ini tulisan Iyyas Subiakto, mantan boss Indofood. Mohon dibaca dengan logika, jangan terbawa emosi:
PAK ANIES, MUNDUR SAJALAH..
( Hadiah tahun baru 2020 ).
Hari ini saya panggil anda dgn sebutan Pak Anies Baswedan, karena nama itu harusnya terjaga sejak lama, sebagaimana nama-nama yg diharapkan oleh orang tua sbg nama anak yg bisa dibanggakan. Dan anda pernah merasakan itu tatkala anda meniti pendidikan, berkarir sampai menjadi menteri, dan akhirnya harus diberhentikan oleh Pak Jokowi karena memang anda tak cakap diberi tanggung jawab, anda lebih berbakat utk selalu pandai dalam tanya jawab. Kini nama indah itu jd bak sampah, diisi sumpah serapah karena anda tak bisa memegang amanah.
Kepiawaian anda dlm hal tanya jawab dapat dimaklumi karena latar belakang anda adalah dosen dan sempat menjadi rektor walau khabarnya dgn jalan yg sedikit kotor. Universitas Paramadina, dimana almarhum Cak Nur yg membidaninya, namun akhirnya sang istripun harus meninggalkannya karena tiba-tiba ada gerombolan yg masuk menguasainya, dan itu termasuk anda katanya.
Saya sempat terkesima awalnya kalau mendengar anda bicara, pernah ada narasi merajut kebangsaan yg anda gagas dgn mengajak anak bangsa mengajar tanpa di bayar. Awal Pak Jokowi mengikuti pilpres anda msk lingkaran itu, dan kami suka itu, anda diangkat jadi Mendikbud namun kementerian itu berkabut krn ada isu tak sedap pemakaian dana pameran buku, dan salah hitung honor guru sampai 23 T.
Pak Anies, andai saja anda sadar kenapa anda diberhentikan dari Mendikbud, ya karena anda punya potensi membuat kemelut, hal itu terbukti saat ini, dimana anda jadi gubernur saja sudah merepotkan Jakarta, warga, dan Indonesia. Prilaku itu sangat rawan utk berbangsa dan punya potensi utk perang saudara, karena mulut anda selain tak bisa dipercaya, juga sangat berbisa.
Sebenarnya sejak awal orang Jakarta sadar akan kapasitas anda, hanya saja saat itu Pak JK dan PS mau menguasai Jakarta krn secara politis krn Jakarta sangat strategis. Kalau dari kapasitas, bgmn anda bisa kerja, jd menteri saja berhenti, apalagi ngimbangi Ahok dan Jokowi, sampai kuda makan besi lagi anda tak akan bisa mengikuti. Belum lagi saat pilkada Jakarta, anda kan gak punya apa-apa, makanya kl gak ada Pak JK, anda memang gak bisa apa-apa. Dan bantuan jualan agama dari kawan² andalah yg punya andil atas semuanya, termasuk bantuan fatwa MUI yg memvonis Ahok sbg penista agama itupun atas editan orderan pemain belakang dgn Buni Yani sbg pelakunya. Hukum lucu berlaku saat itu, dimana ada editan dan pelakunya dipenjara, tapi scr bersamaan ada orang jd korban, ya Ahok itu manusianya yg dikorbankan agar anda bs jd gubernur Jakarta. Sekarang Ahok jd Komut Pertamina, sedang anda terus komat kamit sibuk menyusun kata-kata, dan tetap tak bisa kerja. Jangankan ngurus banjir, ngurus parkir saja anda tak bisa.
Mengawali thn 2020 yg sdh di prediksi bercurah hujan tinggi dan sdh diperingati oleh BMKG agar kesiapannya lbh terinci, tapi seperti biasa, anda jalan dgn pikiran sendiri, normalisasi Ciliwung tak anda tuntaskan, waduk dangkal dibiarkan, gorong-gorong ditelantarkan, herannya malah trotoar dibongkar pasang dgn dana milyaran, sementara dana penanggulangan banjir malah disisir alias dikurangi, selama dua tahun belakangan 800 milyar sdh dana dipangkas, ini seperti ada unsur kesengajaan, sama halnya saat anda memberhentikan pasukan kuning bentukan Ahok yg setiap saat siaga utk menjaga kebersihan sbg tindakan preventif, bukan reaktif yg tak effektif. Dari keterangan Pak Basuki menteri PUPR, bhw jelas luapan kali Ciliwung ada pada bagian yg blm di normalisasi. Pak Basuki itu menteri yg bs kerja, jd orang se Indonesia percaya, bukan seperti anda.
Ada istilah, Tindakan besar memerlukan kekuatan besar, bukan mulut besar. Dan kekuatan besar akan timbul dari tindakan benar, bukan tindakan pembenaran, atau dibenar-benarkan. Sayang anda bukan type orang yg bertindak besar dan benar, anda hanya bermulut besar dgn tindakan tak baik dan tak benar. Salah anda semua atas banjir Jakarta ?, Tentulah tidak. Namun, bila tindakan anda bijak tidak kebanyakan ngelem pasti orang akan positif melihat anda sbg orang yg bisa kerja.
Bertindak dan berprilaku sbg jiwa yg dewasa, karena saya yakin hati kecil andapun sdh mengakui anda gagal, mungkin dlm banyak hal, kebiasaan anda naik speda sambil lepas tangan, itu bukan mencerminkan keahlian, melainkan menunjukkan kelakuan atau tabiat yg tak bertanggung jawab. Dengan kondisi Jakarta yg sdh anda buat berantakan harusnya anda malu dgn Pak JK, dan orang² yg mendukung anda sebelumnya.
Ada tiga hal yg harus ada pada diri seorang pemimpin. Pertama harus menjiwai, kedua tidak banyak melakukan kekeliruan, dan ketiga punya otak utk sukses. Anda gak punya ketiga²nya, jadi bagaimana anda bisa mewujudkan realita dari Visi anda. Terus, Jakarta akan jadi apa.
Pak Anies, agar sisa waktu bs terukur dan bermanfaat, sebaiknya anda mundur saja, balik ke kampus, mungkin ilmu anda sbg akademisi lebih pas utk bisa berkontribusi bagi Indonesia. Sayang nama indah anda tiap detik di caci maki oleh orang seantero Indonesia, kecuali penjilat yg anda gaji atau ormas yg menerima donasi dari APBD DKI.
Mari kita mengisi ruang sesuai kapasitas kita agar hidup tak sia-sia. Anda sudah mencoba tiga bidang yg berbeda, menjadi dosen, menjadi menteri, dan menjadi gubernur. Dari ketiganya kelihatan anda lebih pas jadi dosen, sementara anda gagal jd birokrat, karena anda gak punya bakat utk melibatkan orang lain dalam berbuat.
Tinggikanlah kesadaran diri agar bisa terhin dari caci maki. Kami sebenarnya tak ingin mencela anda, tapi karena utk kepentingan sesama, maka kami bersuara. Selainnya, agar bisa mengimbangi suara anda yg kadang tak boleh dibiarkan.
MUNDURLAH PAK ANIES AGAR JAKARTA BISA SEGERA DITATA OLEH ORANG YG PANTAS DISANA, BUKAN HANYA DI PANTAS² KAN SEPERTI ANDA.
WALAU KELAK JAKARTA HANYA BEKAS IBU KOTA, TAPI BATAVIA PUNYA SEJARAH BUAT INDONESIA. JANGANLAH DILENGKAPI SEJARAHNYA DGN CANTUMAN NAMA ANDA BHW PERNAH ADA GUB JAKARTA YG TAK BISA APA².
by. Iyyas Subiakto
Jumat, 31 Januari 2020
Surat terbuka dosen UGM kepada Anis baswedan
Giliran teman-teman UGM angkat suara👏
PAK ANIES BASWEDAN MUNDURLAH....
Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Kepada Yth,
Bapak Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta
Dengan hormat,
Tulisan ini murni dari hati nurani yang dalam, yang tidak dikebiri oleh ganasnya politik identitas yang telah terbukti nyata merusak tatanan kehidupan umat manusia atau ambisi mencoba menjadi kutu loncat hanya semata karena haus akan kekuasaan.
Yang saya fahammi, warga DKI saat ini butuh solusi nyata atas musibah banjir, bukan kelitan-kelitan innocent atau wacana-wacana kerdil atau bualan konyol! Warga DKI Jakarta butu solusi nyata atas musibah banjir agar bisa melanjutkan kehidupannya.
Pak Anies, saya tidak kenal Anda, walau kita sama-sama alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tercinta, saya angkatan 1984, anda angkatan angkatan 1987? Maaf kalau keliru.
Hanya panggilan jiwa yang memotivasi saya untuk menulis surat terbuka untuk Anda.
Melihat sepak terjang Anda selama menjadi Mendikbud RI dan kemudian menjadi Gubernur DKI, cukup bagi saya untuk menyimpulkan, bahwa Anda tidak cocok menjadi Pejabat Publik. Anda lebih pas menjadi Akademisi.
Dan, selama Anda menjadi Gubernur DKI, Anda gagal menempatkan diri sebagai Pejabat Publik bagi semua orang. Anda hanya menjadi Gubernur DKI bagi orang-orang yang mendukung Anda pada Pilkada DKI beberapa waktu yang lalu.
Saya tidak akan mengajukan argumen-argumen rasional atau saran atau masukan ke Anda, sudah banyak tulisan yang viral di Medsos soal Kinerja Anda sebagai Gubernur DKI Jakarta kaitannya dengan bencana banjir di Jakarta baru-baru ini.
Saya juga tidak punya kepentingan membandingkan kinerja Anda dengan kinerja pak Basuki Cahaya Purnama (Gubernur DKI Jakarta sebelum Anda), bagi saya mubazir dan hanya buang-buang waktu.
Saya minta Anda mundur secara terhormat dan secepatnya sebagai Gubernur DKI. Semakin cepat semakin baik. Anda tidak mampu mengelola Jakarta menjadi lebih baik ke depan. Cara-cara Anda mengantisipasi dan menangani bencana banjir, jelas menunjukkan, bahwa Anda tidak mampu. Jangan alergi melihat fakta dan mengakui ketidak mampuan diri. Yang jadi Korban adalah rakyat banyak. Ingat itu!
Sekali lagi sebagai sesama muslim dan alumni Universitas Gadjah Mada, memohon pak Anies mundurlah secara terhormat. Balik ke kampus menjadi ilmuwan, anda lebih pantas dan terhormat. Jaga nama baik almamatermu.
Semoga Anda bisa menangkap isi surat saya ini secara hening dan jujur. Kejujuran hanya milik orang yang faham Agama dengan baik dan benar dan mengamalkannya pada kehidupan kemanusiaan yang universal.
Terimakasih. Viralkan!
Yogyakarta, 2020-01-04
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara)
PAK ANIES BASWEDAN MUNDURLAH....
Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Kepada Yth,
Bapak Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta
Dengan hormat,
Tulisan ini murni dari hati nurani yang dalam, yang tidak dikebiri oleh ganasnya politik identitas yang telah terbukti nyata merusak tatanan kehidupan umat manusia atau ambisi mencoba menjadi kutu loncat hanya semata karena haus akan kekuasaan.
Yang saya fahammi, warga DKI saat ini butuh solusi nyata atas musibah banjir, bukan kelitan-kelitan innocent atau wacana-wacana kerdil atau bualan konyol! Warga DKI Jakarta butu solusi nyata atas musibah banjir agar bisa melanjutkan kehidupannya.
Pak Anies, saya tidak kenal Anda, walau kita sama-sama alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tercinta, saya angkatan 1984, anda angkatan angkatan 1987? Maaf kalau keliru.
Hanya panggilan jiwa yang memotivasi saya untuk menulis surat terbuka untuk Anda.
Melihat sepak terjang Anda selama menjadi Mendikbud RI dan kemudian menjadi Gubernur DKI, cukup bagi saya untuk menyimpulkan, bahwa Anda tidak cocok menjadi Pejabat Publik. Anda lebih pas menjadi Akademisi.
Dan, selama Anda menjadi Gubernur DKI, Anda gagal menempatkan diri sebagai Pejabat Publik bagi semua orang. Anda hanya menjadi Gubernur DKI bagi orang-orang yang mendukung Anda pada Pilkada DKI beberapa waktu yang lalu.
Saya tidak akan mengajukan argumen-argumen rasional atau saran atau masukan ke Anda, sudah banyak tulisan yang viral di Medsos soal Kinerja Anda sebagai Gubernur DKI Jakarta kaitannya dengan bencana banjir di Jakarta baru-baru ini.
Saya juga tidak punya kepentingan membandingkan kinerja Anda dengan kinerja pak Basuki Cahaya Purnama (Gubernur DKI Jakarta sebelum Anda), bagi saya mubazir dan hanya buang-buang waktu.
Saya minta Anda mundur secara terhormat dan secepatnya sebagai Gubernur DKI. Semakin cepat semakin baik. Anda tidak mampu mengelola Jakarta menjadi lebih baik ke depan. Cara-cara Anda mengantisipasi dan menangani bencana banjir, jelas menunjukkan, bahwa Anda tidak mampu. Jangan alergi melihat fakta dan mengakui ketidak mampuan diri. Yang jadi Korban adalah rakyat banyak. Ingat itu!
Sekali lagi sebagai sesama muslim dan alumni Universitas Gadjah Mada, memohon pak Anies mundurlah secara terhormat. Balik ke kampus menjadi ilmuwan, anda lebih pantas dan terhormat. Jaga nama baik almamatermu.
Semoga Anda bisa menangkap isi surat saya ini secara hening dan jujur. Kejujuran hanya milik orang yang faham Agama dengan baik dan benar dan mengamalkannya pada kehidupan kemanusiaan yang universal.
Terimakasih. Viralkan!
Yogyakarta, 2020-01-04
Hormat saya,
(KPH. BP. Widyakanigara)
Senin, 20 Januari 2020
BU RISMA YANG MELANGGAR SUNATTULOH KATA KADRUN
BU RISMA MELANGGAR SUNNATULAH...
Saya kesal sama bu Risma..
Hujan berjam-jam menghantam Surabaya..
Berita dimana-mana, "Surabaya tenggelam !" Foto-foto bersliweran menunjukkan fakta, ada mobil terendam, banyak motor mogok di jalan.
Dan senyum di wajah beberapa teman pendukung Anies Baswedan langsung terpampang lebar, "Tuh kan.. mana Walikota Surabaya yang dibanggakan ? Anies lagi yang disalahkan ?" Dan mereka ketawa hebat memenuhi media sosial sambil upload foto-foto banjir di Surabaya.
Sialnya, air di Surabaya cepat surutnya. Mulut mereka langsung tertutup rapat. Diam. Dan foto-foto banjir itu menghilang.
Saya tahu, mereka menunggu "perahu karet" yang jadi pemandangan biasa waktu Jakarta banjir menghiasi koran dan media online. Perahu karet yang membagikan makanan seliweran berhari-hari ke warga yang terjebak dan kelaparan.
Dan berita dari media, "Banjir sudah sedada, tadinya sepaha.." ternyata gak ada. Mereka kecewa..
Ini memang salahnya bu Risma.
Bu Risma tidak mampu membahagiakan orang Jakarta. Di Jakarta, setiap hujan besar, bahkan ada orang yang dengan gembira main perahu kayak di depan Universitasnya. Malah ada video secangkir kopi panas diatas kayu, jalan-jalan ditengah aliran air.
Bu Risma ternyata belum mampu berdiskusi dengan air supaya mampir lama di Surabaya. Air tidak diajak komunikasi dan pelan2 diresapkan ke dalam tanah, malah disalurkan ke gorong2 dan dibuang ke laut.
Jelas ini melanggar Sunnatullah !!
Bu Risma tidak membuka diri untuk dibully, seperti Gubernur Jakarta. Padahal, kata seorang ustad terkenal yang sempat heboh karena kawin diam2, dibully itu menggugurkan dosa2.
Bu Risma gak mau masuk surga apa ??
Bu, harusnya diamkan dulu airnya berhari-hari. Contoh Jakarta, disini banjir itu katanya membawa berkah. Kalau cuman terendam sedikit, terus dalam hitungan jam banjirnya hilang, berkahnya juga hilang bu..
Bu Risma gak pandai sih memanfaatkan banjir untuk pencitraan. Harusnya biarkan banjir lama, trus sewa orang2 untuk teriakkan, "Hidup Walikota !" padahal air sudah sehidung mereka.
Makanya bu, jadi Walikota itu harus pandai menata kata, jangan menata kota. Beginilah jadinya..
Untuk kali ini saya kecewa sama bu Risma. Padahal ada nasihat, "membahagiakan orang itu berpahala.." Kalau Surabaya banjir, berapa juta orang bahagia di Jakarta ? Berilah mereka bahagia sedikit saja, biar ibu banyak pahalanya..
Karena itu saya menyarankan Google untuk membuat kata pencarian, "Walikota tercerdas.." biar ibu kapok. Biar itu sebagai hukuman..
Kali ini saya bilang, "Banjir di Surabaya gak rame !!"
Padahal saya sudah buat kopi hanya untuk meladeni meme2an.
Sial ! Kuseruput aja kopinya sekalian..
Denny Siregar
Saya kesal sama bu Risma..
Hujan berjam-jam menghantam Surabaya..
Berita dimana-mana, "Surabaya tenggelam !" Foto-foto bersliweran menunjukkan fakta, ada mobil terendam, banyak motor mogok di jalan.
Dan senyum di wajah beberapa teman pendukung Anies Baswedan langsung terpampang lebar, "Tuh kan.. mana Walikota Surabaya yang dibanggakan ? Anies lagi yang disalahkan ?" Dan mereka ketawa hebat memenuhi media sosial sambil upload foto-foto banjir di Surabaya.
Sialnya, air di Surabaya cepat surutnya. Mulut mereka langsung tertutup rapat. Diam. Dan foto-foto banjir itu menghilang.
Saya tahu, mereka menunggu "perahu karet" yang jadi pemandangan biasa waktu Jakarta banjir menghiasi koran dan media online. Perahu karet yang membagikan makanan seliweran berhari-hari ke warga yang terjebak dan kelaparan.
Dan berita dari media, "Banjir sudah sedada, tadinya sepaha.." ternyata gak ada. Mereka kecewa..
Ini memang salahnya bu Risma.
Bu Risma tidak mampu membahagiakan orang Jakarta. Di Jakarta, setiap hujan besar, bahkan ada orang yang dengan gembira main perahu kayak di depan Universitasnya. Malah ada video secangkir kopi panas diatas kayu, jalan-jalan ditengah aliran air.
Bu Risma ternyata belum mampu berdiskusi dengan air supaya mampir lama di Surabaya. Air tidak diajak komunikasi dan pelan2 diresapkan ke dalam tanah, malah disalurkan ke gorong2 dan dibuang ke laut.
Jelas ini melanggar Sunnatullah !!
Bu Risma tidak membuka diri untuk dibully, seperti Gubernur Jakarta. Padahal, kata seorang ustad terkenal yang sempat heboh karena kawin diam2, dibully itu menggugurkan dosa2.
Bu Risma gak mau masuk surga apa ??
Bu, harusnya diamkan dulu airnya berhari-hari. Contoh Jakarta, disini banjir itu katanya membawa berkah. Kalau cuman terendam sedikit, terus dalam hitungan jam banjirnya hilang, berkahnya juga hilang bu..
Bu Risma gak pandai sih memanfaatkan banjir untuk pencitraan. Harusnya biarkan banjir lama, trus sewa orang2 untuk teriakkan, "Hidup Walikota !" padahal air sudah sehidung mereka.
Makanya bu, jadi Walikota itu harus pandai menata kata, jangan menata kota. Beginilah jadinya..
Untuk kali ini saya kecewa sama bu Risma. Padahal ada nasihat, "membahagiakan orang itu berpahala.." Kalau Surabaya banjir, berapa juta orang bahagia di Jakarta ? Berilah mereka bahagia sedikit saja, biar ibu banyak pahalanya..
Karena itu saya menyarankan Google untuk membuat kata pencarian, "Walikota tercerdas.." biar ibu kapok. Biar itu sebagai hukuman..
Kali ini saya bilang, "Banjir di Surabaya gak rame !!"
Padahal saya sudah buat kopi hanya untuk meladeni meme2an.
Sial ! Kuseruput aja kopinya sekalian..
Denny Siregar
Sabtu, 18 Januari 2020
JADILAH PEMIMPIN YANG CERDAS DAN MELAYANI
*Memimpin Dengan Tiga Kecerdasan*
Oleh : Varhan Abdul Aziz
Sekretaris Eksekutif IBSW
(Indonesian Bureaucracy and Service Watch)
Shalat Jumat lalu kebetulan saya sedang dekat Istana. Iseng pilih Shalat Jumat di salah satu Institusi Nasional. Sy datang agak belakangan. Imamnya tdk kelihatan. Tapi kok sepertinya suaranya tidak asing. Jumat selesai, zikir dan kembali beraktifitas. Benar hati mengira. Tito Karnavian yang jadi Imam.
Agak merinding rasanya. Karena baru pertama menyaksikan Menteri langsung mengimami Shalat. Sebagai Pemantau Birokrasi, keluar masuk banyak Kementerian , numpang Shalat dari satu gedung ke gedung lain sudah jadi langganan. Tapi hari ini ada satu penilaian yang spesial. Serius saya terkesan.
Saya adalah Alumni dari ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian. Selain itu saya juga seorang trainer yang mendalami penerapan materi tersebut. Dimana kecerdasan manusia terbagi menjadi 3. Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ). Pertanyaanya, berapa banyak pemimpin yang memiliki kemapanan kecerdasan di ketiga bidang tersebut?
IQ dijadikan tolak ukur utama sejak tahun 1890 hasil penemuan Francis Galton. Sejak 1987 Keith Basley menyatakan EQ lebih penting dari IQ. Barulah pada 1997 Danah Zohar menemukan pelengkap landasan kecerdasan yaitu SQ - Spiritual Quotient
Sambil memakai sepatu saya termenung. Mendadak saya kepikiran menganalisa seorang Tito Karnavian. Secara IQ , dia tdk bs dibilang kurang. Seorang Profesor , track recordnya menjadi penguji Disertasi Doktoral sudah dijalaninya . Irjend Boy Rafi Ahmad pernah dikupas habis Disertasinya dengan pembahasan yang detail dan sangat ilmiah. Seorang mantan Kapolri, Jenderal yang Professor, dua puncak paripurna diraih. Hatrick jadi Menteri pula.
Dipikir2 Tito jadi Kapolri meloncati 5 angkatan. Kapolri sebelumnya angkatan 82, dia 87. Ada banyak bintang 3 yang sudah lebih lama dan matang bintangnya. Seniornya di Akpol, yang dulu membina dia , menyuruh push up, lain2. Lalu berada di bawah komandonya. Kalau bukan orang yang cakap dengan mentalitas dan matang emosionalnya takkan bisa.
4 tahun lalu saya meragukan, ia bisa mengelola dinamika senioritas yang perlu seni tinggi. Ternyata mulus ia jalani sebagai Kapolri. Masih sisa 2 tahun bahkan, sudah diminta amanah baru oleh Presiden Jokowi. Dalam semalam statusnya berganti jadi sipil 100%, jadi ia Mendagri. EQ test passed. Memimpin orang yg lebih senior butuh kematangan emosional dan komunikasi yang gacor. Anda lulus pak.
Spiritual menjadi satu tantangan besar.ada orang cerdas, baik, tapi kehidupannya jauh dari beragama, kalaupun ada hanya sesekali ritual belaka, work hard play hard. Hidup senang2. Professional, tapi imannya kosong.
Istri pak Tito berjilbab, warisan Jilbab Polwan era Kapolri Bahrudin Haiti diteruskan tidak dicabut. Hak berhijab dipenuhi. Padahal dulu mantan Ka.BNPT, yg sering dituduh ini itu, tapi sabar saja kayaknya dia. Lurus jalankan tugas. Yang sering main ke Trunojoyo, akan sering lihat di Masjid Mabes Polri rajin sekali pengajian. Indah sekali suasana sejuk Masjid sana.
Mahfud MD, Menko Polhukam dalam tulisannya di Kompas "Tidak ada Islamophobia di Indonesia." Memuji Polri di era Kapolri Tito Karnavian, memiliki pola keislaman yang baik. Polisi dalam penanganan demo, shalat berjamaah di jalan bahkan berzikir asmaul husna. Santunan Yatim di kediamannya sering di lakukan bahkan pernah sisaksikan langsung Mahfud MD saat itu. Baca tulisanya hati jadi tenang.
Baru beberapa hari ramai di media, video Mendagri mendapat penghargaan dari Presiden Singapura. Saya yang menonton tertegun, itu dengan Pakaian Dinas Upacaranya Pejabat Indonesia bisa sampai ke Negeri Singa dengan perghargaan tertinggi Negara sana, kalau bukan karena high achivement yang dia ukir, apa sampai itu PDU ke negeri situ.
Memori saya flashback 2 tahun lalu, saat saya melakukan penyuluhan ke 200 sekolah se Sumsel. Salah satu sekolah yang saya singgahi SMAN 2 Palembang. Saya baru tahu kalau Pak Tito sekolah disana. Ada fotonya waktu masih siswa sempat lihat. Guru2 kalau cerita tentangnya semangat sekali, seperti ada taburan bangga yang ingin dibagi. Inspirasi, 1 orang Tito Karnavian menjadi gemilang, membuat jutaan lain anak Palembang dibelakang punya harapan masa depan yang tinggi ditanam. Optimisme itu tumbuh karena perintis yang lahir.
Oalah saya jadi bengong kelamaan. Kok saya jadi semangat lagi hidup ya. Tito Karnavian saja bisa jadi Mendagri. Kita juga bisa jadi Pemimpin! Mimpi saja dulu, karena gratis. Tapi tekuni semua yg dilakukan . Sukarno pernah berkata, "Bermimpilah setinggi langit, jangan takut jatuh. Karena jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang2." Bersiap - siap, jadi Tito Karnavian selanjutnya.
Oleh : Varhan Abdul Aziz
Sekretaris Eksekutif IBSW
(Indonesian Bureaucracy and Service Watch)
Shalat Jumat lalu kebetulan saya sedang dekat Istana. Iseng pilih Shalat Jumat di salah satu Institusi Nasional. Sy datang agak belakangan. Imamnya tdk kelihatan. Tapi kok sepertinya suaranya tidak asing. Jumat selesai, zikir dan kembali beraktifitas. Benar hati mengira. Tito Karnavian yang jadi Imam.
Agak merinding rasanya. Karena baru pertama menyaksikan Menteri langsung mengimami Shalat. Sebagai Pemantau Birokrasi, keluar masuk banyak Kementerian , numpang Shalat dari satu gedung ke gedung lain sudah jadi langganan. Tapi hari ini ada satu penilaian yang spesial. Serius saya terkesan.
Saya adalah Alumni dari ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian. Selain itu saya juga seorang trainer yang mendalami penerapan materi tersebut. Dimana kecerdasan manusia terbagi menjadi 3. Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ). Pertanyaanya, berapa banyak pemimpin yang memiliki kemapanan kecerdasan di ketiga bidang tersebut?
IQ dijadikan tolak ukur utama sejak tahun 1890 hasil penemuan Francis Galton. Sejak 1987 Keith Basley menyatakan EQ lebih penting dari IQ. Barulah pada 1997 Danah Zohar menemukan pelengkap landasan kecerdasan yaitu SQ - Spiritual Quotient
Sambil memakai sepatu saya termenung. Mendadak saya kepikiran menganalisa seorang Tito Karnavian. Secara IQ , dia tdk bs dibilang kurang. Seorang Profesor , track recordnya menjadi penguji Disertasi Doktoral sudah dijalaninya . Irjend Boy Rafi Ahmad pernah dikupas habis Disertasinya dengan pembahasan yang detail dan sangat ilmiah. Seorang mantan Kapolri, Jenderal yang Professor, dua puncak paripurna diraih. Hatrick jadi Menteri pula.
Dipikir2 Tito jadi Kapolri meloncati 5 angkatan. Kapolri sebelumnya angkatan 82, dia 87. Ada banyak bintang 3 yang sudah lebih lama dan matang bintangnya. Seniornya di Akpol, yang dulu membina dia , menyuruh push up, lain2. Lalu berada di bawah komandonya. Kalau bukan orang yang cakap dengan mentalitas dan matang emosionalnya takkan bisa.
4 tahun lalu saya meragukan, ia bisa mengelola dinamika senioritas yang perlu seni tinggi. Ternyata mulus ia jalani sebagai Kapolri. Masih sisa 2 tahun bahkan, sudah diminta amanah baru oleh Presiden Jokowi. Dalam semalam statusnya berganti jadi sipil 100%, jadi ia Mendagri. EQ test passed. Memimpin orang yg lebih senior butuh kematangan emosional dan komunikasi yang gacor. Anda lulus pak.
Spiritual menjadi satu tantangan besar.ada orang cerdas, baik, tapi kehidupannya jauh dari beragama, kalaupun ada hanya sesekali ritual belaka, work hard play hard. Hidup senang2. Professional, tapi imannya kosong.
Istri pak Tito berjilbab, warisan Jilbab Polwan era Kapolri Bahrudin Haiti diteruskan tidak dicabut. Hak berhijab dipenuhi. Padahal dulu mantan Ka.BNPT, yg sering dituduh ini itu, tapi sabar saja kayaknya dia. Lurus jalankan tugas. Yang sering main ke Trunojoyo, akan sering lihat di Masjid Mabes Polri rajin sekali pengajian. Indah sekali suasana sejuk Masjid sana.
Mahfud MD, Menko Polhukam dalam tulisannya di Kompas "Tidak ada Islamophobia di Indonesia." Memuji Polri di era Kapolri Tito Karnavian, memiliki pola keislaman yang baik. Polisi dalam penanganan demo, shalat berjamaah di jalan bahkan berzikir asmaul husna. Santunan Yatim di kediamannya sering di lakukan bahkan pernah sisaksikan langsung Mahfud MD saat itu. Baca tulisanya hati jadi tenang.
Baru beberapa hari ramai di media, video Mendagri mendapat penghargaan dari Presiden Singapura. Saya yang menonton tertegun, itu dengan Pakaian Dinas Upacaranya Pejabat Indonesia bisa sampai ke Negeri Singa dengan perghargaan tertinggi Negara sana, kalau bukan karena high achivement yang dia ukir, apa sampai itu PDU ke negeri situ.
Memori saya flashback 2 tahun lalu, saat saya melakukan penyuluhan ke 200 sekolah se Sumsel. Salah satu sekolah yang saya singgahi SMAN 2 Palembang. Saya baru tahu kalau Pak Tito sekolah disana. Ada fotonya waktu masih siswa sempat lihat. Guru2 kalau cerita tentangnya semangat sekali, seperti ada taburan bangga yang ingin dibagi. Inspirasi, 1 orang Tito Karnavian menjadi gemilang, membuat jutaan lain anak Palembang dibelakang punya harapan masa depan yang tinggi ditanam. Optimisme itu tumbuh karena perintis yang lahir.
Oalah saya jadi bengong kelamaan. Kok saya jadi semangat lagi hidup ya. Tito Karnavian saja bisa jadi Mendagri. Kita juga bisa jadi Pemimpin! Mimpi saja dulu, karena gratis. Tapi tekuni semua yg dilakukan . Sukarno pernah berkata, "Bermimpilah setinggi langit, jangan takut jatuh. Karena jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang2." Bersiap - siap, jadi Tito Karnavian selanjutnya.
BERSIH BERSIH PERAMPOK JIWASRAYA
Soal Jiwasraya, Presiden: Berikan Waktu untuk Pulih
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk memberikan waktu bagi penyelesaian persoalan yang membelit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut diungkapkan Presiden dalam pertemuan dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 17 Januari 2020.
"Ya tadi saya sampaikan, ini sakitnya sudah lama sehingga penyembuhannya juga tidak langsung sehari dua hari, juga butuh waktu. Berikan waktu kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Menteri BUMN, Menteri Keuangan untuk menyelesaikan ini. Tetapi sekali lagi, kita ngomong apa adanya, membutuhkan waktu. Tapi insyaallah selesai," kata Presiden.
Kepala Negara tidak memberi target waktu untuk penyelesaian kasus gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya. Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting adalah pelayanan kepada nasabah, kepada rakyat kecil.
"Enggak ada, target saya selesai. Yang penting selesai, terutama untuk nasabah-nasabah, rakyat kecil," imbuhnya.
Sementara itu, berkaitan dengan industri keuangan nonbank seperti asuransi tersebut, Presiden Joko Widodo memandang perlunya reformasi. Reformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh sebagaimana yang pernah dilakukan perbankan pada kurun 2000-2005 yang membawa imbas positif bagi perekonomian nasional.
"Baik itu dari sisi pengaturan, sisi pengawasan, sisi risk management, semuanya harus diperbaiki dan dibenahi. Tapi butuh waktu, enggak mungkin setahun-dua tahun. Sisi permodalannya juga. Sehingga muncul kepercayaan dari masyarakat terhadap perasuransian kita," jelasnya.
#PDIPerjuangan
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk memberikan waktu bagi penyelesaian persoalan yang membelit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut diungkapkan Presiden dalam pertemuan dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 17 Januari 2020.
"Ya tadi saya sampaikan, ini sakitnya sudah lama sehingga penyembuhannya juga tidak langsung sehari dua hari, juga butuh waktu. Berikan waktu kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Menteri BUMN, Menteri Keuangan untuk menyelesaikan ini. Tetapi sekali lagi, kita ngomong apa adanya, membutuhkan waktu. Tapi insyaallah selesai," kata Presiden.
Kepala Negara tidak memberi target waktu untuk penyelesaian kasus gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya. Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting adalah pelayanan kepada nasabah, kepada rakyat kecil.
"Enggak ada, target saya selesai. Yang penting selesai, terutama untuk nasabah-nasabah, rakyat kecil," imbuhnya.
Sementara itu, berkaitan dengan industri keuangan nonbank seperti asuransi tersebut, Presiden Joko Widodo memandang perlunya reformasi. Reformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh sebagaimana yang pernah dilakukan perbankan pada kurun 2000-2005 yang membawa imbas positif bagi perekonomian nasional.
"Baik itu dari sisi pengaturan, sisi pengawasan, sisi risk management, semuanya harus diperbaiki dan dibenahi. Tapi butuh waktu, enggak mungkin setahun-dua tahun. Sisi permodalannya juga. Sehingga muncul kepercayaan dari masyarakat terhadap perasuransian kita," jelasnya.
#PDIPerjuangan
Jumat, 17 Januari 2020
HUKUMAN DEBT COLLECTOR DIANCAM 3 PASAL BERLAPIS
*Putusan Mahkamah Konstitusi tertanggal 06 Januari 2020, Debt Collector dan Leasing Diancam Kena 3 Pasal Berlapis,Putusan MK ini final dan mengikat*
*Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan leasing dan debt collector tidak bisa menarik atau mengeksekusi motor atau mobil konsumen sebelum melalui pengadilan.*
*MK memutuskan leasing tidak bisa menarik atau mengeksekusi obyek jaminan fidusia seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.*
*MK menyatakan, perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.*
*Kendati demikian, perusahaan leasing tetap boleh melakukan eksekusi tanpa lewat pengadilan dengan syarat pihak debitur mengakui adanya wanpretasi dan sukarela menyerahkan kendaraan.,ingat sukarela gak boleh di dalam tekanan atau paksaan*
*Polisi Minta Pemilik Melaporkan ke Polres Kalau Ada Kendaraan Yang Diambil Debt Collector atau Leasing Tanpa Putusan Pengadilan*
*Mahkamah Konstitusi Memutuskan: Sekarang Leasing dan Debt Collector Enggak Bisa Asal Tarik Mobil atau Motor* *Kecuali Syaratnya*
*"Sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah mengakui adanya “cidera janji” (wanprestasi) dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, maka menjadi kewenangan sepenuhnya bagi penerima fidusia (kreditur) untuk dapat melakukan eksekusi sendiri (parate eksekusi)," lanjut MK.*
*Untuk itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus meminta agar pemilik kendaraan segera melapor ke polisi jika motor atau mobilnya dirampas secara semena-mena tanpa melalui pengadilan.
*"Masyarakat bisa lapor kan ke Polres kalau ada (perampasan) seperti itu,"*
kata Yusri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/1/2020).
*Pihak leasing dianggap melanggar hukum jika melakukan perampasan lewat debt collector,apalagi merampasnya di tengah jalan secara paksa*
*Polres Metro Depok juga telah menangkap Dua Debt Collector Setelah Merampas Motor di Jalanan, Malahan Ternyata sering terbukti Motornya Tidak Diserahkan ke Leasing Mereka bahkan dinilai melanggar hukum dan dapat dikenakan pasal berlapis sesuai aksinya dalam melakukan perampasan di Jalanan,*
*Karena hal tersebut,bisa dikenakan KUHP Pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 365 (pencurian dengan kekerasan) dan Pasal 378 (penipuan).*
*Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan leasing dan debt collector tidak bisa menarik atau mengeksekusi motor atau mobil konsumen sebelum melalui pengadilan.*
*MK memutuskan leasing tidak bisa menarik atau mengeksekusi obyek jaminan fidusia seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.*
*MK menyatakan, perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.*
*Kendati demikian, perusahaan leasing tetap boleh melakukan eksekusi tanpa lewat pengadilan dengan syarat pihak debitur mengakui adanya wanpretasi dan sukarela menyerahkan kendaraan.,ingat sukarela gak boleh di dalam tekanan atau paksaan*
*Polisi Minta Pemilik Melaporkan ke Polres Kalau Ada Kendaraan Yang Diambil Debt Collector atau Leasing Tanpa Putusan Pengadilan*
*Mahkamah Konstitusi Memutuskan: Sekarang Leasing dan Debt Collector Enggak Bisa Asal Tarik Mobil atau Motor* *Kecuali Syaratnya*
*"Sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah mengakui adanya “cidera janji” (wanprestasi) dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, maka menjadi kewenangan sepenuhnya bagi penerima fidusia (kreditur) untuk dapat melakukan eksekusi sendiri (parate eksekusi)," lanjut MK.*
*Untuk itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus meminta agar pemilik kendaraan segera melapor ke polisi jika motor atau mobilnya dirampas secara semena-mena tanpa melalui pengadilan.
*"Masyarakat bisa lapor kan ke Polres kalau ada (perampasan) seperti itu,"*
kata Yusri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/1/2020).
*Pihak leasing dianggap melanggar hukum jika melakukan perampasan lewat debt collector,apalagi merampasnya di tengah jalan secara paksa*
*Polres Metro Depok juga telah menangkap Dua Debt Collector Setelah Merampas Motor di Jalanan, Malahan Ternyata sering terbukti Motornya Tidak Diserahkan ke Leasing Mereka bahkan dinilai melanggar hukum dan dapat dikenakan pasal berlapis sesuai aksinya dalam melakukan perampasan di Jalanan,*
*Karena hal tersebut,bisa dikenakan KUHP Pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara atau Pasal 365 (pencurian dengan kekerasan) dan Pasal 378 (penipuan).*
PAK BASUKI MENDAPAT GELAR DR.DARI ITB
Selamat dan sukses kepada pak Basuki Hadimuljono atas anugerah Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari ITB.
Dalam sidang terbuka, Menteri PUPR ini menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul "Mengejar Infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa".
Orang yang tak banyak bicara itu lagi-lagi membuktikan prestasinya sendiri oleh publik. Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
Selamat pak Bas.
#basukihadimuljono #pupr #jokowi #kabinetindonesiamaju
Habis dapat gelar Doktor, pak Bas langsung ngedrumb.
Menteri zaman now, udah kerjanya bagus, pendidikannya keren, nge band juga ga kalah.
Anak zaman now kalah totalitas dari pak Bas.
#basukihadimuljono #rocker #pupr
Dalam sidang terbuka, Menteri PUPR ini menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul "Mengejar Infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa".
Orang yang tak banyak bicara itu lagi-lagi membuktikan prestasinya sendiri oleh publik. Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
Selamat pak Bas.
#basukihadimuljono #pupr #jokowi #kabinetindonesiamaju
Habis dapat gelar Doktor, pak Bas langsung ngedrumb.
Menteri zaman now, udah kerjanya bagus, pendidikannya keren, nge band juga ga kalah.
Anak zaman now kalah totalitas dari pak Bas.
#basukihadimuljono #rocker #pupr
Langganan:
Postingan (Atom)









