YANG MULIA BAPAK DIN SJAMSUDDIN.
Assalamualaikum, ww..
Semoga BAPAK selalu dalam lingkup rahmat Allah dan kebaikan.
Beberapa kali sy mengomentari statemen² bapak di medsos dan pernah sekali sy digeruduk oleh Kokam Jatim di Polsek Waru, krn memgkritik bapak ttg pidato kesenjangan ekonomi umat dan dimana bapak menyisipkan kalimat seolah golongan tertentu dinegeri ini telah membuat dosa besar atas ketidakpunyaan ekonomi umat islam di Indonesia, pdhl thn 1993-96 kl tdk salah bapak pernah jd tim riset ekonomi, saat itu bapak msh di Golkar. Dan kenapa bapak tidak menyalahkan orba dgn pusat orbit di Cendana.
Yang mulia Pak Din, pasca presiden menyusun kabinet Indonesia maju, khususnya kehadiran Bpk. FACHRUL ROZI sbg menteri agama, komen bapak sangat tendensius, ada bbrp screen shoot sy sampaikan atas hal tersebut. Semoga itu hoaks. Termasuk screen shoot dari media internasional yg memasukkan bapak dlm list teroris pd urutan 119. Oh mai got, Ini harusnya bapak bs tuntut secara proporsional, krn telah merusak nama baik seorang yg bgt kredibel pd bidang keislaman Indonesia, dimasukkan dlm daftar teroris. Kami sbg rakyat tetampar atas berita itu, karena bapak bukan kelas Amrozi, dan Rizieq Shihab.
Bapak dalah ulama terkemuka Indonesia dan diakui dunia?, sy lupa apakah bapak msk dlm kelompok 100 org islam berpengaruh di dunia, kl Pak Jokowi sy ingat no. 56, kl tak salah.
Yang Mulia Pak Din, krn ketokohan Bapak yg pernah menjabat ketua umum Muhammadiyah ormas terbesar kedua umat islam di Indonesia, maka apa saja statemen yg bapak ucapkan menjadi viral, sama dgn viralnya Bp. Amin Rais dan keluarganya, yg bisa mengetuk pintu langit dan mendikte malaikat walau ramalannya 11-12 dgn Permadi.
Anda dan Amin adalah dua tokoh Muhammadiyah yg seharusnya sama juga dgn Buya Syafi'i yg begitu saya kabumi, karena Buyalah yg masih menjaga nama Muhammadiyah diluar perpolitikan yg penuh kekotoran dan kemunafikan serta menjijikkan itu.
Simpelnya anda dan Amin dibandingkan dgn Buya seperti air dan minyak. Disadari atau tidak, kalian telah membuat Muhammadiyah kadang berminyak kadang ber-air. Ini yg disebut panas-dingin.
Pak Din, adalah sia-sia kalau gaya anda memprontali kebijakan pemerintah, khususnya penempatan Bpk. FR sbg kemenag. Bapak tdk bs merendahkan Bpk. FR, dia juga ulama dalam prilakunya walau bkn dalam titelnya, karena titel apa saja akan bisa terasa baik dan ada manfaatnya bila dicoating dgn akhlak mulia. FR, pria kelahiran Aceh ini sangat relegius, walau beliau tdk bekas ketua MUI dan ketua ormas islam. Namun kesantunan bergamanya luar biasa, pemahaman islamnya adalah urat nadi rahmatan lil alamin sebagaimana islam yg sesungguhnya.
Beliau menjalankan ketauladanan apa yg nabi ajarkan, walau Bpk. FR tdk menyuapi orang Yahudi buta di sudut jalan, namun beliau tlh menyuapi kita dgn prilaku islam yg damai, dan menganjurkan islam yg sejuk dlm arti berprilaku, makanya aksi radikal tak bisa ditoleransi, TINDAKAN RADIKAL HRS DIHABISI. Dan beliaulah satu-satunya yg pernah sy dengar bhw beliau adalah menteri agama Indonesia, bkn menteri agama islam. Beliau telah mendudukkan esensi sebenarnya, sesuai azas dan ideologi Pancasia yg tak bisa di ganti, Pancasila adalah konsensus bernegara RI.
Jadi, MENTERI AGAMA ADALAH MENTERI AGAMA RI, BUKAN MENTERI AGAMA ISLAM.
Yg mulia Pak Din, knp kesannya anda berang atas rencana kerja menteri agama yg akan menertibkan ceramah² radikal di Indonesia, yg nota bene sdh menjalar ke sendi umat islam Indonesia khususnya kaum pemaham islam eksklusif, yg relasi kuasanya diatas umat islam Indonesia dgn anggapan bahwa islam nusantara bkn islam, padahal universitalitas islam saat ini sebenarnya hanya tinggal pada syahadat saja.
Kerusakan tatanan sosial bgt terasa, bapak ingat bgmn pilkada Jakarta bgt masifnya agama dijual murah, dan parahnya wkt itu seolah kita sepakat bhw islam itu begitu jahat, sampai seolah membuang jauh ketauladanan nabi yg begitu menjaga islam sampai akhir hayatnya.
Saya mengatakan pilkada Jakarta saat itu adalah perusakan islam dgn cara membusukkan dari dalam, karena secara sadar hasilnya adalah barang busuk dlm prilaku keseharian, ya Anies itu adalah produk buruk dari sebuah proses yg penuh kekejian. Mesjid dijadikan amunisi menyerang Ahok, lembaga hukum jd kandang perangkap menjerat Ahok, Ahok tak bs membela, dia dipenjara, sementara Buni Yani sang pengedit entah kemana, Rizieq sang ulama yg mendeklarasikan ulama umat islam Indonesia, entah dgn jalan kesurupan apa dia bs mengklain islam Indonesia sdh di bawah komandonya. Padahal 212 saja sdh gak karuan bentuknya, FPI sdh tinggal menghitung hari utk tak ada lagi. Tapi Rizieq sendiri akhlaknya dibawah rata-rata. Secara keseluruhan itulah tipikal radikal, utamanya mulutnya, mulutnya penyulut radikalisme yg ada ditengah kita.
Pak Din, sy adalah muslim, yg blm tentu Islam, nmn sy berusaha kesana, menjadi islam yg kaffah dan menjadi warga negara yg kaffah pula, sehingga ego agama sy bs sy letakkan dlm tataran yg benar, bkn membenar²kan.
Definisi kebaikan tiap hari kita lafaskan, nmn nyaris luput kita aksikan bahkan indikasinya saja nyaris tak ada, sementara radikalisme definisinya kita debatkan, pdhl aksinya sdh kita rasakan, dan mereka sukses melakonkan.
Sy tdk mengajari ikan berenang, namun bila yg anda tak merasakan radikalisme ada ditengah kita, kiranya perlu diasah sensitifitas batin bapak utk di "tera" ulang apakah islam yg rahmatan lil alamin msh ada di hati anda, apakah kasus penusukan Pak Wiranto cuma tusukan tukang copet, dan banyak hal yg bisa dilihat dijalan, medsos, dst, bgmn Felix Siaw yg belajarnya tak seujung kuku hitam anda, bisa berceramah dgn dalil yg bisa merusak sendi bernegara, bgt jg Bchtiar Nasir, dkk. Mereka jelas menentang dan memarjinalkan Pancasila, bgmn menurut anda, apakah itu biasa² saja, apa Abdul Bashit dgn 29 bom yg direncanakan itu hanya mainan, mau kita sebut apa mereka, orang mulia yg berjihad utk Islam, dgn membunuh saudaranya, apa mau disebut sekedar "nakal", nakal kok ngebom, nakal itu kalau rekreasi cari bidadari ke kampung Arab di puncak. Atau nakalnya Pak JK ngundang Zakir Naik dan Thaliban ke istana, itu baru nakal.
Yg mulia Pak Din, anda kan dekat dgn Pak Jokowi, anda bs kpn saja telpon beliau, kalau ada yg tak pas bs dikasi masukan, jd tdk berteriak fals seolah umat islam Indonesia tersinggung atas kalimat radikal, atau tersinggung krn menteri agamanya bkn kiayi atau ulama kenamaan. GUSMUS mengatakan, NU itu bkn ngurusi menteri, tapi Indonesia. Jadi, harusnya bapak yg msh ada bekas icon MU berfikirnya bisa lebih berisi sama, tak usah berang, biasa² ajalah, atau memang kalimat radikal itu bapak rasakan ada didalam perasaan. Lagian kan Pak Jokowi memakai hak prerogatifnya sbg presiden, dan programnya utk membenahi SDM, kalau bapak punya rasa Indonesia, mestinya kalimat mensuppot yg keluar dlm ujud suara, jgn rasan² dipinggir jalan kelas lesehan. Negarawan kok baperan. Apa kl blm bs ktm Pak Jokowi, call saja Pak Machfud, Tito, Fachrul, ajak ngopi² sharing saja, gak perlu formal, gak perlu pakai jas, tp outputnya jelas. Jadi grass root gak was-was.
Jadi, begitu saja yg mulia Pak Din, sy gak bs kasi solusi, sy hanya sebatas sbg muslim yg berusaha memberi indikasi bhw sy masih islam, tentunya islam gak pakai radikal dan bs mencekal hati utk tak brutal.
Demikian sekedar masukan, mhn maaf kalau kurang berkenan. SALAM NKRI.
Biakto Biakto.
Kamis, 31 Oktober 2019
Sabtu, 26 Oktober 2019
BENDERA ISIS DAN HTI BUKAN BENDERA ISLAM, BUKAN BENDERA TAUHID, BUKAN PULA BENDERA RASUL!
BENDERA ISIS DAN HTI BUKAN BENDERA ISLAM, BUKAN BENDERA TAUHID, BUKAN PULA BENDERA RASUL!
Oleh : Prof. Nadirsyah Hosen, Ph.D
ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yang mereka miliki adalah sesuai dengan Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak! Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya ?
Secara umum hadits-hadits yang menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yang bilang hitam saja, ada yang bilang putih saja, ada riwayat yang bilang hitam dan putih, malah ada yang bilang merah dan juga kuning. Riwayat lain bendera itu gak ada tulisan apa-apa. Jadi gak ada tulisan tauhidnya, cuma kosong saja. Riwayat lain bilang ada tulisan tauhidnya. Riwayat seputar ini banyak sekali, dan para ulama sudah memberikan penilaian. Secara umum tidak berkualitas sahih.
Dalam sejarah Islam juga kita temukan fakta yang berbeda lagi. Ada yang bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga berwarna putih. Apa mau bilang para Khalifah ini tidak mengikuti bendera Rasul? Ribet kan!
Jadi yang mana bendera khilafah? Yah tergantung anda mau merujuk ke Khilafah Umayyah atau Abbasiyah? Gak ada hal yang baku soal bendera ini. Coba saja buka kitab Ahkamus Sulthaniyah karya Imam Mawardi: apa ada pembahasan soal bendera negara Khilafah? Enggak ada! Kenapa yang gak ada terus mau diada-adakan seolah menjadi urusan syariat? Mau bilang Imam al-Mawardi gak paham soal ini? Nah, tambah ribet kan!
Konteks bendera dan panji dipakai Rasul itu sewaktu perang untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara. Jadi kalau ISIS dan HTI tiap saat mengibarkan liwa dan rayah, emangnya kalian mau perang terus? Kok kemana-mana mengibarkan bendera perang?
Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera merah putih. Masak ada negara dalam negara?! Ini namanya makar! Bahkan ada tokoh HTI yang mempertanyakan apa ada haditsnya bendera RI yang berwarna merah-putih? Nah kan, kelihatan makarnya, sudah mereka tidak mau menerima Pancasila dan UID 1945, sekarang mereka juga menolak bendera merah-putih. Jadi, yang syar’i itu bendera HTI, begitu maunya mereka, padahal urusan bendera ini bukan urusan syari’at.
Sekarang bagaimana status hadits soal bendera ini? Kita bahas singkat saja biar gak makin ribet membacanya.
Hadits riwayat Thabrani dan Abu Syeikh yang bilang bendera Rasul hitam dan panjinya putih itu dhaif. Mengapa demikian? Riwayat Thabrani ini dhaif karena ada rawi yang dianggap pembohong yaitu Ahmad bin Risydin. Bahkan kata Imam Dzahabi, dia pemalsu hadits.
Riwayat Abu Syeikh dari Abu Hurairah itu dhaif karena kata Imam Bukhari rawi yang namanya Muhammad bin Abi Humaid itu munkar.
Riwayat Abu Syeikh dari Ibn Abbas menurut Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari, sanadnya lemah sekali.
وجنح الترمذي إلى التفرقة فترجم بالألوية وأورد حديث جابر ” أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض ” ثم ترجم للرايات وأورد حديث البراء ” أن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء مربعة من نمرة ” وحديث ابن عباس ” كانت رايته سوداء ولواؤه أبيض ” أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وأخرج الحديث أبو داود ، والنسائي أيضا ، ومثله لابن عدي من حديث أبي هريرة ، ولأبي يعلى من حديث بريدة ، وروى أبو داود من طريق سماك عن رجل من قومه عن آخر منهم ” رأيت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم صفراء ” ويجمع بينها باختلاف الأوقات ، وروى أبو يعلى عن أنس رفعه ” أن الله أكرم أمتي بالألوية ” إسناده ضعيف ، ولأبي الشيخ من حديث ابن عباس ” كان مكتوبا على رايته : لا إله إلا الله محمد رسول الله ” وسنده واه
Kalau sudah Ibn Hajar yang komentar soal hadits, HTI dan ISIS mau ngeles apa lagi? Jangan marah sama saya, saya hanya mengutip pendapat Ibn Hajar yang otoritasnya dalam ilmu Hadits sangat diakui dalam dunia Islam. Kalau ada ulama yg menyatakan hadits Abu Syeikh ini sahih, ya silakan saja. Saya lebih percaya dengan Ibn Hajar daripada dengan ulama HTI.
Komentar Ibn Hajar di atas itu telak sekali. Semoga ini membuka mata para kader HTI, yang sudah dibubarkan pemerintah itu. Bendera HTI dan juga ISIS tidak memliki landasan yang kuat. Tidak ada perintah Rasulullah untuk kita mengangkat bendera semacam itu; tidak ada kesepakatan mengenai warnanya, dan apa ada tulisan atau kosong saja, dan tidak ada kesepakatan dalam praktek khilafah jaman dulu, serta para ahli Hadits seperti Ibn Hajar menganggap riwayatnya tidak sahih.
Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu berbeda dengan di bendera ISIS dan HTI. Jaman Rasul, tulisan al-Qur’an belum ada titik, dan khatnya masih pra Islam yaitu khat kufi. Makanya meski mirip, bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kenapa ayo? Kan sama-sama mengklaim bendera Islam? Itu karena tulisan khat-nya rekaan mereka saja. Gak ada contoh yang otentik dan sahih bendera Rasul itu seperti apa. Itu rekaan alias imajinasi orang-orang ISIS dan HTI berdasarkan hadits-hadits yang tidak sahih
Jadi jangan mau dibohongin yah sama bendera Islam-nya HTI dan ISIS.
Perkara ini bukan masuk kategori syari’ah yg harus ditaati. Gak usah ragu menurunkan bendera HTI dan ISIS. Itu bukan bendera Islam, bukan bendera Tauhid.
Tapi ada tulisan tauhidnya? Masak kita alergi dengan kalimat tauhid? Itu hanya akal-akalan mereka saja. Untuk mengujinya gampang saja, kenapa HTI gak mau mengangkat bendera ISIS dan kenapa orang ISIS tidak mau mengibarkan bendera HTI padahal sama-sama ada kalimat Tauhid-nya? Itu karena sifat sebuah bendera di masa modern ini sudah merupakan ciri khas perangkat dan simbol negara. Misalnya warga Indonesia tidak mau mengangkat bendera Belanda atau lainnya. Bukan karena benci dengan pilihan warna bendera mereka, tapi karena itu bukan bendera negara kita.
Bendera itu merupakan ciri khas sebuah negara. Apa HTI dan ISIS mau mengangkat bendera berisikan kalimat Tauhid yang khat dan layout-nya berbeda dengan ciri khas milik mereka? Atau angkat saja deh bendera Arab Saudi yang juga ada kalimat Tauhidnya. Gimana? Gak bakalan mau kan. Karena bendera sudah menjadi bagian dari gerakan mereka. Maka jelas bendera ISIS dan HTI bukan bendera Islam, bukan bendera Rasul, tapi bendera ISIS dan HTI.
Itu sebabnya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dengan tegas meminta bendera HTI diturunkan dalam sebuah acara. Mursyid yang juga keturunan Rasulullah ini paham benar dengan sejarah dan status hadits soal bendera ini.
Saya ikut pendapatnya Imam Ibn Hajar dan ikut sikap Habib Luthfi.
Tabik,
Oleh : Prof. Nadirsyah Hosen, Ph.D
ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yang mereka miliki adalah sesuai dengan Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak! Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya ?
Secara umum hadits-hadits yang menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yang bilang hitam saja, ada yang bilang putih saja, ada riwayat yang bilang hitam dan putih, malah ada yang bilang merah dan juga kuning. Riwayat lain bendera itu gak ada tulisan apa-apa. Jadi gak ada tulisan tauhidnya, cuma kosong saja. Riwayat lain bilang ada tulisan tauhidnya. Riwayat seputar ini banyak sekali, dan para ulama sudah memberikan penilaian. Secara umum tidak berkualitas sahih.
Dalam sejarah Islam juga kita temukan fakta yang berbeda lagi. Ada yang bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga berwarna putih. Apa mau bilang para Khalifah ini tidak mengikuti bendera Rasul? Ribet kan!
Jadi yang mana bendera khilafah? Yah tergantung anda mau merujuk ke Khilafah Umayyah atau Abbasiyah? Gak ada hal yang baku soal bendera ini. Coba saja buka kitab Ahkamus Sulthaniyah karya Imam Mawardi: apa ada pembahasan soal bendera negara Khilafah? Enggak ada! Kenapa yang gak ada terus mau diada-adakan seolah menjadi urusan syariat? Mau bilang Imam al-Mawardi gak paham soal ini? Nah, tambah ribet kan!
Konteks bendera dan panji dipakai Rasul itu sewaktu perang untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara. Jadi kalau ISIS dan HTI tiap saat mengibarkan liwa dan rayah, emangnya kalian mau perang terus? Kok kemana-mana mengibarkan bendera perang?
Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera merah putih. Masak ada negara dalam negara?! Ini namanya makar! Bahkan ada tokoh HTI yang mempertanyakan apa ada haditsnya bendera RI yang berwarna merah-putih? Nah kan, kelihatan makarnya, sudah mereka tidak mau menerima Pancasila dan UID 1945, sekarang mereka juga menolak bendera merah-putih. Jadi, yang syar’i itu bendera HTI, begitu maunya mereka, padahal urusan bendera ini bukan urusan syari’at.
Sekarang bagaimana status hadits soal bendera ini? Kita bahas singkat saja biar gak makin ribet membacanya.
Hadits riwayat Thabrani dan Abu Syeikh yang bilang bendera Rasul hitam dan panjinya putih itu dhaif. Mengapa demikian? Riwayat Thabrani ini dhaif karena ada rawi yang dianggap pembohong yaitu Ahmad bin Risydin. Bahkan kata Imam Dzahabi, dia pemalsu hadits.
Riwayat Abu Syeikh dari Abu Hurairah itu dhaif karena kata Imam Bukhari rawi yang namanya Muhammad bin Abi Humaid itu munkar.
Riwayat Abu Syeikh dari Ibn Abbas menurut Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari, sanadnya lemah sekali.
وجنح الترمذي إلى التفرقة فترجم بالألوية وأورد حديث جابر ” أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض ” ثم ترجم للرايات وأورد حديث البراء ” أن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء مربعة من نمرة ” وحديث ابن عباس ” كانت رايته سوداء ولواؤه أبيض ” أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وأخرج الحديث أبو داود ، والنسائي أيضا ، ومثله لابن عدي من حديث أبي هريرة ، ولأبي يعلى من حديث بريدة ، وروى أبو داود من طريق سماك عن رجل من قومه عن آخر منهم ” رأيت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم صفراء ” ويجمع بينها باختلاف الأوقات ، وروى أبو يعلى عن أنس رفعه ” أن الله أكرم أمتي بالألوية ” إسناده ضعيف ، ولأبي الشيخ من حديث ابن عباس ” كان مكتوبا على رايته : لا إله إلا الله محمد رسول الله ” وسنده واه
Kalau sudah Ibn Hajar yang komentar soal hadits, HTI dan ISIS mau ngeles apa lagi? Jangan marah sama saya, saya hanya mengutip pendapat Ibn Hajar yang otoritasnya dalam ilmu Hadits sangat diakui dalam dunia Islam. Kalau ada ulama yg menyatakan hadits Abu Syeikh ini sahih, ya silakan saja. Saya lebih percaya dengan Ibn Hajar daripada dengan ulama HTI.
Komentar Ibn Hajar di atas itu telak sekali. Semoga ini membuka mata para kader HTI, yang sudah dibubarkan pemerintah itu. Bendera HTI dan juga ISIS tidak memliki landasan yang kuat. Tidak ada perintah Rasulullah untuk kita mengangkat bendera semacam itu; tidak ada kesepakatan mengenai warnanya, dan apa ada tulisan atau kosong saja, dan tidak ada kesepakatan dalam praktek khilafah jaman dulu, serta para ahli Hadits seperti Ibn Hajar menganggap riwayatnya tidak sahih.
Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu berbeda dengan di bendera ISIS dan HTI. Jaman Rasul, tulisan al-Qur’an belum ada titik, dan khatnya masih pra Islam yaitu khat kufi. Makanya meski mirip, bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kenapa ayo? Kan sama-sama mengklaim bendera Islam? Itu karena tulisan khat-nya rekaan mereka saja. Gak ada contoh yang otentik dan sahih bendera Rasul itu seperti apa. Itu rekaan alias imajinasi orang-orang ISIS dan HTI berdasarkan hadits-hadits yang tidak sahih
Jadi jangan mau dibohongin yah sama bendera Islam-nya HTI dan ISIS.
Perkara ini bukan masuk kategori syari’ah yg harus ditaati. Gak usah ragu menurunkan bendera HTI dan ISIS. Itu bukan bendera Islam, bukan bendera Tauhid.
Tapi ada tulisan tauhidnya? Masak kita alergi dengan kalimat tauhid? Itu hanya akal-akalan mereka saja. Untuk mengujinya gampang saja, kenapa HTI gak mau mengangkat bendera ISIS dan kenapa orang ISIS tidak mau mengibarkan bendera HTI padahal sama-sama ada kalimat Tauhid-nya? Itu karena sifat sebuah bendera di masa modern ini sudah merupakan ciri khas perangkat dan simbol negara. Misalnya warga Indonesia tidak mau mengangkat bendera Belanda atau lainnya. Bukan karena benci dengan pilihan warna bendera mereka, tapi karena itu bukan bendera negara kita.
Bendera itu merupakan ciri khas sebuah negara. Apa HTI dan ISIS mau mengangkat bendera berisikan kalimat Tauhid yang khat dan layout-nya berbeda dengan ciri khas milik mereka? Atau angkat saja deh bendera Arab Saudi yang juga ada kalimat Tauhidnya. Gimana? Gak bakalan mau kan. Karena bendera sudah menjadi bagian dari gerakan mereka. Maka jelas bendera ISIS dan HTI bukan bendera Islam, bukan bendera Rasul, tapi bendera ISIS dan HTI.
Itu sebabnya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dengan tegas meminta bendera HTI diturunkan dalam sebuah acara. Mursyid yang juga keturunan Rasulullah ini paham benar dengan sejarah dan status hadits soal bendera ini.
Saya ikut pendapatnya Imam Ibn Hajar dan ikut sikap Habib Luthfi.
Tabik,
GEBRAKAN BAPAK ERYK TOHER
GEBRAKAN ERICK THOHIR DI HARI PERTAMANYA SEBAGAI MENTERI BUMN
Berikut arahan Erick Thohir ke jajaran Kementrian BUMN dihari pertamanya:
Satu, saya datang untuk tidak pernah gagal. Harus jelas KPI. Harus dicapai, kalau rugi memang sudah diketahui akan rugi sebagai fungsi BUMN. Ingat kita disorot masyarakat sebagai agent of change.
Dua, terbuka, silahkan Sesmen share nomor hp, wa, telegram saya untuk para direksi. Namun harus ada courtesy, tidak menjelekkan pejabat terdahulu, tidak menjelekkan sesama direksi, ingat tidak ada manusia yang sempurna, tidak menjelekkan BUMN lainnya, jangan wa complaint melulu, beri solusi.
Tiga, Saya datang sebagai profesional. Bukan orang partai, perusahaan, dlsb. Jadi tidak ada titip-titipan, begitu pula kalian tidak ada titipan si anu.
Empat, beri saya waktu untuk belajar.
Lima, selama 3 bulan ke depan, saya jangan diundang acara seremoni-seremoni. Saya tidak akan datang.
Enam, Saya tidak akan mengganggu waktu Sabtu dan Minggu, itu untuk keluarga, kecuali ada yang urgent sehingga harus dipanggil bertemu saya.
Kehadiran Erick Thohir menjadi Menteri BUMN direspon positif oleh pasar saham, sebagian besar saham saham BUMN bergerak naik. (*)
Erick Thohir, Menteri BUMN
Berikut arahan Erick Thohir ke jajaran Kementrian BUMN dihari pertamanya:
Satu, saya datang untuk tidak pernah gagal. Harus jelas KPI. Harus dicapai, kalau rugi memang sudah diketahui akan rugi sebagai fungsi BUMN. Ingat kita disorot masyarakat sebagai agent of change.
Dua, terbuka, silahkan Sesmen share nomor hp, wa, telegram saya untuk para direksi. Namun harus ada courtesy, tidak menjelekkan pejabat terdahulu, tidak menjelekkan sesama direksi, ingat tidak ada manusia yang sempurna, tidak menjelekkan BUMN lainnya, jangan wa complaint melulu, beri solusi.
Tiga, Saya datang sebagai profesional. Bukan orang partai, perusahaan, dlsb. Jadi tidak ada titip-titipan, begitu pula kalian tidak ada titipan si anu.
Empat, beri saya waktu untuk belajar.
Lima, selama 3 bulan ke depan, saya jangan diundang acara seremoni-seremoni. Saya tidak akan datang.
Enam, Saya tidak akan mengganggu waktu Sabtu dan Minggu, itu untuk keluarga, kecuali ada yang urgent sehingga harus dipanggil bertemu saya.
Kehadiran Erick Thohir menjadi Menteri BUMN direspon positif oleh pasar saham, sebagian besar saham saham BUMN bergerak naik. (*)
Erick Thohir, Menteri BUMN
Jumat, 25 Oktober 2019
HTI sudah lama menipu Umat tentang benderanya
HTI sudah mengantisipasi segala kemungkinan sejak lama.
Lambang resmi HT adalah bendera liwa' dan roya' saling silang bertulis Hizbut Tahrir.
Untuk menipu umat, mereka memisahkan liwa' dan roya' versi mereka sendiri dan dikampanyekan sebagai bendera dan panji Rosulullah.
Ketika HTI dibubarkan, otomatis bendera resmi HTI jadi terlarang. Karena itu mereka bergerak dengan liwa' dan roya'.
Padahal jelas sekali itu bukan liwa' dan roya' Rosulullah SAW. Sebab khod (font/karakter huruf) yang dipakai adalah khod modern. Sementara khod jaman Rosulullah adalah khod kufi.
So, yang dibakar sama Sahabat Banser jelas bukan bendera tauhid , tapi bendera propaganda khilafah ala HTI.
Matur suwun
~Shuniya Ruhama
#HWMI
#HubbulWathonMinalIman
Lambang resmi HT adalah bendera liwa' dan roya' saling silang bertulis Hizbut Tahrir.
Untuk menipu umat, mereka memisahkan liwa' dan roya' versi mereka sendiri dan dikampanyekan sebagai bendera dan panji Rosulullah.
Ketika HTI dibubarkan, otomatis bendera resmi HTI jadi terlarang. Karena itu mereka bergerak dengan liwa' dan roya'.
Padahal jelas sekali itu bukan liwa' dan roya' Rosulullah SAW. Sebab khod (font/karakter huruf) yang dipakai adalah khod modern. Sementara khod jaman Rosulullah adalah khod kufi.
So, yang dibakar sama Sahabat Banser jelas bukan bendera tauhid , tapi bendera propaganda khilafah ala HTI.
Matur suwun
~Shuniya Ruhama
#HWMI
#HubbulWathonMinalIman
GUS BAHA'
Ngaji Gus Baha' : Sanad
@ngajikyai
Ciri AHLUSSUNNAH di zaman akhir itu, dalam aqidah menganut ABU HASAN AL ASY'ARI dan menganut IMAM ABU MANSUR AL MATURIDI.
.
Dalam FIQIH mengikuti salah satu mazhab 4 yaitu: IMAM ABU HANIFAH, IMAM MALIK, IMAM SYAFI'I atau IMAM AHMAD bin HAMBAL. Dan dalam tasawuf mengikuti salah satu mazhab antara ABUL QOSIM AL-JUNAIDI atau IMAM GHOZALI.
.
Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa NABI tidak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH seperti itu. Ya tentu NABI tidak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman NABI belum ada IMAM GHOZALI, belum ada ABBUL QOSIM AL JUNAIDI.
.
Tapi kita percaya dengan definisi seperti itu. Mengapa? Karena kita percaya bahwa ASWAJA itu, orang yang seperti di katakana NABI:
.
“MA ANA ALAIHIL YAUMA WA ASHABI”
Yaitu “Orang yang mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.”
.
Itu teks yang disampaikan NABI. Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita? Karena kalau kita tidak menyebut sanad, akan muncul pertanyaan.
.
“Kamu ko bisa tahu SHAHABAT melakukan itu kata siapa?” jawabnya “Kata guru saya.” Kita kan tidak bisa langsung mengatakan “kata NABI"
.
Kata NABI itu yang meriwayatkan siapa? Contoh IMAM BUKHORI. IMAM BUKHORI itu siapa? Beliau itu muridnya IMAM SYAFI'I. Karena IMAM BUKHORI itu periodenya setelah IMAM SYAFI'I. Saya hafal sanadnya IMAM BUKHORI sampai ke RASULULLAH SAW. Dan saya (GUS BAHA'-red) punya sanad sampai IMAM BUKHORI.
.
Misalkan kalian ditanya, “kamu tahu AMERIKA?”
.
Terus kamu jawab “Tahu.”
.
“Kok bisa tahu AMERIKA?
.
Dan kamu jawab “lihat di TV.”
.
Televisi saja kamu jadikan sanad kok IMAM SYAFI'I tidak kamu jadikan sanad.
.
Misalkan lagi. “Kamu kok tahu kalau ketua DPR tersangka?”
.
“Kata TV”.
.
Sanadmu dari mana?
.
“Kan dari TV.”
.
Contoh lagi, misalkan kamu ditanya suatu hal, terus kamu jawab “NABI itu berkata gini, jadi tak perlu ULAMA, harus ke NABI saja langsung. Lha kamu kok tahu kalau NABI bilang seperti itu kata siapa? Apa kamu mau jawab lewat mimpi? Akhirnya mau tidak mau tidak mau kamu harus menyebutkan guru. Makanya ada tradisi menyebut SANAD, atau disebut juga menyebut ULAMA.
.
#GusBaha
@ngajikyai
Ciri AHLUSSUNNAH di zaman akhir itu, dalam aqidah menganut ABU HASAN AL ASY'ARI dan menganut IMAM ABU MANSUR AL MATURIDI.
.
Dalam FIQIH mengikuti salah satu mazhab 4 yaitu: IMAM ABU HANIFAH, IMAM MALIK, IMAM SYAFI'I atau IMAM AHMAD bin HAMBAL. Dan dalam tasawuf mengikuti salah satu mazhab antara ABUL QOSIM AL-JUNAIDI atau IMAM GHOZALI.
.
Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa NABI tidak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH seperti itu. Ya tentu NABI tidak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman NABI belum ada IMAM GHOZALI, belum ada ABBUL QOSIM AL JUNAIDI.
.
Tapi kita percaya dengan definisi seperti itu. Mengapa? Karena kita percaya bahwa ASWAJA itu, orang yang seperti di katakana NABI:
.
“MA ANA ALAIHIL YAUMA WA ASHABI”
Yaitu “Orang yang mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.”
.
Itu teks yang disampaikan NABI. Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita? Karena kalau kita tidak menyebut sanad, akan muncul pertanyaan.
.
“Kamu ko bisa tahu SHAHABAT melakukan itu kata siapa?” jawabnya “Kata guru saya.” Kita kan tidak bisa langsung mengatakan “kata NABI"
.
Kata NABI itu yang meriwayatkan siapa? Contoh IMAM BUKHORI. IMAM BUKHORI itu siapa? Beliau itu muridnya IMAM SYAFI'I. Karena IMAM BUKHORI itu periodenya setelah IMAM SYAFI'I. Saya hafal sanadnya IMAM BUKHORI sampai ke RASULULLAH SAW. Dan saya (GUS BAHA'-red) punya sanad sampai IMAM BUKHORI.
.
Misalkan kalian ditanya, “kamu tahu AMERIKA?”
.
Terus kamu jawab “Tahu.”
.
“Kok bisa tahu AMERIKA?
.
Dan kamu jawab “lihat di TV.”
.
Televisi saja kamu jadikan sanad kok IMAM SYAFI'I tidak kamu jadikan sanad.
.
Misalkan lagi. “Kamu kok tahu kalau ketua DPR tersangka?”
.
“Kata TV”.
.
Sanadmu dari mana?
.
“Kan dari TV.”
.
Contoh lagi, misalkan kamu ditanya suatu hal, terus kamu jawab “NABI itu berkata gini, jadi tak perlu ULAMA, harus ke NABI saja langsung. Lha kamu kok tahu kalau NABI bilang seperti itu kata siapa? Apa kamu mau jawab lewat mimpi? Akhirnya mau tidak mau tidak mau kamu harus menyebutkan guru. Makanya ada tradisi menyebut SANAD, atau disebut juga menyebut ULAMA.
.
#GusBaha
Rabu, 23 Oktober 2019
SUSUNAN KABINET KERJA MASA BAKTI 2019 - 2024
Berikut Susunan Kabinet II Jokowi-Amin periode 2019-2024.
Presiden RI. Ir. H. Joko Widodo.
Wakil Presiden RI. Prof. Dr (HC) KH. Ma'ruf Amin.
Presiden RI. Ir. H. Joko Widodo.
Wakil Presiden RI. Prof. Dr (HC) KH. Ma'ruf Amin.
1. Menko Polhukam: Mahfud Md
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto ( Golkar )
3. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menko PMK: Muhadjir Effendy
5. Mensesneg: Pratikno
6. Mendagri: Jenderal Tito Karnavian
7. Menlu: Retno LP Marsudi
8. Menhan: Prabowo Subianto ( Gerindra )
9. Menkum HAM: Yasonna Laoly ( PDIP )
10. Menkeu: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menperin: Agus Gumiwang Kartasasmita ( Golkar )
13. Mendag: Agus Suparmanto ( PKB )
14. Mentan: Syahrul Yasin Limpo ( Nasdem )
15. Menteri KLHK: Siti Nurbaya Bakar ( Nasdem )
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto ( Golkar )
3. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menko PMK: Muhadjir Effendy
5. Mensesneg: Pratikno
6. Mendagri: Jenderal Tito Karnavian
7. Menlu: Retno LP Marsudi
8. Menhan: Prabowo Subianto ( Gerindra )
9. Menkum HAM: Yasonna Laoly ( PDIP )
10. Menkeu: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menperin: Agus Gumiwang Kartasasmita ( Golkar )
13. Mendag: Agus Suparmanto ( PKB )
14. Mentan: Syahrul Yasin Limpo ( Nasdem )
15. Menteri KLHK: Siti Nurbaya Bakar ( Nasdem )
18. Menaker: Ida Fauziyah ( PKB )
19. Mendes PDTT: Abdul Halim Iskandar ( PKB )
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menkes: dr Terawan Agus Putranto
22. Mendikbud: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Mensos: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Jenderal (Purn) Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate ( Nasdem )
28. Menkop UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa ( PPP )
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali
Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung ( PDIP )
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia
16. Menhub: Budi Karya Sumadi
17. Menteri KKP: Edhy Prabowo ( Gerindra )
19. Mendes PDTT: Abdul Halim Iskandar ( PKB )
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menkes: dr Terawan Agus Putranto
22. Mendikbud: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Mensos: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Jenderal (Purn) Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate ( Nasdem )
28. Menkop UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa ( PPP )
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali
Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung ( PDIP )
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia
16. Menhub: Budi Karya Sumadi
17. Menteri KKP: Edhy Prabowo ( Gerindra )
Minggu, 20 Oktober 2019
SURAT TERBUKA GUS MUS UNTUK PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BARU
SURAT TERBUKA GUS MUS UNTUK PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BARU
Kepada yang terhormat dan saya hormati: Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama-tama, perkenankanlah saya ikut menyampaikan Selamat atas pelantikan Bapak berdua sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 2019-2024.⚘
Semoga selamat melaksanakan amanat dan tanggung jawab mensejahterakan rakyat --baik yang mendukung Bapak berdua atau tidak. 🙏
Secara lahiriah rakyat yang memilih, tapi secara hakikat Allahlah yang memilih dan menjadikan Bapak berdua menjadi Presiden dan Wakil Presiden negeri tercinta ini.
Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat.
Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah.
Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolonganNya.
Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai commitment keIndonesiaan dan bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia.
Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka.
Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong Bapak berdua dalam berkhidmah kepada Bangsa dan Negara.
WaffaqakumuLläh ilã mã fiihi khairu ummah.
Salam takzim saya.
A. Mustofa Bisri 🇮🇩
Cc:
Presiden Joko Widodo
Salam Santun..
Sajaydah Amayrah
Kepada yang terhormat dan saya hormati: Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama-tama, perkenankanlah saya ikut menyampaikan Selamat atas pelantikan Bapak berdua sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 2019-2024.⚘
Semoga selamat melaksanakan amanat dan tanggung jawab mensejahterakan rakyat --baik yang mendukung Bapak berdua atau tidak. 🙏
Secara lahiriah rakyat yang memilih, tapi secara hakikat Allahlah yang memilih dan menjadikan Bapak berdua menjadi Presiden dan Wakil Presiden negeri tercinta ini.
Maka tanggungjawab Bapak berdua sungguh berat namun mulia: tanggung jawab terhadap Allah dan rakyat.
Pimpinlah kami rakyat Indonesia dengan cinta dan belas kasih seraya senantiasa mengingat dan memohon pertolongan Allah.
Tantangan seberat apa pun, akan terasa ringan bersama Allah dan pertolonganNya.
Dalam memilih pembantu, pilihlah pembantu yang membantu, bukan yang mengganggu kerja. Pilihlah mereka yang mempunyai commitment keIndonesiaan dan bisa dan mau bekerja tulus untuk Indonesia dan rakyat Indonesia.
Jangan memilih mereka yang menawarkan diri membantu Bapak berdua kecuali mereka yang memang memahami hajat hidup rakyat Indonesia dan mempunyai kemampuan bekerja menjalankan tugas mereka.
Dengan memohon maaf sebesar-besarnya atas kelancangan saya ini, saya ikut mendoakan semoga Allah selalu menolong Bapak berdua dalam berkhidmah kepada Bangsa dan Negara.
WaffaqakumuLläh ilã mã fiihi khairu ummah.
Salam takzim saya.
A. Mustofa Bisri 🇮🇩
Cc:
Presiden Joko Widodo
Salam Santun..
Sajaydah Amayrah
Langganan:
Postingan (Atom)






