5%, ..saya bilang begitu.
(Sumber Transkrip : Rekaman Telepon Rini Soemarno dan Sofyan Basir)
Rekaman ini sebenarnya sudah menjadi pintu pembuka bagi permasalahan BUMN bahwa sumber permasalahan BUMN ada di keluarga Soemarno, dimana dua kakak Rini Soemarno yaitu : Ari Soemarno dan Ongky Soemarno menjadi Godfather atas proyek proyek di banyak BUMN.
Jelas ini harus dibuka di depan publik, berapa banyak proyek Ari Soemarno di sektor Migas, juga betapa berpengaruhnya Ongky Soemarno melakukan proses Assesment Dirut-Dirut BUMN, yang pada akhirnya semua BUMN bukan lagi bekerja untuk negara, tapi bekerja untuk keluarga Soemarno. Kalaupun pihak Kementerian BUMN membuka soal rekaman ini lengkap, maka semakin jelas bahwa keluarga Soemarno bermain, dan semakin banyak lembaga lembaga masyarakat non pemerintah melakukan investigasi adanya permainan BUMN yang dikuasai keluarga Soemarno.
Jejaring kekuatan Rini ada di dua hal. Di bidang keuangan ada Dirut BNI Achmad Baiquni di sektor ini Rini menguasai sekali jejaringnya untuk manajemen kepentingan pribadi di seluruh lingkungan Perbankan, di Politik ada "Teman Tapi Mesra"-nya Widjono Harjanto atau lebih dikenal nama "Onny" yang merupakan kader Partai Gerindra.
Untuk akses ke Prabowo sendiri sebenarnya bukan kepentingan politik saja, tapi ada hal-hal pribadi. Hubungan Onny dan Rini sudah jadi cerita lama yang berkembang di kalangan elite-elite. Sementara di kelompok Jokowi, Rini memegang kendali "Jaringan Solo" mereka ini adalah bawaan Jokowi dari Solo yang kemudian merapat ke Rini Soemarno.
Jokowi sendiri tampaknya masih diam melihat jaringan jaringan Rini berkembang dimana-mana, satu yang dipunyai Jokowi adalah ketulusan membangun bangsanya. Perkara anak buahnya yang nakal, ia akan mendiamkan dan memperhatikan bagaimana anak anak buahnya ini akan memperlihatkan sendiri kenakalannya di muka publik lalu menggali lubang kuburnya sendiri. Inilah gaya politik Jokowi yang sangat khas dengan budaya Solo, dimana seseorang akan dibiarkan menggambarkan dirinya dengan kelakuannya “becik ketitik olo ketoro”.
Sementara dengan pemecatan Dwi Soetjipto dan Elia Massa Manik serta banyak CEO-CEO BUMN yang diintimidasi oleh Rini akan tergerak hatinya, bahwa mereka bekerja untuk Perusahaan Negara bukan Perusahaan Keluarga Soemarno. Penyebutan rekaman soal "Pak Ari" dan "Kakak Yang Satu Lagi" (maksudnya Ongki Soemarno) menunjukkan bagaimana berkuasanya keluarga Soemarno di BUMN-BUMN, dan ini jelas menyalahi perintah Presiden Jokowi
Bahwa BUMN harus dikembangkan profesional dan bukan maenan proyek "orang dalam", bahkan Presiden menunjukkan bagaimana dua anak lelakinya Gibran dan Kaesang berbisnis tanpa melibatkan pengaruh kekuasaan, sementara Rini Soemarno menyelewengkan Perintah Presiden dengan menggunakan nepotisme yang amat kental dalam proyek proyek BUMN dengan melibatkan keluarganya, apapun sanggahan dari kasus rekaman ini sudah menunjukkan, seorang Dirut PLN merasa ketakutan untuk berbagi jatah dengan Ari Soemarno yang juga kakak dari Rini Soemarno.
Disitu juga Rini tergambarkan berusaha menjadi penengah, padahal semuanya ini sandiwara Rini di depan banyak Dirut Dirut BUMN soal Kakaknya itu.
Kebocoran rekaman itu akan membuka banyak hal-hal lain soal permainan proyek Rini Soemarno lainnya di BUMN-BUMN, juga akan mendorong keberanian para Dirut-Dirut BUMN yang selama ini dibawah intimidasi Rini Soemarno untuk menekan kepentingan bisnis keluarganya di perusahaan yang mereka kelola, rekaman ini sudah diakui benar adanya, tinggal bagaimana menginvestigasi rekaman ini karena ini soal kepentingan negara.
Presiden tentu juga senang adanya pengawasan dari masyarakat, dari netizen untuk membongkar kejahatan kejahatan yang merugikan nama Presiden dan juga nama BUMN. Indonesia tidak didirikan untuk satu dua orang, Indonesia ini punya jutaan rakyat, bisakah Rini bertanggung jawab terhadap jutaan rakyat itu.
Demi kepentingan masa depan Pertamina dan perbaikan perbaikan manajemen Pertamina yang bersih dari lingkungan Nepotisme dan Korupsi proyek, ada baiknya juga Dwi Soetjipto bicara, Elia Massa Manik bicara, jangan mau kalian berdua jadi korban atas ambisi keluarga ini, setelah kerja keras kalian siang malam membangun Pertamina kemudian ditendang hanya karena tidak mau melayani kepentingan pribadi Ari dan Rini.
Karena BUMN Untuk Negeri, Bukan Untuk Rini...
Copas
Rombongan kepala sekolah TK kab.tulungagung yg akan stadi banding ke batu bus laka lantas di kec Kesamben blitar
LAKA LANTAS KS TK SE KAB.TULUNGAGUNG DI BLITAR
kejadian Laka Lantas di timur SPBU Pagerwojo kec Kesamben.
Kronologis kejadian :
Pada hari Sabtu tgl 7 Desember 2019 sekitar jam 06.30 wib telah terjadi laka Bus pariwisata Nopol AG-7555-UK dengan penumpang guru TK Kalidawir Tulung Agung yg melaju dari arah barat ke Timur.
Saat melintas di timur SPBU Pagerwojo Kesamben tepatnya di barat jembatan Terdapat truk mogok, sehkngga memakan badan jalan. Saat melintas dari arah timur ada sepeda motor menuju ke arah barat. Sopir bus menghindari sepeda motor tersebut, namun dikarenakan sepeda motor melaju cukup kencang, sopir hilang kendali sehingga kecelakaan tak terhindarkan dan bus masuk ke sungai. Pengendara sepeda motor meninggal dunia yaitu warga dusun sembung ds pagergunug kec. Kesamben. Kemudian info sementara utk korban penumpang bus yg meninggal 3 orang dan luka luka jumlah 22 orang.
Korban yang meninggal dan luka-luka di bawa ke rmh sakit Ngudi Waluyo Wlingi dan rmh sakit Wava Kesamben.
Saat ini masih dilakukan evakuasi bus dilakukan oleh Petugas Polres Blitar, Polsek Kesamben dan dibantu masyarakat.
DATA JENENG SING DIKIRIM NENG DINAS ROMBONGAN KS TK SEKECAMATAN TULUNGAGUNG , .
Sing ngajokne surat dispensasi. - TK Pembina :
1.Triwinarni,S.Pd
2.Riyanto,S.pd
- TK DW Sembung
1. Nur'aini,S.Pd
2.Nuryatin
3.Santhi Diary Kasih,S.Pd -TK CANDRA BUANA
1. SITI AMINAH, S. Pd.I
2. HARATIK RIFKOH, S. Pd.I
3. ULFA AYU PRAHASTIWI, S. Pd
4. ASRINING PUTRI UTAMI
5. YOSSIE DARA
Tk dw karang waru
1. Heny Setyawati
2. Esti widyastuti
TK AL IRSYAD
1. Dhiana Kurniasari Ch
Tk CPS
1.Anita Tursiana
Tk dw 1 jepun
1.yasmini,s.pd
2.diah tristarini
3.naksa bandi,s.pd
4.yuli arni
5.yuli kartikasari
6.heni swandayani
7.irmahadiani linasari,
TK batik
1. Neni Isnainiah
2. Siti Alipah
TK Happyfeet
1. Yuliana kumalasari,S.Pd
Tk PSM :
1. Susy Dianawati, S.Pd
2. Alis Hidayah, S.Pd I
TK AL MUNAWWAR
1. Tri Sulistyowati, S.Ag
2. Imroatul Azizah
TK KARTIKA IV-28
1.APRILIA ARUM PURBOSARI
TK KARANG DUREN
1. Siti Masitoh
TK PERMATA BANGSA
1. Apri Yuliadi
TK Cordovak Islamic School
1. Ina Ruchana, S.Pd.
TK PERWARI
1.Kasiatin.
TK KARTIKA IV-29
1.Lin Siudji,S.Pd.
TK DW2 Jepun
1.Lilik Sumarmi SpdMM
2.Reti Yuliati
TK AISYIYAH TAMANAN
1. Djamilah Popalia
TK Algontory
Binti Arifah, S.Ag
TK DW Kuthoanyar
Siti Fatimah, Spd
Tk At taqwa
Mindarti,S.Pd
TK Al Badar
Wiwik Susiani, S.Pd.I
Tk Dw Panggungrejo
Komariyah, S. Pd
TK Alkhodija
Juwaidah
TK Aisyiyah Kauman
Diah Nurul Ummayah
TK Taman Indria
Endang Setyo BudiAstuti, S. Pd
.
Kabar sementara Data korban meninggal :
1. Ny. St Fatimah (50) th, tl agung
2. Ny. Anita (46 th) tl agung
3. Tn. Naksabandi (58th) tl agung
4. Ny. Kasiatin ( th) tl agung
5. Tn Ridwan (75th) sembung Kesamben
.
Inalillahiwainailaihi rojiun,mugi sedoyo di paringi sabar ,amiin
.
Kabar teko dinas pendidikan Tulungagung.
kejadian Laka Lantas di timur SPBU Pagerwojo kec Kesamben.
Kronologis kejadian :
Pada hari Sabtu tgl 7 Desember 2019 sekitar jam 06.30 wib telah terjadi laka Bus pariwisata Nopol AG-7555-UK dengan penumpang guru TK Kalidawir Tulung Agung yg melaju dari arah barat ke Timur.
Saat melintas di timur SPBU Pagerwojo Kesamben tepatnya di barat jembatan Terdapat truk mogok, sehkngga memakan badan jalan. Saat melintas dari arah timur ada sepeda motor menuju ke arah barat. Sopir bus menghindari sepeda motor tersebut, namun dikarenakan sepeda motor melaju cukup kencang, sopir hilang kendali sehingga kecelakaan tak terhindarkan dan bus masuk ke sungai. Pengendara sepeda motor meninggal dunia yaitu warga dusun sembung ds pagergunug kec. Kesamben. Kemudian info sementara utk korban penumpang bus yg meninggal 3 orang dan luka luka jumlah 22 orang.
Korban yang meninggal dan luka-luka di bawa ke rmh sakit Ngudi Waluyo Wlingi dan rmh sakit Wava Kesamben.
Saat ini masih dilakukan evakuasi bus dilakukan oleh Petugas Polres Blitar, Polsek Kesamben dan dibantu masyarakat.
DATA JENENG SING DIKIRIM NENG DINAS ROMBONGAN KS TK SEKECAMATAN TULUNGAGUNG , .
Sing ngajokne surat dispensasi. - TK Pembina :
1.Triwinarni,S.Pd
2.Riyanto,S.pd
- TK DW Sembung
1. Nur'aini,S.Pd
2.Nuryatin
3.Santhi Diary Kasih,S.Pd -TK CANDRA BUANA
1. SITI AMINAH, S. Pd.I
2. HARATIK RIFKOH, S. Pd.I
3. ULFA AYU PRAHASTIWI, S. Pd
4. ASRINING PUTRI UTAMI
5. YOSSIE DARA
Tk dw karang waru
1. Heny Setyawati
2. Esti widyastuti
TK AL IRSYAD
1. Dhiana Kurniasari Ch
Tk CPS
1.Anita Tursiana
Tk dw 1 jepun
1.yasmini,s.pd
2.diah tristarini
3.naksa bandi,s.pd
4.yuli arni
5.yuli kartikasari
6.heni swandayani
7.irmahadiani linasari,
TK batik
1. Neni Isnainiah
2. Siti Alipah
TK Happyfeet
1. Yuliana kumalasari,S.Pd
Tk PSM :
1. Susy Dianawati, S.Pd
2. Alis Hidayah, S.Pd I
TK AL MUNAWWAR
1. Tri Sulistyowati, S.Ag
2. Imroatul Azizah
TK KARTIKA IV-28
1.APRILIA ARUM PURBOSARI
TK KARANG DUREN
1. Siti Masitoh
TK PERMATA BANGSA
1. Apri Yuliadi
TK Cordovak Islamic School
1. Ina Ruchana, S.Pd.
TK PERWARI
1.Kasiatin.
TK KARTIKA IV-29
1.Lin Siudji,S.Pd.
TK DW2 Jepun
1.Lilik Sumarmi SpdMM
2.Reti Yuliati
TK AISYIYAH TAMANAN
1. Djamilah Popalia
TK Algontory
Binti Arifah, S.Ag
TK DW Kuthoanyar
Siti Fatimah, Spd
Tk At taqwa
Mindarti,S.Pd
TK Al Badar
Wiwik Susiani, S.Pd.I
Tk Dw Panggungrejo
Komariyah, S. Pd
TK Alkhodija
Juwaidah
TK Aisyiyah Kauman
Diah Nurul Ummayah
TK Taman Indria
Endang Setyo BudiAstuti, S. Pd
.
Kabar sementara Data korban meninggal :
1. Ny. St Fatimah (50) th, tl agung
2. Ny. Anita (46 th) tl agung
3. Tn. Naksabandi (58th) tl agung
4. Ny. Kasiatin ( th) tl agung
5. Tn Ridwan (75th) sembung Kesamben
.
Inalillahiwainailaihi rojiun,mugi sedoyo di paringi sabar ,amiin
.
Kabar teko dinas pendidikan Tulungagung.
Jumat, 06 Desember 2019
ARI AKSHARA SEDANG MENGHITUNG HARI
ARI AKSHARA SEDANG MENGHITUNG HARI
Oleh :
Rudi S Kamri
Erick Thohir murka. Saat dia menerima informasi bahwa Bea Cukai membongkar skandal penyeludupan Harley Davidson dan beberapa barang mewah lainnya di pesawat A3390-900 Garuda Indonesia. Pesawat baru ini baru saja diambil dari pabrik perakitannya di Toulouse Perancis.
Yang paling mengenaskan di pesawat yang ditumpangi 22 orang itu terdapat beberapa direksi PT Garuda Indonesia salah satunya Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Erick Thohir Meneg BUMN menduga keras keberadaan barang- barang ilegal itu terkait dengan Direksi Garuda, meskipun Erick Thohir masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak Bea Cukai.
Tapi seperti biasanya Ari Akshara melalui juru bicara Garuda buru-buru menolak tuduhan tersebut. Seperti kasus-kasus terdahulu mereka mencari kambing hitam dan kali ini si kambing hitam adalah karyawan Garuda. Ari dan juru bicara Garuda tampak sedang berusaha memperkosa akal sehat kita. Bagaimana mungkin di dalam pesawat yang di dalamnya ada Ari Akshara tapi dia tidak mengetahui apa yang sedang dibawa pesawat dalam penerbangan bukan reguler tersebut ? Mungkin mereka menduga dalam penerbangan khusus tersebut akan bebas dalam pemeriksaan dari Bea Cukai. Ternyata dugaan mereka meleset.
Saya berharap Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong aparat Bea Cukai untuk menelisik kasus ini secara tuntas, secermat mungkin dan se-independen mungkin. Jangan sampai kasus ini masuk angin karena akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Sebetulnya kasus ini gampang diungkap. Telusuri saja dokumen pembeliannya dari negeri asal, semua akan terungkap seterang-terangnya.
Ini mungkin saatnya Erick Thohir melakukan pembersihan secara total direksi Garuda. Konon menurut penuturan orang dalam Garuda, sebagian besar internal Garuda sudah gerah dengan berbagai kebijakan Ari Akshara yang aneh dan nyleneh. Karena kedekatannya dengan Meneg BUMN periode lalu membuat Ari Akshara merasa jumawa dan bebas berbuat apa saja.
Salah satu contoh kecil. Seorang Flight Attendant senior Garuda pernah bercerita ada instruksi dari Ari Akshara yang mengharuskan seluruh Flight Attendant Garuda perempuan untuk memakai lipslstick berwarna merah merona menyala. Menurut FA senior itu instruksi tersebut bertentangan dengan image yang dibangun FA Garuda selama ini yaitu tampil anggun dan elegan. Ini contoh sepele yang agak aneh dan nyleneh. Masih banyak kasus lain yang tidak mungkin diungkap di sini.
Saya berharap Erick Thohir berani bersikap tegas dan keras. Jangan sampai akal sehat masyarakat dibodohi dengan drama manipulasi kasus dan pelaku dibiarkan seenaknya merekayasa dengan mengorbankan orang lain. Sudah saatnya Garuda dikembalikan ke khittahnya, sebagai flag carrier yang sehat, world class dan awak kabinnya tampil elegan dan anggun layaknya penerbangan bintang lima seperti sebelumnya.
Kini Ari Akshara mungkin dengan sedih sedang menyenandungkan lagu dari KD 'Menghitung Hari'. Sambil mengelus-elus koleksi moge mewah Harley Davidson yang tersimpan rapi di gudang rumah mewahnya, dia bergumam kecil: "Maafkan aku, kau kubeli tapi aku gak berani menaiki seperti zaman Bu Rini"
Salam SATU Indonesia
05122019
Oleh :
Rudi S Kamri
Erick Thohir murka. Saat dia menerima informasi bahwa Bea Cukai membongkar skandal penyeludupan Harley Davidson dan beberapa barang mewah lainnya di pesawat A3390-900 Garuda Indonesia. Pesawat baru ini baru saja diambil dari pabrik perakitannya di Toulouse Perancis.
Yang paling mengenaskan di pesawat yang ditumpangi 22 orang itu terdapat beberapa direksi PT Garuda Indonesia salah satunya Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Erick Thohir Meneg BUMN menduga keras keberadaan barang- barang ilegal itu terkait dengan Direksi Garuda, meskipun Erick Thohir masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak Bea Cukai.
Tapi seperti biasanya Ari Akshara melalui juru bicara Garuda buru-buru menolak tuduhan tersebut. Seperti kasus-kasus terdahulu mereka mencari kambing hitam dan kali ini si kambing hitam adalah karyawan Garuda. Ari dan juru bicara Garuda tampak sedang berusaha memperkosa akal sehat kita. Bagaimana mungkin di dalam pesawat yang di dalamnya ada Ari Akshara tapi dia tidak mengetahui apa yang sedang dibawa pesawat dalam penerbangan bukan reguler tersebut ? Mungkin mereka menduga dalam penerbangan khusus tersebut akan bebas dalam pemeriksaan dari Bea Cukai. Ternyata dugaan mereka meleset.
Saya berharap Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong aparat Bea Cukai untuk menelisik kasus ini secara tuntas, secermat mungkin dan se-independen mungkin. Jangan sampai kasus ini masuk angin karena akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Sebetulnya kasus ini gampang diungkap. Telusuri saja dokumen pembeliannya dari negeri asal, semua akan terungkap seterang-terangnya.
Ini mungkin saatnya Erick Thohir melakukan pembersihan secara total direksi Garuda. Konon menurut penuturan orang dalam Garuda, sebagian besar internal Garuda sudah gerah dengan berbagai kebijakan Ari Akshara yang aneh dan nyleneh. Karena kedekatannya dengan Meneg BUMN periode lalu membuat Ari Akshara merasa jumawa dan bebas berbuat apa saja.
Salah satu contoh kecil. Seorang Flight Attendant senior Garuda pernah bercerita ada instruksi dari Ari Akshara yang mengharuskan seluruh Flight Attendant Garuda perempuan untuk memakai lipslstick berwarna merah merona menyala. Menurut FA senior itu instruksi tersebut bertentangan dengan image yang dibangun FA Garuda selama ini yaitu tampil anggun dan elegan. Ini contoh sepele yang agak aneh dan nyleneh. Masih banyak kasus lain yang tidak mungkin diungkap di sini.
Saya berharap Erick Thohir berani bersikap tegas dan keras. Jangan sampai akal sehat masyarakat dibodohi dengan drama manipulasi kasus dan pelaku dibiarkan seenaknya merekayasa dengan mengorbankan orang lain. Sudah saatnya Garuda dikembalikan ke khittahnya, sebagai flag carrier yang sehat, world class dan awak kabinnya tampil elegan dan anggun layaknya penerbangan bintang lima seperti sebelumnya.
Kini Ari Akshara mungkin dengan sedih sedang menyenandungkan lagu dari KD 'Menghitung Hari'. Sambil mengelus-elus koleksi moge mewah Harley Davidson yang tersimpan rapi di gudang rumah mewahnya, dia bergumam kecil: "Maafkan aku, kau kubeli tapi aku gak berani menaiki seperti zaman Bu Rini"
Salam SATU Indonesia
05122019
Wisata halal,berbau esex esex
Kalau anda jalan-jalan ke Puncak Bogor melintasi di daerah Cisarua anda pasti akan menjumpai toko-toko dengan label huruf Arab bertebaran di kanan kiri jalan. Entah itu money changer atau tokoh lain semuanya berbahasa Arab. Kemudian kalau ada sejenak menyempatkan diri turun di wilayah itu, anda akan menemui beberapa orang laki-laki Timur Tengah berseliweran di daerah tersebut, layaknya kampung halaman mereka sendiri.
Kemudian kalau anda masuk di perkampungan daerah tersebut jangan kaget anda akan menjumpai anak-anak kecil bertampang indo-arab berlari-lari di sekitar Anda. Siapakah anak-anak yang lucu dan imut tersebut ? Mereka adalah anak yang tidak berdosa dari hasil kawin kontrak ibu asli Sunda dan ayah asal Timur Tengah. Sejatinya kawin kontrak adalah cara "syari'ah" para pendosa itu untuk melakukan perzinahan dan bentuk prostitusi terselubung. Supaya terlihat kelakuan mereka halal, mereka akal- akalan melakukan kawin siri berjangka waktu tertentu alias kawin kontrak.
Keberadaan lokasi prostitusi bernuansa agamis di Puncak sudah terjadi puluhan tahun dan dibiarkan bebas oleh aparat pemerintah daerah dan keamanan setempat. Apakah mereka tidak tahu ? Preeettt. Semua orang waras tahu apa yang terjadi disana karena dilakukan secara terang benderang. Dan saat ini area prostitusi "bersertifikat halal" tersebut sudah merambah lebih jauh tidak hanya di Cisarua tapi sudah merambah ke arah sekitar Taman Bunga Cipanas. Di daerah tersebut kehidupan malam begitu hidup, hotel-hotel berdiri megah dan semuanya bernuansa Timur Tengah dengan label bahasa Arab.
Kalau anda jalan-jalan ke Puncak Bogor melintasi di daerah Cisarua anda pasti akan menjumpai toko-toko dengan label huruf Arab bertebaran di kanan kiri jalan. Entah itu money changer atau tokoh lain semuanya berbahasa Arab. Kemudian kalau ada sejenak menyempatkan diri turun di wilayah itu, anda akan menemui beberapa orang laki-laki Timur Tengah berseliweran di daerah tersebut, layaknya kampung halaman mereka sendiri.
Kemudian kalau anda masuk di perkampungan daerah tersebut jangan kaget anda akan menjumpai anak-anak kecil bertampang indo-arab berlari-lari di sekitar Anda. Siapakah anak-anak yang lucu dan imut tersebut ? Mereka adalah anak yang tidak berdosa dari hasil kawin kontrak ibu asli Sunda dan ayah asal Timur Tengah. Sejatinya kawin kontrak adalah cara "syari'ah" para pendosa itu untuk melakukan perzinahan dan bentuk prostitusi terselubung. Supaya terlihat kelakuan mereka halal, mereka akal- akalan melakukan kawin siri berjangka waktu tertentu alias kawin kontrak.
Keberadaan lokasi prostitusi bernuansa agamis di Puncak sudah terjadi puluhan tahun dan dibiarkan bebas oleh aparat pemerintah daerah dan keamanan setempat. Apakah mereka tidak tahu ? Preeettt. Semua orang waras tahu apa yang terjadi disana karena dilakukan secara terang benderang. Dan saat ini area prostitusi "bersertifikat halal" tersebut sudah merambah lebih jauh tidak hanya di Cisarua tapi sudah merambah ke arah sekitar Taman Bunga Cipanas. Di daerah tersebut kehidupan malam begitu hidup, hotel-hotel berdiri megah dan semuanya bernuansa Timur Tengah dengan label bahasa Arab.
Sampai kapan hal ini akan dibiarkan ? Entahlah. Sistem pemerintahan yang korup membuat keberadaan wisata prostitusi "halal" semakin marak dan beranak pinak. Jadi jangan tersinggung kalau dalam tangan video di bawah sedikit melecehkan rasa kebanggaan kita sebagai sebuah entitas bangsa. Miris
Langganan:
Postingan (Atom)








