Senin, 23 Maret 2020

GUBURNUR JAWA TENGAH MEMANG YES.

APD Langka, Jateng Berhasil Produksi Sendiri

Persoalan minimnya Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai khusus para tenaga medis untuk menangani pasien corona berhasil diatasi Jawa Tengah. Dengan kreasi dan inovasi, Jateng mampu memproduksi APD sendiri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit.

APD tersebut diproduksi oleh RSUD Moewardi Solo. Menggunakan bahan standar pabrikan yakni Polypropylene Spundbound, RSUD Moewardi mampu memproduksi 200-250 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona.

"APD ini sulit dicari, bahkan di beberapa daerah ada yang teriak-teriak kekurangan APD sampai pakai mantel. Kami kemudian berinovasi mencari bahan seperti yang dibuat pabrikan. RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreatifitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah," kata Ganjar saat mengenalkan APD buatan Jateng di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin (23/3).

Dengan terpecahkannya masalah kekurangan APD ini, maka saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker. Kalau persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

"Silahkan rumah sakut di seluruh Jateng koordinasi dengan Dinkes apabila kekurangan APD. Kalau ada yang ingin belajar membuatnya sendiri juga boleh, datang langsung ke Moewardi," tegasnya.

Menurut Ganjar, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha untuk berinovasi dan berkreasi dalam rangka menangani penyebaran virus corona ini. Tidak selayaknya, pemerintah daerah hanya mengandalkan pemerintah pusat dan hanya berpangku tangan.

"Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Moewardi, Bambang S.W mengatakan, ide pembuatan APD tersebut berawal dari kesulitannya mencari APD di pabrikan. Pihaknya kemudian mencari bahan apa yang digunakan pabrikan untuk membuat APD itu.

"Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar," ucapnya.

Dalam sehari, pihaknya mampu memproduksi 200-250 pack APD. Hasil pembuatan APD itu kemudian digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit.

"Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari," tegasnya.

Meski dibuat sendiri, namun standar dan prosedur keamanan tetap diterapkan. Sebelum dibuat, para penjahit juga sudah dipastikan dalam kondisi sehat, bersih dan melakukan cuci tangan.

"Semua standarnya kami lakukan, untuk hasil yang baik," tegasnya.

Untuk harganya, Bambang mengatakan proses pembuatan satu APD hanya menghabiskan uang kurang dari Rp50.000. Sementara kalau beli APD di pabrikan, harganya sudah mencapai Rp150.000.

"Selain mahal, juga sulit mencarinya. Maka dengan kami berhasil membuat APD sendiri, ini akan mampu mengatasi persoalan yang ada," pungkasnya.








Jumat, 20 Maret 2020

BPK JOKOWI SELALU MELINDUNGI RAKYATNYA DENGAN IKLAS

PAK JOKOWI TAK PERNAH DIAM UNTUK MELAWAN COVID19, JOKOWI SUDAH SIAP KAN 5 JUTA OBAT COVID19.

Terimakasih Pak Jokowi Darma Baktimu yang tiada terhitung Untuk Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Hampir 2 minggu lebih Kita semua disibukkan dengan COVID19.

Sampai semua babak belur walau kita tau bukan hanya Indonesia yang mengalami nya.

Di saat paling sulit Rupiah Nyungsep, banyak relawan Jokowi kehilangan kepercayaan dan memgutuk Pak Jokowi.

Karena dianggap lambat dan tidak mempunyai Solusi untuk menangkal Pandemi,  lalu semua lapisan teriak - teriak #LOCKDWN Indonesia.

Pokoknya yang dilakukan Jokowi di mata mereka salah dan salah. Apalagi yang mantan RI 1 maupun mantan Wapres merasa paling hebat dan meremehkan langkah dan kinerja Jokowi.

Lain SBY lain juga Mardani bilang bahwa Jokowi lepas tanggung jawab.
Apalagi orang sakit hati si Rizal Ramli, meminta agar transaksi SAHAM di LOCKDWN, dan Rupiah dilakukan FIXED RATE.

Narasi mereka yang terus menyerang Presiden Jokowi Juga di sampaikan Oleh JK.

Dan itu juga yang di Minta ANIES BASWEDAN dan RIDWAN KAMIL, tidak sampai disitu dari kelompok Relawan KAWALKOVID, IKATAN DOKTER, dan tentu saja HTI dan FPI serta GNPF semua kelompok menuntut #LOCKDOWN!

Tapi Bapak Jokowi yang begitu kuat dan tegar menolak untuk latah dan ikut - ikutan.

Bahkan tekanan itu muncul dari orang yang selama ini paling dekat dengan Bapak Presiden Jokowi.

Dan Pak Jokowi tidak bekerja dengan suara atau teriak sana teriak sini,langkah senyap Jokowi selalu memberi tamparan keras buat Orang- orang yang meremehkan nya.

Pemeriksaan Massal Sistem DRIVE THRU telah disiapkan. Para Pemuka BUMN menyiapkan untuk menampung Pasien dengan jumlah besar, mulai dari AHOK, Erick Thohir,  Surya Paloh berlomba - lomba ikut berpartisipasi memerangi COVID19, dari Hotel sampai Rumah Sakit akan dijadikan Rumah Sakit Sementara, BRAVO PAHLAWAN KEMANUSIAAN.

Lalu Sore ini semua media Headline memberitakan bahwa Presiden Jokowi sudah mendatang kan 5.000 OBAT AVIGAN sudah sampai di Indonesia.

Untuk segera di berikan kepada para pasien COVID19.
Bahkan bukan hanya itu Presiden juga menyatakan telah memesan 2 juta dan selain itu juga ada 3 juta obat CHLOROQUINE sudah ada di Indonesia dan siap untuk diedarkan.

Tentang RAPID TEST ternyata juga sudah dilaksanakan sore ini, baik Via Rumah Sakit bahkan sampai Rumah ke Rumah Pengobatan keliling,

Saya yakin Bapak Presiden selama ini tidak tinggal diam, bekerja keras melalu pertimbangan dan riset dari TIM PRESIDEN.

TERIMAKASIH BAPAK JOKOWI BARIQQALLOHHU FI UMRIQ, SEMOGA SEHAT DAN TETEP KUAT DAN TEGAR UNTUK INDONESIA SEHAT AAMIIN  🙏🙏

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩



Rabu, 11 Maret 2020

WAHABI MENGAJARKAN KESESATAN BERAGAMA

WAHABI adalah agama bid'ah
buatan yahudi yg bertujuan untuk menyesatkan umat islam.
Ajaran ajaran nya menyelisihi ajaran nabi dan ajaran para sahabat dan salafussholeh.

1.dibidang tauhid wahabi
menjerumuskan umat islam pada
kekufuran dengan mengajarkan faham jissim meyakini Allah punya tangan,kaki ,wajah
dan bertempat (bersemayam di atas arsy).

2.dibidang ibadah mahdhah ,
wahabi membuat umat islam tidak sah setiap ibadahnya karena wahabi mengajarkan umat islam tidak perlu niyat,niyat versi wahabi
hanyalah sebatas keinginan untk shalat, wudhu,
puasa dll,bukan ikrar yg diucapkan dalam hati
bersamaan dengan gerakan awal suatu ibadah.

3.wahabi membuat umat islam
memakan dan menyentuh benda
Najis sehingga ibadah pun tidak sah,
seperti menghalalkan minum air kencing onta mengatakan kotoran daari hewan yang halal dimakan itu adalah suci dll.

4.wahabi membuat umat
islam miskin amal ,dengan menuduh
amaliyah umat islam sebagai bid'ah ,
Semua yang sunnah sunnah dibilang bid'ah,
Sehingga umat islam mati dgn amal yg sedikit.

5.wahabi menjatuhkan umat islam
dari ulama, dan melarang umat islam
untuk mengikuti ijmaul ulama,agar umat islam tersesat dgn mempelajari Al Quran dan hadits
dengan pemahaman sendiri atau dengan
pemahaman ustadz ustadz yang menyesatkan

Inilah cara iblis
mengajak umat islam masuk ke neraka.

Dan mengajarkan kpda umat islam untuk Biadab /tdk beradab tdk bertawadzu' tdk bertatakrama  seperti hewan buas....
Dg alasan tdkperlu hormati Nabi saw,tdk perlu hormati Ulama ,kyai, asatidz ,Habaib serta sesama  Manusia .
Mnurut Wahabi hormat itu hanya kpd Alloh swt,,,

Lihat saja tingkah polah gerombolan CINGKRANG  lewat dpn org yg sdg sholat juga PD aj... Lewat dpn org yg sdg berdzikir apa lgi... Seakan mau injak kepala sesama pun dg PD nya sdh terbiasa dg kebiasaan SUUL ADAB..

sdgkn ilmu dan adab itu lbh penting duluan Adab nya...
Ilmu tanpa Adap itu adalah iblis...

Wahabi indonesia itu lbh parah ,lbh ekstrim...dari Wahabi Arab
Sdgkn di Saudi yg negri Wahabi pun msh berlaku tatakrama dan mbugkuk trhdp sesepoh dan ulama ..

Kini Wahabi indonesia perilakunya ke Arab-Araban namun di dalamnya seperti preman jalanan....(Suul Adab )

Waspadalah......!!!!
10 Maret 2020



Senin, 09 Maret 2020

MENGEMIS DENGAN MENGATASNAMAKAN MUSLIM,TIDAK JELAS PERTANGUNGJAWABANNYA.,

" SYAH RUKH KHAN DAN SALMAN KHAN  PROTES AKSI DONASI ATAS NAMA MUSLIM INDIA."

Menurut
Syakh Rukh Khan dan Salman Khan,.
jika ada yg mau mengemis bantuan dana
utk melaksanakan kegiatan spt Demo atau mengadakan acara yg biasa dilakukan mrk meminta sumbangan ke pada pejabat negara Indonesia maupun terhadap masyarakat Indonesia dimohon janganlah mengatas namakan warga Muslim India
Sebab kami mayoritas warga Muslim India justru hidup sejahtera dan hal itulah yg jadi pemicu kecemburuan sosial.

Artinya jika warga Muslim India hidupnya melarat dan sekarat maka mustahil kami menerima kecemburuan sosial.

Syah Rukh Khan selanjutnya berkata
" Mending uang hasil donasi itu kalian
gunakan utk beristri lagi sbb kami warga Muslim India sudah sejak lama mengenal system 786 (Bissmillahir-rohmanir-rohiim) maka dari itu janganlah kalian mempermalukan kami dgn kebiasaan buruk kalian yg punya tujuan tertentu utk membuat gaduh warga bangsa Indonesia,.yg selalu mengatas namakan Save Moslem.!!!..."

Selanjutnya Salman Khan
menimpali dgn pernyataan.
" Woy Kadrun2 tolong jangan jual nama umat Islam bangsa Indonesia.
Emangnya kalian anggap kami tidak tahu siapa kalian yg memang punya kebiasaan demikian,.

Mulai dari perang teluk kalian
mengadakan donasi jihad ke teluk,.selanjutnya Palestina pun kalian berteriak minta donasi utk Pestina,.selanjutnya Syria juga kalian lakukan hal yg sama yakni minta donasi utk Syria dan selanjutnya Uygur lagi2 minta donasi utk Uygur,.
Dan kini kasus demo Muslim India yg menentang kebijakan President India itupun kamu jadikan alasan utk demo yg ujung2nya ngemis minta donasi.

Disini di India ini warga Muslim ada 190
an juta jiwa dan itu bukan jumlah yg sedikit,. Kalian diIndonesia saja jadi bulan-bulanan kena bully Muslim Indonesia jadi jangan ngaku2 dan mengatas namakan umat Islam bangsa Indonesia. 

Soal radikal dan demo menentang kebijakan pemerintah itu wajar terlebih lagi jika hal tsb menyangkut kepentingan,.

Soal adanya Radikal Hindu di India yg kebetulan mayoritas warga negara India
adalah penganut Hindu itu wajar jika suka sentimen kepada Muslim India,.

Dan sejak zaman purba hal semacam itu sudah ada di India,.
Emangnya kalian tidak tahu bahwasanya radikal Hindu pun melakukan tindakan kekerasan yg tidak hanya tertuju pada warga Muslim saja bahkan keluarga Gandhipun semuanya menjadi sasaran mrk karena dianggap berfihak kepada Muslim India.

DiIndia juga ada separatis Tamil ada Mao (Komunis) bahkan aksi terroris yg dilakukan Muslim,.
artinya dimana-manapun terjadi ketidak
sukaan terhadap kebijakan pemerintah yg berujung demo anarkis lalu aparat bertindak. Dan itu terjadi tidak hanya di India,.

Utk India masih wajar dan masuk akal jika warga Muslim berdemo menentang kebijakan pemerintahan India yg dipimpin Mody yg beragama Hindu,.
Itu masih wajar dan masuk diakal sedangkan kalian apa,.!?!..

Kebijakan pemerintahan dan warga bangsa kalian sendiri kalian demo dan kalian tentang bahkan kalian Kafirkan,.

Kami warga Muslim India tidak butuh saudara spt kalian yg dgn saudara sebangsa dan seagama sendiri saja kalian bermusuhan dan membenci oleh karena itu gak usahlah sok2 perduli terhadap Mukmin/Muslim dan sok2 membela kami sementara terhadap seiman dan sebangsa saja kalian jahat,

Cam kan itu dan jika kalian tidak
suka dgn pernyataan ini silakan kalian
anggap kami berdua Kafir sbgmn kebiasaan kalian mengkafir-kafirkan umat Islam bangsa Indonesia sbb kami sudah hafal siapa kalian.

Kami tak perduli dan tak mau bersaudara
dgn Munafik penipu yg sok2 perduli kepada umat Islam dunia padahal semua itu hanyalah kedok makar dan kejahatan kalian yg mendapat order utk melaksanakan misi tsb..

Sudahlah kami amat hafal. Kepada kalian sebab terhadap umat Islam yg sebangsa
saja kalian jahat. Utk urusan kehidupan kalian sendiri saja kalian melarat makanya dikit2 ngemis donasi,.
Lalu mengadakan acara ngemis ke pejabat dan umat,

Jika kalian tidak suka silakan kalian boycot Film Kuch Kuch Ho Ta Hai atau produk India bukankah biasanya jika kalian ngambek suka bikin tagar boycot,. itukan ancaman yg biasa kalian koarkan dgn gaya sok2 mampu dalam hal urusan produksi.

Padahal nyatanya kalian saja masih
tergantung pada produksi bangsa dan negara yg kalian tuding kafir,

sudah,. Sudahlah kami sudah faham
siapa kalian sbb utk berkompetisi dalam hal ekonomi dgn etnis Thionghoa Di Indonesia yg mayoritas warga negaranya Muslim saja kalian jauh tertinggal,. ini pakek' mau sok2an ngurusin warga bangsa lainnya,.

Ngaca,.. OOOOY. !!... "

DARI BOLLYWOOD SYAH RUKH KHAN DAN SALMAN KHAN Melaporkan.


Sabtu, 29 Februari 2020

INDONESIA SUDAH MENJADI NEGARA MAJU

Keluar dari Daftar Negara Berkembang, Indonesia Sudah Layak Jadi Negara Maju?

Amerika Serikat (AS) menghapus Indonesia dari daftar negara berkembang, bersama beberapa negara lain seperti China, India dan Afrika Selatan.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai keputusan AS ini lebih bersifat politis. Serta berpotensi menimbulkan beberapa dampak negatif atau buruk ke depannya bagi Indonesia.

“Dalam konteks ini saya rasa pertimbangannya lebih ke politis daripada teknis yaitu ingin mengeluarkan Indonesia dari fasilitas yang biasa diterima oleh negara berkembang,” kata dia seperti mengutip Antara, Senin (24/2/2020).

Fithra mengatakan ada beberapa ketentuan untuk mengklasifikasikan sebuah negara menjadi negara maju. Mulai dari sektor industri yang harus mampu berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) minimal 30 persen.

“Kalau dilihat dari ukuran negara maju Indonesia belum masuk ke sana karena negara maju adalah negara yang berkontribusi industrinya terhadap GDP sudah 30 persen ke atas,” kata dia.

Ia menyebutkan meskipun saat ini industri di negara-negara maju kontribusinya terhadap GDP turun, namun negara tersebut telah melewati tahapan sebagai negara industri sehingga dapat dikategorikan sebagai negara maju.

“Setelah melewati tahap itu baru bisa masuk kategori developed. Meskipun sekarang negara maju kontribusi industri terhadap GDP turun tetapi mereka sudah melewati tahapan sebagai negara industri,” katanya.

Berikutnya, ketentuan yang dapat mengkategorikan sebuah negara menjadi maju adalah melalui pendapatan per kapita yang harus di atas USD 12 ribu per tahun. Sedangkan Indonesia baru sekitar USD 4.000 AS per tahun.

“Hal yang bisa kita lihat lainnya adalah income per kapita yang kalau negara maju itu adalah di atas USD 12 ribu per tahun di mana kita di bawah USD 4 ribu per tahun,” ujarnya.

Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau HDI (Human Development Index) juga menjadi salah satu tolak ukur yaitu semakin tinggi IPM maka semakin tinggi kemakmuran masyarakat di negara tersebut.

“Ditambah lagi dengan HDI kalau sudah di atas 0,85 HDI nya itu sudah menjadi negara maju tapi kita masih 0,7. Sebenarnya itu sudah cukup baik tapi belum bisa dikategorikan sebagai negara maju,” katanya.

Oleh sebab itu, dicabutnya status negara berkembang menyebabkan Indonesia tidak menerima fasilitas Official Development Assistance (ODA) yang merupakan alternatif pembiayaan dari pihak eksternal untuk melaksanakan pembangunan sosial dan ekonomi.

Ia menyebutkan melalui ODA maka sebuah negara berkembang tidak hanya mendapat pendanaan dari pihak eksternal melainkan juga memperoleh bunga rendah dalam berutang.

“Kita bicara mengenai hubungan utang maka kita tidak dapat lagi klasifikasi ODA karena dengan itu kita akan mampu mendapatkan bunga yang murah kalau di bawah 4 ribu dolar AS bisa dapat 0,25 persen,” katanya.

Fithra melanjutkan, dampak terburuknya adalah terhadap perdagangan karena Indonesia akan menjadi subjek pengenaan tarif lebih tinggi karena tidak difasilitaskan lagi sebagai negara berkembang.

“Apalagi kita sekarang sudah menerima fasilitas pengurangan bea masuk Generalized System of Preferences (GSP) pasti ini juga akan berakhir dengan perubahan status ini,” ujarnya.

Fithra menyarankan agar pemerintah dapat menyiapkan strategi dalam menghadapi hal ini seperti memperkuat pasar non tradisional karena pasar AS dengan berbagai gejolak yang terjadi sudah tidak dapat diandalkan.

“Selama ini memang sudah dilakukan oleh pemerintah tapi harus dilihat lebih konkrit lagi karena AS dengan adanya berbagai gejolak saya rasa sudah tidak bisa diandalkan lagi,” katanya.
Sementara itu, Fithra menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mayoritas ditopang oleh faktor domestik sehingga tidak terlalu terpengaruh dengan kontribusi ekonomi internasional.

Di sisi lain, upaya pemerintah untuk fokus dalam mempertahankan konsumsi domestik saja belum cukup untuk membebaskan Indonesia dari middle income trap.

“Kontribusi ekonomi masih didominasi faktor domestik, selama ini belum signifikan kontribusi ekonomi internasional terhadap Indonesia tapi kalau untuk tumbuh ketinggal dari Vietnam, Malaysia, Fillipina, dan Thailand,” katanya.

https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4186400/keluar-dari-daftar-negara-berkembang-indonesia-sudah-layak-jadi-negara-maju



Rabu, 19 Februari 2020

TENGGELAMNYA UAS KARENA PERILAKUNYA SENDIRI

PSEUDO-SCIENCE ISLAM DAN SALAH KAPRAH UAS

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A

Penulis sangat bersyukur melihat adik kelas selama di Universitas Al-Azhar, Mesir, maupun di Universitas Kebangsaan Malaysia, Ustad Abdul Somad (UAS), telah meraih gelar doktor. Terakhir viral ia menjadi Visiting Profesor (Dosen Tamu) dari salah satu kampus di Brunei Darus Salam. UAS bukan saja akademisi tetapi juga seorang da'i.

Penulis mengakui bahwa nalar dan amanah yang terkandung dalam gelar akademik sebagai "doktor” berbeda dengan nalar dan amanah yang berlaku dalam gelar kultural sebagai "da'i". Di dalam nalar akademik, tindakan yang terpuji hanyalah tindakan saintifikasi segala persoalan. Alam semesta ini, mulai dari langit, bumi, isi bumi yang terdiri dari manusia, hewan, dan bintang, semua itu harus dirumuskan menjadi ilmiah. Inilah kerja saintifikasi.

Agama (Islam) juga bisa jadi objek saintifikasi. Karenanya muncul ulumul Quran, ulumul hadits, fikih, kalam, dan tasawuf. Semua disiplin ilmu ini membuat agama Islam semakin terpahami secara lebih rasional. Sejarah sudah membuktikan bahwa Islam pernah berjaya di muka bumi Inilah pekerjaan saintifikasi Islam yang berhasil di zaman lampau.

Pekerjaan membuat agama rasional (saintifikasi) adalah tugas ilmuan Islam. Namun, ada perkara lain yang jadi anti-tesa dari pekerjaan akademis (saintifikasi Islam) tersebut. Yakni, Islamisasi sains. Sebenarnya, ini sudah wacana lawas dan sangat usang dalam kajian keislaman. Islamisasi sains adalah pekerjaan yang sangat ringan sekali. Tanpa perlu riset dan penelitian ilmiah, siapa pun bisa melakukannya. Bahkan, seorang yang tidak berpendidikan pun bisa melakukannya. Cukup bermodal klaim buta.

Di titik ini, penulis sedikit menyesali UAS yang menyebut persebaran virus corona di Wuhan China sebagai tentara Allah (Hajinews.id, 11/2/2020). Tentara Allah yang tidak akan membunuh Muslim Uyghur. Karena Muslim Uyghur terpelihara kebersihannya karena wudhu'.

Penulis rasa, tidak perlu seorang bergelar doktor untuk berbicara seperti itu. Seorang artis pun tinggal kita beri teks ceramah/pidato, lalu suruh bicara di depan publik, kemudian upload ke media sosial. Dia pun pasti fasih bilang virus corona adalah kutukan dari tentara Tuhan atas manusia Wuhan, China.

Penyebaran virus corona adalah satu fenomena. Perilaku hidup muslim Uyghur di Xinjiang adalah fenomena lain. Dua fenomena ini diringkus ke dalam satu sudut pandang: kutukan dan serangan tentara Tuhan. Sehingga muncul satu penarikan kesimpulan, walaupun sesat dan menyesatkan, yang berbunyi: "virus corona tidak akan menyerang hamba Tuhan yang makan makanan sehat, suci, bersih, tak ada bakteri."

Nalar sesat seperti di atas dapat berlaku dalam kasus-kasus lain tanpa terbatas. Misalnya: 1) merebaknya korupsi di lingkaran pejabat pemerintah, 2) sistem demokrasi dan Pancasila yang disepakati mayoritas, dan 3) ideologi khilafah yang diyakini sebagai solusi persoalan umat dari hulu ke hilir. Jika tiga variabel ini digabung maka akan tampak tersusun begini: "khilafah harus ditegakkan demi mengatasi segala problem umat, termasuk korupsi dan kegagalan sistem demokrasi maupun Pancasila." Ini nalar palsu, pseudo-science.

Islamisasi sains dapat dibilang “pseudo-sciences,” kebenaran yang menipu, terlebih di mata kaum akademisi. Tetapi, bagi sebagian orang, Islamisasi sains sangat entertain, menghibur, memberi motivasi dan semangat. Bukan saja dalam kasus virus corona saja, ketika teori Big Bang sulit dibantah maka berbondong-bondong umat muslim mencari dalilnya dalam al-Quran. Sudah pasti mereka ketemu, dan bangga dengan kecocokan tersebut.

Contoh lain, ketika teori energi ditemukan dan manusia bisa terbang ke luar angkasa, maka umat muslim bergembira karena lagi-lagi menemukan ayat-ayat al-Quran yang cocok. Padahal, mereka yang mengaji al-Quran tidak terlibat aktif dan berkontribusi besar pada penemuan-penemuan saintifik tersebut.

Sebaiknya, UAS belajar membatasi diri dan cukup mengatakan bahwa penemu virus corona pertama kali adalah umat muslim, bukan orang China. Sebab pernyataan begini dapat divalidasi, difalsifikasi, yang merupakan ciri utama sains. Berbeda bisa tafsir UAS terlampau jauh dengan mengatakan bahwa virus corona sebagai tentara Allah. Ini mustahil difalsifikasi, dan karenanya ia otomatis tidak ilmiah.

Rasulullah saw. ingin umat muslim menggunakan akal sehatnya dalam beragama. Dalam kitab Faidhul Qadir Syarhul Jami' as-Shaghir, Abdurrauf al-Munawi mencatat riwayat yang berbunyi: "Qawwamul Mar-i 'aqluhu, wa la dina liman la 'aqla lahu, pemimpin seseorang itu adalah akalnya. Tidak ada agama bagi orang yang tidak punya akal," (al-Munawi, Faidhul Qadir, Juz 4, Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1972: 528).

Umat muslim generasi Salafus Soleh paham betul apa maksud dari hadits di atas. Karena itulah, muncul tokoh-tokoh besar di dalam sejarah Islam. Sebut saja Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar yang terkenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (691-751 H.). Beliau mengarang kitab kedokteran yang didasarkan pada sunnah Nabi, berjudul kitab At-Thibb An-Nabawi. Jika dipelajari sungguh-sungguh, isi kitab ini adalah ilmu kedokteran yang rasional, empiris, positivistik, kuantitatif.

Kemampuan umat muslim untuk berpikir rasional, menciptakan sains pengetahuan, sembari tetap berpegang pada al-Quran dan Hadits, melahirkan banyak ilmuan. Dr. Subhi al-Mazini mengarang sebuah kitab berjudul Rawa'iu Tarikh at-Thibb wal Athibba' al-Muslimin, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971.

Di sana terdapat penjelasan historis pencapaian-pencapaian prestisius di bidang kedokteran oleh umat muslim di masa-masa awal kebangkitan Islam. Andaikan mereka masih hidup di zaman kita, tentu mereka tidak akan menyebut "virus corona" sebagai kutukan pada orang China yang telah berlaku kejam pada muslim Uyghur. Pasti salafus soleh kita itu akan melakukan riset ilmiah dan menciptakan obat penangkalnya.

Penulis rasa, Islamisasi pencapaian prestisius sains dalam berdakwah lebih banyak mengandung unsur mudaratnya dari pada manfaatnya. Mungkin sebagian audiens akan terhibur dan puas, tapi dampak negatifnya akan panjang. Yakni, rusaknya mentalitas umat muslim dan pembodohan publik yang mengarah pada kemunduran umat Islam. Semoga UAS paham atas dampak konten ceramahnya itu.[]

Penulis adalah Alumni pesantren Lirboyo, Kediri; alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Sumber: https://www.trib unnews.com/tribunners/2020/02/13/pseudo-science-islam-dan-salah-kaprah-uas

Follow IG HWMI :
https://www.instagram.com/hubbul_wathon_

#HubbulWathonMinalIman






Sabtu, 08 Februari 2020

KUTAI MULAWARMAN ITU PALSU

TENGGARONG –  Kesultanan Kartanegara Ing Martadipura dan tokoh masyarakat Muara Kaman sepakat memutuskan bahwa Iansyahrecha, pria asal Muara Kaman yang mengklaim dirinya sebagai Raja Mulawarman--bukanlah seorang keturunan bangsawan apalagi raja.

Keputusan itu diambil melalui rapat yang dihadiri Kesultanan Kartanegara Ing Martadipura dan tokoh masyarakat Muara Kaman pada 30 Agustus 2018 lalu, di Kedaton Kutai.

Rapat itu untuk klarifikasi dan meluruskan silsilah kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. “Selaku pihak Kesultanan, kami sangat menyayangkan atas pengakuan Labok. Kita takutnya negeri kita tercinta ini tercemar oleh orang-orang yang mengaku-ngaku seperti itu,” kata Juru Bicara Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Aji Aryo Pangeran Puger kepada Koran Kaltim, Minggu (9/9). Secara umum, ada lima kesepakatan dalam pertemuan yang dimoderatori oleh Awang Yacoub Luthman tersebut.

Pertama, Kerajaan Mulawarman telah tiada dan yang ada saat ini hanyalah  Balai Adat yang sekarang bernama Tabalai Muara Kaman.

Kedua, SK  Labok  adalah SK Adat Muara Kaman, dengan Asril sebagai ketua dan Labok sebagai wakil ketua.

Ketiga, Kelembagaan Kesultanan Ing Martadipura adalah kelembagaan yang diakui oleh Pemprov Kaltim dan Pemkab kukar dengan Sultan (alm)  HAM Salehoeddin II dan Putra Mahkota Pangeran Adipati Anoem.

Point ke empat, ayah Labok diketahui bersuku Bugis, sehingga jelas tak ada beradarah Kutai. .
.
“Lima, kami meminta Polres dan Kodim agar mengusut ketidak benaran dan masalah dugaan penyimpangan adat yang diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan terindikasi mengarah ke tindak pidana,” kata Puger.

Sumber : INFO KUKAR