TELAH TERJADI LEDAKAN DI DALAM TAMAN MONAS SEBERANG KANTOR KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Selamat Pagi Komandan
Ijin melaporkan : Hari Selasa 03 Desember 2019 pkl 07.05 wib telah terjadi Ledakan didalam taman monas seberang kantor Kementerian dalam negeri.
TKP
Didalam Area Monas Utara (Sebrang Kantor Kementerian Dalam Negeri) Gambir Jakpus
KORBAN
1. Serma Fajar
2. Praka Gunawan
SAKSI
- Aso Sumantri, Garut 05 Maret 1982 , Laki-laki, Islam, alamat Kampung Bojong Rt 2/2 Kel. Neglasari Garut (Petugas UPK Monas)
KRONOLOGIS
- Menurut keterangan saksi sedang melakukan pembesihan di area taman terdengar ledakan yg cukup keras di TKP, dan pada saat terjadi ledakan anggota TNI sedang melakukan olah raga, saksi melihat korban sdh tergelatak di TKP
TINDAKAN KEPOLISIAN
- Piket Fungsi mendatangi TKP
- Mendata/mencari saksi
- Mengamankan Lokasi
- Membuat Lapga
CATATAN
- Saat ini sedang dilakukan pendalaman lebih lanjut perihal kejadian tersebut oleh team Gegana dan Team Identifikasi Polda Metro Jaya serta Polres Jakpus.
- Saat ini kedua korban tersebut sudah dibawa ke RSPAD untuk penanganan lebih lanjut
DUMM
Selasa, 03 Desember 2019
Kamis, 28 November 2019
PEMAKAN BANGKAI
PEMAKAN BANGKAI.
Coba perhatikan prilaku para manusia defisit moral itu. Sejak menjegal Ahok di pilkada DKI dgn isu agama, memakai kedok ijtimak ulama mau memainkan kelanjutan menggoreng agama, lucunya yg diusung gak jelas bacaan alfatihanya. Sementara ulama junjungannya gak berani pulang karena kasus pidana yg bejibun jumlahnya.
Ahok sang penerima tuduhan penistaan akibat editan berita, tegar menjalani hukuman yg tak dibuatnya. Sekarang Tuhan memberinya tempat mulia, menjadi Komut Pertamina. Apa para durjana itu menerima, oh pasti tidak, keterbukaan dihati mereka atas sebuah kebaikan sdh lama tak dihadirkan, mereka hanya menyimpan bibit kerusakan utk dilesatkan atas nama agama dan kepentingannya.
Jokowi, sejak kehadirannya 2014 sdh menjadi momok yg menakutkan, karena dia negarawan, bkn gerombolan manusia jogetan. Lihat saja cara mereka berkontestasi yg jauh dari norma sebuah kepentingan bangsa dan negara. Segala cara dipakai hanya fokus menjatuhkan sebuah proses kebaikan dan perbaikan negara yg pernah diporak porandakan oleh rezim yg hanya berfokus pd kekuasaan dan kekayaan.
Berkelanjutan bisa kita saksikan mereka menolak proses perbaikan yg sedang di jalankan. Menolak setiap yg baik yg akan di jalankan. Ahok di jadikan Komut Pertamina mereka ramai meradang, penggalangan hadangan disiapkan, komentar dgn segala isi yg bersifat asumsi dilempar kesana sini. Tapi Ahok tetap dihadirkan di ruang BUMN yg lama menjadi ATM para pemalak bertopeng santun, minus akhlak. Resistensi mereka terhadap Ahok adalah ibarat air limbah menolak filter penjernih.
Dalam dua hari ini ramai argumentasi ttg wacana jabatan presiden, PSI usul 7 thn, ada wacana boleh 3x. PKS dan GERINDRA menolak dgn banyak alasan. Ada yg takut menjadi otoriter, ada yg blg menjadi pemerintahan dinasti, dst. Tapi yg pasti mereka takut kl Jokowi naik lagi, selain mereka bisa dikebiri, capresnya sdh kehabisan usia, shg harapan jd presiden pupus seketika.
Dari sudut kepentingan rakyat, memang sebaiknya bisa beberapa kali kandidat bs jadi presiden, bahkan seumur hidup gak apa-apa, selama orangnya punya komitmen kpd Pancasila dan menjalankan Nawacita, bukan cuma retorika di Mata Najwa. Jokowi sdh terbukti kenapa ditakuti, apa yg tdk terukur dari hasil kerjanya, semua nyata, progressnya tak biasa, diatas luar biasa.
Gampangnya, bebobrokan 42 thn tidak bisa diperbaiki dlm 10 thn, apalagi dgn pondasi yg dipasang ulang kalau diteruskan oleh orang yg visinya menyimpang, bisa jadi bongkar pasang. Contoh nyatanya Jakarta. Diteruskan oleh orang yg otaknya sungsang, outputnya bukan kelanjutan perbaikan yg di hasilkan, malah kehancuran yg dihadirkan.
Kenapa PKS dan Gerindra berang atas wacana periode jabatan presiden yg akan di amandemen. Yg pasti mereka kemecer mau menghadirkan jago yg bisa dipegang-pegang dan jd barang dagangan. Kl rakyat pastilah memilih yg sdh teruji, dan skrg Jokowi sdh membuktikan diri dia mampu membuat Indonesia bangkit. Ini yg membuat para musuh negeri yg pro HTI pada kecil hati, dan ciut "biji".
Gampangnya, kalau sdh dan sdg ada yg baik, ngapain mau diganti, buat saja aturan agar yg mampu ini bs terpilih lagi, daripada dicari ganti yg belum jelas bisa kerja dgn lugas. Cina sdh mengamandemen UU masa kerja presiden dari dua kali menjadi seumur hidup. Alasannya simpel, Xi Jinping mampu membawa Cina maju, dan korupsi indexnya turun. Kenapa Jokowi tidak.
Berandai-andai, kl 2024, Jokowi tak lagi ikut pilpres , dia pensiun pd usia 63 thn, dan Prabowo saat yg sama berusia 73 thn. Kenapa PS kita jadikan benchmark, karena PS adalah kandidat yg punya suara dan pasarnya jelas. Sehingga kl PS ttp berminat maju pilpres, hanya Jokowi lawan sepadannya. Dalam kasus ini, rakyat akan diajak berpikir rasional, antara usia 63 dan 73 Thn, antara yg sudah teruji 10 thn dan yg sdh berkali-kali manyun.
Andaipun Jokowi masih maju yg ke 4 kali, usia pensiunnya baru memasuki 73 thn. Ini bkn lagi masalah tiga atau empat kali jd presiden tapi ini masalah pengabdian seorang negarawan yg diberikan kesempatan mengemban amanah demi kelanjutan pembangunan dan menjadikan bangsanya hadir di kancah dunia dgn menegakkan kepala, bahwa bangsa Indonesia, ras Asia, bisa berkontribusi utk dunia, bukan hanya jadi kacung Amerika.
Hal-hal semacam ini tdk bisa didiskusikan kepada PKS dan Gerindra. Mereka adalah ibarat burung pemakan bangkai yg hinggap diranting pohon, mereka hanya turun manakala ada bangkai yg akan di santap dgn lahap, mereka tdk akan menjejakkan kakinya ke bumi kecuali hidangam bangkai hadir utk dicicipi. Kelompok stunting moral ini adalah komunitas pembanding antar makhluk pemakan daging segar dan bangkai di pelataran dgn kerumunan lalat dan berulat.
Amandemen saja UU pilpres, kalau perlu buat seumur hidup, kenapa tidak kalau bisa membuat Indonesia lebih hidup. Jangan batasi waktu memimpin, kalau gantinya cuma dapat Upin Ipin. Atau yg cuma kepingin, akhirnya kita cuma menggapai angin.
PRESIDEN ITU MEMIMPIN NEGARA, JANGAN DIPILIH HANYA UNTUK DICOBA, BESAR RESIKONYA.
Coba perhatikan prilaku para manusia defisit moral itu. Sejak menjegal Ahok di pilkada DKI dgn isu agama, memakai kedok ijtimak ulama mau memainkan kelanjutan menggoreng agama, lucunya yg diusung gak jelas bacaan alfatihanya. Sementara ulama junjungannya gak berani pulang karena kasus pidana yg bejibun jumlahnya.
Ahok sang penerima tuduhan penistaan akibat editan berita, tegar menjalani hukuman yg tak dibuatnya. Sekarang Tuhan memberinya tempat mulia, menjadi Komut Pertamina. Apa para durjana itu menerima, oh pasti tidak, keterbukaan dihati mereka atas sebuah kebaikan sdh lama tak dihadirkan, mereka hanya menyimpan bibit kerusakan utk dilesatkan atas nama agama dan kepentingannya.
Jokowi, sejak kehadirannya 2014 sdh menjadi momok yg menakutkan, karena dia negarawan, bkn gerombolan manusia jogetan. Lihat saja cara mereka berkontestasi yg jauh dari norma sebuah kepentingan bangsa dan negara. Segala cara dipakai hanya fokus menjatuhkan sebuah proses kebaikan dan perbaikan negara yg pernah diporak porandakan oleh rezim yg hanya berfokus pd kekuasaan dan kekayaan.
Berkelanjutan bisa kita saksikan mereka menolak proses perbaikan yg sedang di jalankan. Menolak setiap yg baik yg akan di jalankan. Ahok di jadikan Komut Pertamina mereka ramai meradang, penggalangan hadangan disiapkan, komentar dgn segala isi yg bersifat asumsi dilempar kesana sini. Tapi Ahok tetap dihadirkan di ruang BUMN yg lama menjadi ATM para pemalak bertopeng santun, minus akhlak. Resistensi mereka terhadap Ahok adalah ibarat air limbah menolak filter penjernih.
Dalam dua hari ini ramai argumentasi ttg wacana jabatan presiden, PSI usul 7 thn, ada wacana boleh 3x. PKS dan GERINDRA menolak dgn banyak alasan. Ada yg takut menjadi otoriter, ada yg blg menjadi pemerintahan dinasti, dst. Tapi yg pasti mereka takut kl Jokowi naik lagi, selain mereka bisa dikebiri, capresnya sdh kehabisan usia, shg harapan jd presiden pupus seketika.
Dari sudut kepentingan rakyat, memang sebaiknya bisa beberapa kali kandidat bs jadi presiden, bahkan seumur hidup gak apa-apa, selama orangnya punya komitmen kpd Pancasila dan menjalankan Nawacita, bukan cuma retorika di Mata Najwa. Jokowi sdh terbukti kenapa ditakuti, apa yg tdk terukur dari hasil kerjanya, semua nyata, progressnya tak biasa, diatas luar biasa.
Gampangnya, bebobrokan 42 thn tidak bisa diperbaiki dlm 10 thn, apalagi dgn pondasi yg dipasang ulang kalau diteruskan oleh orang yg visinya menyimpang, bisa jadi bongkar pasang. Contoh nyatanya Jakarta. Diteruskan oleh orang yg otaknya sungsang, outputnya bukan kelanjutan perbaikan yg di hasilkan, malah kehancuran yg dihadirkan.
Kenapa PKS dan Gerindra berang atas wacana periode jabatan presiden yg akan di amandemen. Yg pasti mereka kemecer mau menghadirkan jago yg bisa dipegang-pegang dan jd barang dagangan. Kl rakyat pastilah memilih yg sdh teruji, dan skrg Jokowi sdh membuktikan diri dia mampu membuat Indonesia bangkit. Ini yg membuat para musuh negeri yg pro HTI pada kecil hati, dan ciut "biji".
Gampangnya, kalau sdh dan sdg ada yg baik, ngapain mau diganti, buat saja aturan agar yg mampu ini bs terpilih lagi, daripada dicari ganti yg belum jelas bisa kerja dgn lugas. Cina sdh mengamandemen UU masa kerja presiden dari dua kali menjadi seumur hidup. Alasannya simpel, Xi Jinping mampu membawa Cina maju, dan korupsi indexnya turun. Kenapa Jokowi tidak.
Berandai-andai, kl 2024, Jokowi tak lagi ikut pilpres , dia pensiun pd usia 63 thn, dan Prabowo saat yg sama berusia 73 thn. Kenapa PS kita jadikan benchmark, karena PS adalah kandidat yg punya suara dan pasarnya jelas. Sehingga kl PS ttp berminat maju pilpres, hanya Jokowi lawan sepadannya. Dalam kasus ini, rakyat akan diajak berpikir rasional, antara usia 63 dan 73 Thn, antara yg sudah teruji 10 thn dan yg sdh berkali-kali manyun.
Andaipun Jokowi masih maju yg ke 4 kali, usia pensiunnya baru memasuki 73 thn. Ini bkn lagi masalah tiga atau empat kali jd presiden tapi ini masalah pengabdian seorang negarawan yg diberikan kesempatan mengemban amanah demi kelanjutan pembangunan dan menjadikan bangsanya hadir di kancah dunia dgn menegakkan kepala, bahwa bangsa Indonesia, ras Asia, bisa berkontribusi utk dunia, bukan hanya jadi kacung Amerika.
Hal-hal semacam ini tdk bisa didiskusikan kepada PKS dan Gerindra. Mereka adalah ibarat burung pemakan bangkai yg hinggap diranting pohon, mereka hanya turun manakala ada bangkai yg akan di santap dgn lahap, mereka tdk akan menjejakkan kakinya ke bumi kecuali hidangam bangkai hadir utk dicicipi. Kelompok stunting moral ini adalah komunitas pembanding antar makhluk pemakan daging segar dan bangkai di pelataran dgn kerumunan lalat dan berulat.
Amandemen saja UU pilpres, kalau perlu buat seumur hidup, kenapa tidak kalau bisa membuat Indonesia lebih hidup. Jangan batasi waktu memimpin, kalau gantinya cuma dapat Upin Ipin. Atau yg cuma kepingin, akhirnya kita cuma menggapai angin.
PRESIDEN ITU MEMIMPIN NEGARA, JANGAN DIPILIH HANYA UNTUK DICOBA, BESAR RESIKONYA.
Selasa, 26 November 2019
SAATNYA BUMN MEMBERSIHKAN PARA KAUM KADAL DAN KOROPTOR
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kendali Erick Thohir akan memperkuat pengawasan seluruh perusahaan pelat merah yang berjumlah sekitar 140 perseroan. Bahkan Erick akan melakukan perombakan besar-besaran kepada seluruh jajaran komisaris perusahaan BUMN.
ADVERTISEMENT
"Memang kita lagi rombak besar-besaran. Kan lagi dievaluasi semua ini," ungkap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga saat ngobrol santai bersama media di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (21/11).
Arya bilang komisaris harus mengetahui seluk beluk persoalan sebuah perusahaan. Sehingga Kementerian BUMN tidak mengawasi satu per satu.
"Jadi kami kementerian itu tidak lagi terlalu capek mengawasi gitu. Justru kita ingin mengembalikan kewenangan komisaris lebih kuat gitu sesuai dengan peraturan" katanya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ia menuturkan rata-rata perusahaan BUMN memiliki komisaris 5 sampai 8 orang. Artinya secara total ada sekitar komisaris di 140 BUMN tersebut ada 700 hingga 1.000 komisaris yang berpotensi akan dirombak.
"Artinya kalau ada 140 BUMN, ada hampir 700 sampai 1.000 orang yang jadi komisaris ya merekalah yang bantuin kita. Ngapain kita angkat-angkat sementara yang awasi kementerian lagi," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Arya menjelaskan, pemilihan komisaris juga akan disesuaikan dengan latar belakang komisaris. Baik dari kebijakan publik, keuangan, operasional.
"Ya mereka lah, yang ngapain negara mengangkat komisaris sementara yang mengawasi kementerian lagi," tegasnya.
ADVERTISEMENT
"Memang kita lagi rombak besar-besaran. Kan lagi dievaluasi semua ini," ungkap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga saat ngobrol santai bersama media di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (21/11).
Arya bilang komisaris harus mengetahui seluk beluk persoalan sebuah perusahaan. Sehingga Kementerian BUMN tidak mengawasi satu per satu.
"Jadi kami kementerian itu tidak lagi terlalu capek mengawasi gitu. Justru kita ingin mengembalikan kewenangan komisaris lebih kuat gitu sesuai dengan peraturan" katanya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ia menuturkan rata-rata perusahaan BUMN memiliki komisaris 5 sampai 8 orang. Artinya secara total ada sekitar komisaris di 140 BUMN tersebut ada 700 hingga 1.000 komisaris yang berpotensi akan dirombak.
"Artinya kalau ada 140 BUMN, ada hampir 700 sampai 1.000 orang yang jadi komisaris ya merekalah yang bantuin kita. Ngapain kita angkat-angkat sementara yang awasi kementerian lagi," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Arya menjelaskan, pemilihan komisaris juga akan disesuaikan dengan latar belakang komisaris. Baik dari kebijakan publik, keuangan, operasional.
"Ya mereka lah, yang ngapain negara mengangkat komisaris sementara yang mengawasi kementerian lagi," tegasnya.
Minggu, 24 November 2019
PIDATO NADIM MAKARIM DI IGI SEBAGAI MENTERI PENDIDIKAN
Menteri pendidikan inginkan semua guru di Indonesia merdeka terhadap beban admistrasi tapi ber inovasi pada pembelajaran anak didik.
Pidato Nadiem Makarim di Hari Guru mencapai dua halaman panjangnya. Dalam pidatonya, ia mengangkat berbagai masalah guru dan mengaku tak akan memberi janji kosong. Berikut isi pidatonya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,
Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.
Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.
Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.
Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.
Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.
Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.
Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.
Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.
Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.
Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak
Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.
Pidato Nadiem Makarim di Hari Guru mencapai dua halaman panjangnya. Dalam pidatonya, ia mengangkat berbagai masalah guru dan mengaku tak akan memberi janji kosong. Berikut isi pidatonya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,
Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.
Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.
Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.
Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.
Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.
Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.
Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.
Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.
Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.
Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak
Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.
Kamis, 21 November 2019
PEGAWAI PENGUNDANG ABDUL SOMAD HARUS DIPERIKSA JANGAN SAMPAI LOLOS
Kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi tausiah di KPK rupanya bukan atas undangan resmi KPK. Pegawai yang mengundang Somad untuk berceramah di KPK akan diperiksa.
--
Agus mengatakan sekelompok pegawai yang menyampaikan undangan tausiah kepada Somad bukan dari Wadah Pegawai (WP) KPK. Ada organisasi lain yang disebut Agus sebagai BAIK (Badan Amal Islam) KPK.
--
Terkait kegiatan tausiah Somad di KPK, Agus mengaku sudah berupaya untuk mencegahnya. Agus beralasan pencegahannya itu terkait keberpihakan Somad pada Pemilu 2019, bukan secara keilmuan Somad sebagai ustaz.
--
"Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," imbuh dia.
--
Di sisi lain pada hari ini, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq hadir ke KPK mengisi tausiah. Agus menyebut kehadiran Gus Muwafiq berbeda dengan Ustaz Somad.
--
Baca berita selengkapnya hanya di detik.com! (Foto: Ari Saputra/detikcom)
--
#detikcom #tahudaridetikcom #UAS
--
Agus mengatakan sekelompok pegawai yang menyampaikan undangan tausiah kepada Somad bukan dari Wadah Pegawai (WP) KPK. Ada organisasi lain yang disebut Agus sebagai BAIK (Badan Amal Islam) KPK.
--
Terkait kegiatan tausiah Somad di KPK, Agus mengaku sudah berupaya untuk mencegahnya. Agus beralasan pencegahannya itu terkait keberpihakan Somad pada Pemilu 2019, bukan secara keilmuan Somad sebagai ustaz.
--
"Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," imbuh dia.
--
Di sisi lain pada hari ini, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq hadir ke KPK mengisi tausiah. Agus menyebut kehadiran Gus Muwafiq berbeda dengan Ustaz Somad.
--
Baca berita selengkapnya hanya di detik.com! (Foto: Ari Saputra/detikcom)
--
#detikcom #tahudaridetikcom #UAS
Rabu, 20 November 2019
ERIK TOHER MULAI MENATA BUMN DENGAN MEMBERSIHKAN PEJABATNYA
kumparanBISNIS
20 November 2019 11:24
Bisnis
Panggil 32 Bos BUMN, Erick Thohir Tolak Lobi untuk Pertahankan Jabatan
Usai mencopot semua deputi dan sekretaris Kementerian BUMN pada Selasa (19/11), Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 32 perusahaan negara di Mandiri Club, Kebayoran, Jakarta Selatan. Ke-32 BUMN itu diwakili oleh direktur utama dan komisaris utama.
Menurut Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, ada banyak hal yang dibahas Erick dalam pertemuan tersebut, salah satunya tentang lobi-lobi bos BUMN. Arya mengungkapkan bahwa Erick tak ingin ada praktek seperti itu di bawah kepemimpinannya. Menurut Erick, para pimpinan BUMN seharusnya tak perlu melakukan lobi-lobi tersebut jika kinerjanya bagus.
"Disampaikan juga bahwa mereka (bos-bos BUMN) enggak perlu lobi-lobi untuk pertahankan jabatannya. Kalau bottom line (laba) bagus, enggak usah khawatir," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11).
Selain menolak praktek lobi-lobi untuk mempertahankan jabatan, dalam pertemuan yang berlangsung sore hari itu, Erick Thohir juga menyinggung tentang kebiasaan para bos BUMN makan di restoran mahal dan mewah, padahal keuangan perusahaan mereka merah.
"Bukannya enggak boleh sesuatu yang layak mereka dapatkan, tapi harus punya hati dan akhlak. Ketika perusahaan rugi, harusnya prihatin juga gaya hidup mereka," terangnya.
"Kalau perusahaan rugi, ya yang kena ngaruh ke keluarganya. Kalau BUMN rugi siapa yang kena? Negara. Di sini lah dikatakan Pak Erick harus ada akhlak baik. Apalagi mereka orang terbaik pilihan bangsa," kata Arya.
Dalam pertemuan kemarin Arya mengatakan, ke-32 BUMN tersebut merupakan perusahaan negara yang top, hampir setengah asetnya mempengaruhi pergerakan ekonomi Indonesia. Di antaranya Pertamina, PLN, Pegadaian, empat bank BUMN.
20 November 2019 11:24
Bisnis
Panggil 32 Bos BUMN, Erick Thohir Tolak Lobi untuk Pertahankan Jabatan
Usai mencopot semua deputi dan sekretaris Kementerian BUMN pada Selasa (19/11), Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 32 perusahaan negara di Mandiri Club, Kebayoran, Jakarta Selatan. Ke-32 BUMN itu diwakili oleh direktur utama dan komisaris utama.
Menurut Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, ada banyak hal yang dibahas Erick dalam pertemuan tersebut, salah satunya tentang lobi-lobi bos BUMN. Arya mengungkapkan bahwa Erick tak ingin ada praktek seperti itu di bawah kepemimpinannya. Menurut Erick, para pimpinan BUMN seharusnya tak perlu melakukan lobi-lobi tersebut jika kinerjanya bagus.
"Disampaikan juga bahwa mereka (bos-bos BUMN) enggak perlu lobi-lobi untuk pertahankan jabatannya. Kalau bottom line (laba) bagus, enggak usah khawatir," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11).
Selain menolak praktek lobi-lobi untuk mempertahankan jabatan, dalam pertemuan yang berlangsung sore hari itu, Erick Thohir juga menyinggung tentang kebiasaan para bos BUMN makan di restoran mahal dan mewah, padahal keuangan perusahaan mereka merah.
"Bukannya enggak boleh sesuatu yang layak mereka dapatkan, tapi harus punya hati dan akhlak. Ketika perusahaan rugi, harusnya prihatin juga gaya hidup mereka," terangnya.
"Kalau perusahaan rugi, ya yang kena ngaruh ke keluarganya. Kalau BUMN rugi siapa yang kena? Negara. Di sini lah dikatakan Pak Erick harus ada akhlak baik. Apalagi mereka orang terbaik pilihan bangsa," kata Arya.
Dalam pertemuan kemarin Arya mengatakan, ke-32 BUMN tersebut merupakan perusahaan negara yang top, hampir setengah asetnya mempengaruhi pergerakan ekonomi Indonesia. Di antaranya Pertamina, PLN, Pegadaian, empat bank BUMN.
SAATNYA KPK MEMBERANTAS MAVIA KASUS DAN TALIBAN DI TUBUH KPK
http://www.infobreakingnews.com/2019/11/selama-ini-tak-disentuh-kini-kpk.html?m=1 Sabtu, _16 November 2019_
_Selama Ini Tak Disentuh, Kini KPK Terpilih dibantu Jaksa Agung dan Kapolri Akan Tangkap Mafia Petral *Riza Chalid*_
Kini KPK Baru dan Aparat Hukum Mengincar Mohammad Riza Chalid
Jakarta, Info Breaking News - Ternyata ada sejumlah kasus mega korupsi yang hingga saat ini masih belum diselesaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk dua kasus besar yang dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo yaitu menyangkut mafia kaliber dunia yang diduga selama ini menjadi gembong korupsi seorang penguasa hitam bernama Riza Chalid .
Sepertinya sejak awal pihak KPK terlihat sangat mencolok tidak menyentuh Riza Chalid yang sesungguhnya juga memiliki saham disebuah maskapai penerbangan terbesar Asia, yang pernah ikut terlibat membawa pulang tersangka Edy Sindoro ke Indonesia, tapi justru tak pernah Riza Chalid diperiksa, bahkan banyak kasus mega korupsi yang sesungguhnya terindikasi dugaan keras keterlibatan nya.
Dari sumber di KPK sesungguhnya Riza Chalid yang katanya sudah lama diincar KPK itu ikut terlibat kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).
Termasuk menelisik lebih jauh keterlibatan Riza Chalid dan sejumlah pihak dalam kasus yang menjerat mantan Managing Director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd yang juga mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto sebagai tersangka.
_"Kami bertekad sebelum habis masa jabatan kami desember tahun ini, semua pihak yang ikut terlibat khususnya menyangkut pengusaha berinisial RC akan kami periksa dalam waktu dekat ini"_ kata wakil ketua KPK Laode kepada Info Breaking News, Sabtu (16/11/2019 di Jakarta.
Dari investigasi dilapangan nama pengusaha Muhammad Riza Chalid kerap disebut-sebut bagian gembong mafia Migas. Pengusaha perminyakan yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Hatta Rajasa itu dikabarkan piawai dalam mengatur pengadaan minyak dari mulai riset pasar, tender, pengaturan pemenang tender, pengaturan harga termasuk titipan yang menjadi bagian bagi para pejabat.Petral bahkan dikabarkan alat bagi Reza Chalid untuk mengendalikan lima buah perusahaan dalam holding company Global Energy Resources. Lima anak perusahaan ini yang disebut-sebut memoncerkan praktik mafia migas dibawah kendali Reza Chalid.
Tapi selama ini pihak KPK selalu hanya menjanjikan akan mengusutnya, sampai pada akhirnya Presiden Joko Widodo berteriak keras melalui Menkopolhukam Mahfud MD, yang kemudian selama sepekan ini pemberitaan dihampir semua media menyoroti kasus besar yang justru dilaporkan langsung oleh Presiden Jokowi tapi terkesan tidak digubris oleh KPK. Hal ini yang membuat pihak lain seperti Polri dan Jaksa Agung akan segera kini tengah berada dilapangan secara senyap untuk menangkap pengusaha Riza Chalid yang belakangan diketahui akan menghindar lari keluar negeri seperti dalam kasus kasus besar masa lalu.
Salah satunya yang dilaporkan oleh Presiden Jokowi adalah Terkait kasus ini, Bambang Irianto selama periode 2010-2013 diduga menerima suap sekitar USD 2,9 juta dari Kernel Oil Ltd. Diduga suap diterima melalui perusahaan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island.
Tim khusus Bareskrim yang kini berada dilapangan mengatakan pada masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, nama Riza Chalid sering disebut atas dugaan keterkaitannya sebagai pihak ketiga. Dalam kasus pengadaan minyak selama periode 2012-2014 di anak usaha PT Pertamina, Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Dari hasil investigasi diketahui bahwa jaringan mafia minyak dan gas itu menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau Rp 250 triliun selama tiga tahun. _"Tuan RC"_ ini yang menjadi perantara dengan perusahaan minyak milik negara lain (national oil company/NOC) untuk meraih keuntungan lebih banyak.
Kini dengan galaunya pihak KPK yang sebentar lagi akan berakhir masa priode 2019 hingga Desember tahun ini juga, maka sebelum para komisioner baru Komjen Firly cs yang merupakan mantan Deputi penindakan KPK yang ditendang oleh sekelompok pengusa di KPK, justru akan memprioritaskan kasus yang menjadi kepusingan Jokowi, sekaligus melibas habis oknum oknum yang dinilai memang sudah tidak layak berada dilembaga anti rasuah itu.
_"Apa yang belum tuntas, akan kita tuntaskan secara baik, apalagi yang menyangkut kasus korupsi besar yang menjadi konsen bapak Presiden."_ kata Firly, Ketua terpillih KPK secara total di Komisi III DPR RI, yang pekan lalu naik pangkat menjadi Komjen pol.
*** Emil F Simatupang.
_Selama Ini Tak Disentuh, Kini KPK Terpilih dibantu Jaksa Agung dan Kapolri Akan Tangkap Mafia Petral *Riza Chalid*_
Kini KPK Baru dan Aparat Hukum Mengincar Mohammad Riza Chalid
Jakarta, Info Breaking News - Ternyata ada sejumlah kasus mega korupsi yang hingga saat ini masih belum diselesaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk dua kasus besar yang dilaporkan oleh Presiden Joko Widodo yaitu menyangkut mafia kaliber dunia yang diduga selama ini menjadi gembong korupsi seorang penguasa hitam bernama Riza Chalid .
Sepertinya sejak awal pihak KPK terlihat sangat mencolok tidak menyentuh Riza Chalid yang sesungguhnya juga memiliki saham disebuah maskapai penerbangan terbesar Asia, yang pernah ikut terlibat membawa pulang tersangka Edy Sindoro ke Indonesia, tapi justru tak pernah Riza Chalid diperiksa, bahkan banyak kasus mega korupsi yang sesungguhnya terindikasi dugaan keras keterlibatan nya.
Dari sumber di KPK sesungguhnya Riza Chalid yang katanya sudah lama diincar KPK itu ikut terlibat kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).
Termasuk menelisik lebih jauh keterlibatan Riza Chalid dan sejumlah pihak dalam kasus yang menjerat mantan Managing Director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd yang juga mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto sebagai tersangka.
_"Kami bertekad sebelum habis masa jabatan kami desember tahun ini, semua pihak yang ikut terlibat khususnya menyangkut pengusaha berinisial RC akan kami periksa dalam waktu dekat ini"_ kata wakil ketua KPK Laode kepada Info Breaking News, Sabtu (16/11/2019 di Jakarta.
Dari investigasi dilapangan nama pengusaha Muhammad Riza Chalid kerap disebut-sebut bagian gembong mafia Migas. Pengusaha perminyakan yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Hatta Rajasa itu dikabarkan piawai dalam mengatur pengadaan minyak dari mulai riset pasar, tender, pengaturan pemenang tender, pengaturan harga termasuk titipan yang menjadi bagian bagi para pejabat.Petral bahkan dikabarkan alat bagi Reza Chalid untuk mengendalikan lima buah perusahaan dalam holding company Global Energy Resources. Lima anak perusahaan ini yang disebut-sebut memoncerkan praktik mafia migas dibawah kendali Reza Chalid.
Tapi selama ini pihak KPK selalu hanya menjanjikan akan mengusutnya, sampai pada akhirnya Presiden Joko Widodo berteriak keras melalui Menkopolhukam Mahfud MD, yang kemudian selama sepekan ini pemberitaan dihampir semua media menyoroti kasus besar yang justru dilaporkan langsung oleh Presiden Jokowi tapi terkesan tidak digubris oleh KPK. Hal ini yang membuat pihak lain seperti Polri dan Jaksa Agung akan segera kini tengah berada dilapangan secara senyap untuk menangkap pengusaha Riza Chalid yang belakangan diketahui akan menghindar lari keluar negeri seperti dalam kasus kasus besar masa lalu.
Salah satunya yang dilaporkan oleh Presiden Jokowi adalah Terkait kasus ini, Bambang Irianto selama periode 2010-2013 diduga menerima suap sekitar USD 2,9 juta dari Kernel Oil Ltd. Diduga suap diterima melalui perusahaan SIAM Group Holding Ltd yang berkedudukan hukum di British Virgin Island.
Tim khusus Bareskrim yang kini berada dilapangan mengatakan pada masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, nama Riza Chalid sering disebut atas dugaan keterkaitannya sebagai pihak ketiga. Dalam kasus pengadaan minyak selama periode 2012-2014 di anak usaha PT Pertamina, Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Dari hasil investigasi diketahui bahwa jaringan mafia minyak dan gas itu menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau Rp 250 triliun selama tiga tahun. _"Tuan RC"_ ini yang menjadi perantara dengan perusahaan minyak milik negara lain (national oil company/NOC) untuk meraih keuntungan lebih banyak.
Kini dengan galaunya pihak KPK yang sebentar lagi akan berakhir masa priode 2019 hingga Desember tahun ini juga, maka sebelum para komisioner baru Komjen Firly cs yang merupakan mantan Deputi penindakan KPK yang ditendang oleh sekelompok pengusa di KPK, justru akan memprioritaskan kasus yang menjadi kepusingan Jokowi, sekaligus melibas habis oknum oknum yang dinilai memang sudah tidak layak berada dilembaga anti rasuah itu.
_"Apa yang belum tuntas, akan kita tuntaskan secara baik, apalagi yang menyangkut kasus korupsi besar yang menjadi konsen bapak Presiden."_ kata Firly, Ketua terpillih KPK secara total di Komisi III DPR RI, yang pekan lalu naik pangkat menjadi Komjen pol.
*** Emil F Simatupang.
Langganan:
Postingan (Atom)






