HATI-HATI, HOAX UIGHUR DI INDONESIA
Seperti yang sudah-sudah model menggunakan isu agama, masih menjadi tren global..
Sesudah perang Suriah, Amerika masih merasa butuh narasi agama sebagai bagian dari perangnya. Terutama sekarang menghadapi musuh besarnya China, saingan ekonominya dalam perang dagang.
Isu penindasan etnis Uighur dipropagandakan Amerika ke seluruh dunia. Media-media besar mereka menggunakan kata "muslim" untuk etnis Uighur supaya tekanan terhadap narasi agama semakin kuat. Persis seperti "muslim" Cechnya waktu Amerika ingin menekan Rusia.
Gambar hoax bertebaran dimana-mana, persis seperti di Suriah. Kelompok radikal garis keras yang di Indonesia populer dengan julukan "kadal gurun", memang mangsa utama gambar hoax. Mereka kaum sumbu pendek yang mudah dibakar demi kepentingan.
Indonesia sebentar lagi bisa mengalami situasi yang sama..
Sekarang ini, Indonesia sedang menghadapi "perang" dengan Uni Eropa. Sebelumnya, Uni Eropa sudah melarang ekspor biofuel dari Indonesia dan Malaysia dengan alasan lingkungan hidup.
Indonesia berang. Negeri ini pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Dan larangan dari Uni Eropa itu mempengaruhi ekonomi Indonesia.
Jokowi sendiri langsung membalas dengan melarang ekspor biji nikel ke Eropa. Perintah Jokowi ini membuat Uni Eropa panik. Pabrik-pabrik baja mereka yang butuh biji nikel sebagai bahan dasar, bisa bangkrut dan ekonomi mereka runtuh.
Amerika dan Uni Eropa mempunyai persekutuan bersama dalam menghadapi ancaman global. Persekutuan yang sangat jelas, terlihat saat mereka bersama-sama mengorganisasi kelompok teror bernama ISIS di Suriah.
Tujuannya adalah merebut jalur pipa minyak dan gas yang sudah dikerjasamakan antara Suriah dan Rusia. Mereka memakai isu agama dengan menciptakan ISIS sebagai boneka. Dari perang Suriah, Amerika juga mendapat keuntungan dari penjualan senjata kepada kelompok teroris.
Dan isu agama ini masih efektif untuk dipakai di Indonesia. Disini banyak kelompok radikal berbaju agama yang bisa di remote dari jauh.
Uni Eropa bisa berbuat hal yang sama dengan bantuan Amerika untuk menguasai Indonesia. Apa yang mereka lakukan terhadap China dengan isu Uyghur bisa dijadikan sebuah contoh, jika mereka ingin melakukan hal yang sama.
Caranya ??
Buat isu yang berkaitan dengan agama. Kemudian bangun demo besar-besaran. Lalu muncul korban jiwa. Dan kemudian propagandakan ke seluruh dunia, bahwa rejim Indonesia menindas "muslim" di Indonesia.
Pola yang sama waktu Pilgub 2017 dan pasca Pilpres 2019. Masih efektif, karena kelompok garis keras itu masih ada yang memelihara.
Karena itu, lawan hoax isu Uighur. Jangan biarkan berkembang disini seolah-olah itu kebenaran. Karena jika kita diam saja, satu waktu, isu itu akan dipakai di Indonesia..
Seruput kopinya..
Jumat, 20 Desember 2019
SAATNYA MEMBUKA TOPENG KADRUN DI TUBUH KPK
IRJEN FIRLI, MOMOK BAGI TALIBAN DI KPK
By: Denny Siregar
Tok!
Sah sudah Inspektur Jenderal Polisi Firli Bahuri diangkat sebagai Ketua Komisi PemberantasanKorupsi baru.
Firli sejak awal ditolak mentah-mentah oleh wadah pegawai KPK. Bahkan 500 pegawai KPK menandatangani petisi menolak Firli sebagai Capim KPK.
Ada apa?
Tentu ini berkaitan dengan tugas khusus yang diemban Firli Bahuri untuk membersihkan kelompok Taliban yang bersarang di dalam tubuh KPK itu. Kelompok ini dikabarkan begitu kuat membangun sistem sehingga siapa pun Ketua KPK-nya tidak akan bisa berkutik.
Dan KPK jelas senjata yang berbahaya jika dikuasai kelompok yang punya pandangan berpolitik. Apalagi KPK adalah lembaga superbody yang tidak punya pengawas sesuai UU yang diterbitkan. Bisa dibilang KPK adalah negara tersendiri di dalam negara RepublikIndonesia.
Kenapa KPK begitu kuat membangun sistem di dalamnya?
Peran terbesar ada di tangan Novel Baswedan. Novel bisa dibilang sangat memahami struktur penyidikan dan penyelidikan dalam sebuah kasus karena dulu dia pernah di Bareskrim Polri. Sedangkan banyak pegawai independen maupun komisioner yang belum berpengalaman dalam membedah sebuah kasus korupsi
Ia akan mulai membenahi sistem di dalam sehingga kelompok eksklusif itu akan berhamburan keluar takut borok-boroknya selama ini terbongkar.
Pola yang dilakukan Novel dan kawan-kawannya adalah dengan membangun opini melalui media. Dan opini yang paling mudah terbentuk adalah dengan operasi tangkap tangan atau OTT. Dengan seringnya melakukan OTT ini, KPK tercitra sebagai pahlawan yang tidak bisa disentuh. "Menyentuh" mereka berarti pro koruptor.
Mengerikan.
Firli Bahuri yang pernah di Diskremsus ini jelas musuh berat Novel Baswedan secara keilmuan. Dan hanya polisi yang bisa mengenal polisi.
Sejak awal Firli ditolak bahkan digemborkan hartanya yang senilai 18 miliar rupiah. Padahal Firli Bahuri sejak awal sudah menjelaskan bahwa itu harta dari penghasilan istrinya yang pengusaha kesehatan dan ia bisa membuktikan lewat pembayaran pajak selama bertahun-tahun.
Firli juga diisukan pernah bertemu TGB, dan dia menjelaskan bahwa TGB lah yang bertemu dengannya saat main tenis. Itupun sudah ia laporkan ke Ketua KPK.
Heboh memang penolakan Firli untuk masuk ke dalam KPK. Dan kita tahu siapa yang paling panik jika Firli ada di dalam. Ya, siapa lagi kalau bukan Novel Baswedan yang selama ini hidup nyaman di dalam mengendalikan lembaga yang superbody itu.
Dan sekarang Firli sudah sah menjadi Ketua KPK. Ia akan mulai membenahi sistem di dalam sehingga kelompok eksklusif itu akan berhamburan keluar takut borok-boroknya selama ini terbongkar.
"KPK sudah menyimpang dari tujuan awal dibentuknya," kata Profesor Romli Atmasasmita, perumus UU KPK.
Ya, benar. KPK sekarang bukan lagi lembaga yang fokus pada pemberantasan korupsi, tapi sudah bermain politik demi kepentingan sekelompok orang.
Seruput kopinya, kawan.
By: Denny Siregar
Tok!
Sah sudah Inspektur Jenderal Polisi Firli Bahuri diangkat sebagai Ketua Komisi PemberantasanKorupsi baru.
Firli sejak awal ditolak mentah-mentah oleh wadah pegawai KPK. Bahkan 500 pegawai KPK menandatangani petisi menolak Firli sebagai Capim KPK.
Ada apa?
Tentu ini berkaitan dengan tugas khusus yang diemban Firli Bahuri untuk membersihkan kelompok Taliban yang bersarang di dalam tubuh KPK itu. Kelompok ini dikabarkan begitu kuat membangun sistem sehingga siapa pun Ketua KPK-nya tidak akan bisa berkutik.
Dan KPK jelas senjata yang berbahaya jika dikuasai kelompok yang punya pandangan berpolitik. Apalagi KPK adalah lembaga superbody yang tidak punya pengawas sesuai UU yang diterbitkan. Bisa dibilang KPK adalah negara tersendiri di dalam negara RepublikIndonesia.
Kenapa KPK begitu kuat membangun sistem di dalamnya?
Peran terbesar ada di tangan Novel Baswedan. Novel bisa dibilang sangat memahami struktur penyidikan dan penyelidikan dalam sebuah kasus karena dulu dia pernah di Bareskrim Polri. Sedangkan banyak pegawai independen maupun komisioner yang belum berpengalaman dalam membedah sebuah kasus korupsi
Ia akan mulai membenahi sistem di dalam sehingga kelompok eksklusif itu akan berhamburan keluar takut borok-boroknya selama ini terbongkar.
Pola yang dilakukan Novel dan kawan-kawannya adalah dengan membangun opini melalui media. Dan opini yang paling mudah terbentuk adalah dengan operasi tangkap tangan atau OTT. Dengan seringnya melakukan OTT ini, KPK tercitra sebagai pahlawan yang tidak bisa disentuh. "Menyentuh" mereka berarti pro koruptor.
Mengerikan.
Firli Bahuri yang pernah di Diskremsus ini jelas musuh berat Novel Baswedan secara keilmuan. Dan hanya polisi yang bisa mengenal polisi.
Sejak awal Firli ditolak bahkan digemborkan hartanya yang senilai 18 miliar rupiah. Padahal Firli Bahuri sejak awal sudah menjelaskan bahwa itu harta dari penghasilan istrinya yang pengusaha kesehatan dan ia bisa membuktikan lewat pembayaran pajak selama bertahun-tahun.
Firli juga diisukan pernah bertemu TGB, dan dia menjelaskan bahwa TGB lah yang bertemu dengannya saat main tenis. Itupun sudah ia laporkan ke Ketua KPK.
Heboh memang penolakan Firli untuk masuk ke dalam KPK. Dan kita tahu siapa yang paling panik jika Firli ada di dalam. Ya, siapa lagi kalau bukan Novel Baswedan yang selama ini hidup nyaman di dalam mengendalikan lembaga yang superbody itu.
Dan sekarang Firli sudah sah menjadi Ketua KPK. Ia akan mulai membenahi sistem di dalam sehingga kelompok eksklusif itu akan berhamburan keluar takut borok-boroknya selama ini terbongkar.
"KPK sudah menyimpang dari tujuan awal dibentuknya," kata Profesor Romli Atmasasmita, perumus UU KPK.
Ya, benar. KPK sekarang bukan lagi lembaga yang fokus pada pemberantasan korupsi, tapi sudah bermain politik demi kepentingan sekelompok orang.
Seruput kopinya, kawan.
Rabu, 18 Desember 2019
HTI KADRUN NUMPANG KUDETA DIATAS MASALAH UIHUR CINA
JANGAN MAU DIPROVOKASI
Gerombolan "kadrun" mulai provokasi umat muslim di Indonesia terkait Uighur.
Mereka memaksa umat muslim di Indonesia agar mau bela muslim Uighur untuk kepentingan mereka. Padahal, ketika penduduk muslim Yaman dihujani bom dan digempur oleh pasukan koalisi Saudi hingga ribuan yang meninggal, mereka bungkam tak peduli.
Jika benar mereka menyuarakan soal pembelaan terhadap sesama muslim, maka pertanyaannya:
Apakah penduduk Yaman yang dibunuh itu bukan muslim? kenapa mereka tak pernah bersuara keras soal penindasan Saudi dan koalisinya terhadap penduduk Yaman?
Jawabannya cukup simpel. Semua itu karena tak ada value dan keuntungan bagi kelompok mereka. Jadi, kalau di Indonesia ada gerakan save Palestine, Save Rohingya, save Suriah dan save Uighur, semua itu dilakukan karena ada kepentingan, bukan murni bela islam.
Jadi, meskipun ada sesama muslim yang jadi korban, seperti di Yaman, tapi jika tak ada value atau keuntungan bagi kelompok mereka ya cuek aja. Siapa lu!
Kelompok mereka ini memang spesialis penunggang gelap.
Mereka melakukan propaganda dan menunggangi kasus etnis Uighur yang kemudian dikaitkan dengan sentimen agama. Hal ini membuat kita semakin mudah untuk menerka ke mana afiliasi mereka.
Dan jawabannya tentu khilafah solusinya.
Jadi, saya ingin sampaikan maaf, ya. Propaganda mereka yang dibantu pihak asing itu tidak akan mempan pengaruhi nalar kami yang masih waras!
Buat netizen yang masih awam soal Uighur, waspada jgn terpengaruh gombalan mereka. Jangan mau diprovokasi oleh mereka karena adanya sentimen agama. Ingat, saudara sebangsa kita masih banyak yang harus dipedulikan. Bahkan saudara seiman kita juga masih banyak yang harus kita bantu di negeri ini.
Coba cek akun-akun yang mengglorifikasi soal Uighur ini. Mereka rata-rata adalah kelompok intoleran, tapi suka menuntut keadilan dan anti terhadap pemerintah. Mereka memprovokasi mengajak umat muslim di sini untuk melihat masalah di China, tapi soal intoleransi di negeri sendiri mereka tak pernah peduli.
Jadi, mari bijak dalam berfikir dan bersikap. Jangan nyandak yang jauh di luar sana yang mungkin kita sendiri belum jelas dan paham duduk perkaranya. Mending kita urus yang di sekitar kita saja.
Kalau peduli dengan muslim uighur, mending langsung berangkat ke China saja, kan Dubes China sudah mengajak rakyat Indonesia untuk melihat langsung kondisi muslim Uighur di sana.
Jadi, jangan cuma bisa memprovokasi umat muslim di Indonesia, tapi giliran diajak ke China menolak dengan berbagai alasan.
Ayo, drun. Saatnya buktikan! Minggat sana ke China. Jangan balik lagi ke Indonesia.
Yusuf Muhammad
Gerombolan "kadrun" mulai provokasi umat muslim di Indonesia terkait Uighur.
Mereka memaksa umat muslim di Indonesia agar mau bela muslim Uighur untuk kepentingan mereka. Padahal, ketika penduduk muslim Yaman dihujani bom dan digempur oleh pasukan koalisi Saudi hingga ribuan yang meninggal, mereka bungkam tak peduli.
Jika benar mereka menyuarakan soal pembelaan terhadap sesama muslim, maka pertanyaannya:
Apakah penduduk Yaman yang dibunuh itu bukan muslim? kenapa mereka tak pernah bersuara keras soal penindasan Saudi dan koalisinya terhadap penduduk Yaman?
Jawabannya cukup simpel. Semua itu karena tak ada value dan keuntungan bagi kelompok mereka. Jadi, kalau di Indonesia ada gerakan save Palestine, Save Rohingya, save Suriah dan save Uighur, semua itu dilakukan karena ada kepentingan, bukan murni bela islam.
Jadi, meskipun ada sesama muslim yang jadi korban, seperti di Yaman, tapi jika tak ada value atau keuntungan bagi kelompok mereka ya cuek aja. Siapa lu!
Kelompok mereka ini memang spesialis penunggang gelap.
Mereka melakukan propaganda dan menunggangi kasus etnis Uighur yang kemudian dikaitkan dengan sentimen agama. Hal ini membuat kita semakin mudah untuk menerka ke mana afiliasi mereka.
Dan jawabannya tentu khilafah solusinya.
Jadi, saya ingin sampaikan maaf, ya. Propaganda mereka yang dibantu pihak asing itu tidak akan mempan pengaruhi nalar kami yang masih waras!
Buat netizen yang masih awam soal Uighur, waspada jgn terpengaruh gombalan mereka. Jangan mau diprovokasi oleh mereka karena adanya sentimen agama. Ingat, saudara sebangsa kita masih banyak yang harus dipedulikan. Bahkan saudara seiman kita juga masih banyak yang harus kita bantu di negeri ini.
Coba cek akun-akun yang mengglorifikasi soal Uighur ini. Mereka rata-rata adalah kelompok intoleran, tapi suka menuntut keadilan dan anti terhadap pemerintah. Mereka memprovokasi mengajak umat muslim di sini untuk melihat masalah di China, tapi soal intoleransi di negeri sendiri mereka tak pernah peduli.
Jadi, mari bijak dalam berfikir dan bersikap. Jangan nyandak yang jauh di luar sana yang mungkin kita sendiri belum jelas dan paham duduk perkaranya. Mending kita urus yang di sekitar kita saja.
Kalau peduli dengan muslim uighur, mending langsung berangkat ke China saja, kan Dubes China sudah mengajak rakyat Indonesia untuk melihat langsung kondisi muslim Uighur di sana.
Jadi, jangan cuma bisa memprovokasi umat muslim di Indonesia, tapi giliran diajak ke China menolak dengan berbagai alasan.
Ayo, drun. Saatnya buktikan! Minggat sana ke China. Jangan balik lagi ke Indonesia.
Yusuf Muhammad
Selasa, 17 Desember 2019
DALIL TAHLILLAN
D A L I L T A H L I L A N
Kalau ada yang tanya dalil tahlilan itu di kitab orang islam, bukan kitab orang hindu,,
3 hari
7 hari
25 hari
40 hari
100 hari
1000 Hari
Tak henti-hentinya Wahabi Salafi menyalahkan Amaliyah ASWAJA, khususnya di Indonesia ini. Salah satu yang paling sering juga mereka fitnah adalah Tahlilan yang menurutnya tidak berdasarkan Dalil bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu. Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana tuduhan fitnah kaum WAHABI
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى
ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓن ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨
Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.”
Berkata Umar: “shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga hari dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari, dan shodaqoh di hari ke tujuh akan kekal pahalanya sampai 25 hari dan dari pahala 25 sampai 40 harinya lalu sedekah dihari ke 40 akan kekal hingga 100 hari dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari.”
Referensi : (Al-Hawi lil Fatawi Juz 2 Hal 198)
Jumlah-jumlah harinya (3, 7, 25, 40, 100, setahun & 1000 hari) jelas ada dalilnya, sejak kapan agama Hindu ada Tahlilan ?
Berkumpul ngirim doa adalah bentuk shodaqoh buat mayyit.
ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺣﺘﻀﺮﻋﻤﺮ ﺃﻣﺮ ﺻﻬﻴﺒﺎ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ، ﻭﺃﻣﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻃﻌﺎما، ﻓﻴﻄﻌﻤﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺨﻠﻔﻮﺍ ﺇﻧﺴﺎﻧﺎ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺟﻌﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﺟﺊ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﻤﻮﺍﺋﺪ ! ﻓﺄﻣﺴﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﻬﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ : ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﺇﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻻﺟﻞ ﻓﻜﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﺛﻢ ﻣﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻳﺪﻩ ﻓﺄﻛﻞ ﻭﻣﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ
Ketika Umar sebelum wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan–hidangan ditaruhkan, orang – orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdulmuttalib:
Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang–orang pun mengulurkan tangannya masing–masing dan makan.
Referensi: [Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqat Al Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110]
Kemudian dalam kitab Imam As Suyuthi, Al-Hawi li al-Fatawi:
ﻗﺎﻝ ﻃﺎﻭﻭﺱ : ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﺳﺒﻌﺎ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﻋﻨﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ
Imam Thawus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat) gemar menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut.”
ﻋﻦ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﻴﺮ ﻗﺎﻝ : ﻳﻔﺘﻦ ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺆﻣﻦ ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ , ﻓﺎﻣﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺳﺒﻌﺎ ﻭﺍﻣﺎﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺍﺭﺑﻌﻴﻦ ﺻﺒﺎﺣﺎ
Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari.”
Dalam tafsir Ibn Katsir (Abul Fida Ibn Katsir al Dimasyqi Al Syafi’i) 774 H beliau mengomentari ayat 39 surah an Najm (IV/236: Dar el Quthb), beliau mengatakan Imam Syafi’i berkata bahwa tidak sampai pahala itu, tapi di akhir2 nya beliau berkomentar lagi
ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﺬﺍﻙ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﻭﺻﻮﻟﻬﻤﺎ ﻭﻣﻨﺼﻮﺹ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ
bacaan alquran yang dihadiahkan kepada mayit itu sampai, Menurut Imam Syafi’i pada waktu beliau masih di Madinah dan di Baghdad, qaul beliau sama dengan Imam Malik dan Imam Hanafi, bahwa bacaan al-Quran tidak sampai ke mayit, Setelah beliau pindah ke mesir, beliau ralat perkataan itu dengan mengatakan bacaan alquran yang dihadiahkan ke mayit itu sampai dengan ditambah berdoa “Allahumma awshil.…dst.”, lalu murid beliau Imam Ahmad dan kumpulan murid2 Imam Syafi’i yang lain berfatwa bahwa bacaan alquran sampai.
Pandangan Hanabilah, Taqiyuddin Muhammad ibnu Ahmad ibnu Abdul Halim (yang lebih populer dengan julukan Ibnu Taimiyah dari madzhab Hambali) menjelaskan:
ﺍَﻣَّﺎ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻓَـِﺎﻧَّﻪُ ﻳَﻨْـﺘَـﻔِﻊُ ﺑِﻬَﺎ ﺑِﺎﺗِّـﻔَﺎﻕِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ. ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺭَﺩَﺕْ ﺑِﺬٰﻟِﻚَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ُﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍَﺣَﺎ ﺩِﻳْﺚُ ﺻَﺤِﻴْﺤَﺔٌ ﻣِﺜْﻞُ ﻗَﻮْﻝِ ﺳَﻌْﺪٍ ( ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﻥَّ ﺍُﻣِّﻲْ ﺍُﻓْﺘـُﻠِﺘـَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺍَﺭَﺍﻫَﺎ ﻟَﻮْ ﺗَـﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْـﻔَـﻌُﻬَﺎ ﺍَﻥْ ﺍَﺗَـﺼَﺪَّﻕَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻧَـﻌَﻢْ , ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُﻪُ ﺍﻟْﺤَﺞُّ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍْﻻُ ﺿْﺤِﻴَﺔُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟْﻌِﺘْﻖُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﻭَﺍْﻻِﺳْﺘِـْﻐﻒُﺭﺍَ ﻟَﻪُ ﺑِﻼَ ﻧِﺰﺍَﻉٍ ﺑَﻴْﻦَ ﺍْﻷَﺋِﻤَّﺔِ .
“Adapun sedekah untuk mayit, maka ia bisa mengambil manfaat berdasarkan kesepakatan umat Islam, semua itu terkandung dalam beberapa hadits shahih dari Nabi Saw. seperti perkataan sahabat Sa’ad “Ya Rasulallah sesungguhnya ibuku telah wafat, dan aku berpendapat jika ibuku masih hidup pasti ia bersedekah, apakah bermanfaat jika aku bersedekah sebagai gantinya?” maka Beliau menjawab “Ya”, begitu juga bermanfaat bagi mayit: haji, qurban, memerdekakan budak, do’a dan istighfar kepadanya, yang ini tanpa perselisihan di antara para imam”.
Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/314-315)
Ibnu Taimiyah juga menjelaskan perihal diperbolehkannya menyampaikan hadiah pahala shalat, puasa dan bacaan al-Qur’an kepada:
ﻓَﺎِﺫَﺍ ﺍُﻫْﺪِﻱَ ﻟِﻤَﻴِّﺖٍ ﺛَﻮَﺍﺏُ ﺻِﻴﺎَﻡٍ ﺍَﻭْ ﺻَﻼَﺓٍ ﺍَﻭْ ﻗِﺮَﺋَﺔٍ ﺟَﺎﺯَ ﺫَﻟِﻚَ
Artinya: “jika saja dihadiahkan kepada mayit pahala puasa, pahala shalat atau pahala bacaan (al-Qur’an / kalimah thayyibah) maka hukumnya diperbolehkan”.
Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/322)
Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin Ibn al-Syarof, dari madzhab Syafi’i yang terkenal dengan panggilan Imam Nawawi menegaskan;
ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻤْﻜُﺚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺪُّﻓْﻦِ ﺳَﺎﻋَـﺔً ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻠْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻝُﻩَ. ﻧَـﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻗَﺎﻟﻮُﺍ: ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻘْﺮَﺃَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺷَﻴْﺊٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃَﻥِ ﻭَﺍِﻥْ خَتَمُوْا اْلقُرْآنَ كَانَ اَفْضَلَ ) المجموع جز 5 ص 258(
“Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya”, pendapat ini disetujui oleh Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafi’i mengatakan “sunnah dibacakan beberapa ayat al-Qur’an di samping kubur si mayit, dan lebih utama jika sampai mengha tamkan al-Qur’an”.
Selain paparannya di atas Imam Nawawi juga memberikan penjelasan yang lain seperti tertera di bawah ini;
ﻭَﻳُـﺴْـﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻠﺰَّﺍﺋِﺮِ ﺍَﻥْ ﻳُﺴَﻠِّﻢَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺰُﻭْﺭُﻩُ ﻭَﻟِﺠَﻤِﻴْﻊِ ﺍَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻤَﻘْﺒَﺮَﺓِ. ﻭَﺍْﻻَﻓْﻀَﻞُ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﺑِﻤَﺎ ﺛَﺒـَﺖَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَﻘْﺮَﺃَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃٰﻥِ ﻣَﺎ ﺗَﻴَﺴَّﺮَ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﻘِﺒَﻬَﺎ ﻭَﻧَﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ. (ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺟﺰ 5 ص 258 )
“Dan disunnahkan bagi peziarah kubur untuk memberikan salam atas (penghuni) kubur dan mendo’akan kepada mayit yang diziarahi dan kepada semua penghuni kubur, salam dan do’a itu akan lebih sempurna dan lebih utama jika menggunakan apa yang sudah dituntunkan atau diajarkan dari Nabi Muhammad Saw. dan disunnahkan pula membaca al-Qur’an semampunya dan diakhiri dengan berdo’a untuknya, keterangan ini dinash oleh Imam Syafi’i (dalam kitab al-Um) dan telah disepakati oleh pengikut-pengikutnya”.
Referensi : (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, V/258)
Al-‘Allamah al-Imam Muwaffiquddin ibn Qudamah dari madzhab Hambali mengemukakan pendapatnya dan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal
ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟْﻘِﺮﺍَﺀَﺓِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ . ﻭَﻗَﺪْ ﺭُﻭِﻱَ ﻋَﻦْ ﺍَﺣْﻤَﺪَ ﺍَﻧَّـﻪُ ﻗَﺎﻝَ: ﺍِﺫﺍَ ﺩَﺧَﻠْﺘﻢُ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮَ ﺍِﻗْﺮَﺋُﻮْﺍ ﺍَﻳـَﺔَ ﺍْﻟﻜُـْﺮﺳِﻰِّ ﺛَﻼَﺙَ ﻣِﺮَﺍﺭٍ ﻭَﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪ ُﺍَﺣَﺪٌ ﺛُﻢَّ ﻗُﻞْ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍِﻥَّ ﻓَﻀْﻠَﻪُ ِﻷَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ .
Artinya “al-Imam Ibnu Qudamah berkata: tidak mengapa membaca (ayat-ayat al-Qur’an atau kalimah tayyibah) di samping kubur, hal ini telah diriwayatkan dari Imam Ahmad ibn Hambal bahwasanya beliau berkata: Jika hendak masuk kuburan atau makam, bacalah Ayat Kursi dan Qul Huwa Allahu Akhad sebanyak tiga kali kemudian iringilah dengan do’a: Ya Allah keutamaan bacaan tadi aku peruntukkan bagi ahli kubur.
Referensi : (al-Mughny II/566)
Dalam al Adzkar dijelaskan lebih spesifik lagi seperti di bawah ini:
ﻭَﺫَﻫَﺐَ ﺍَﺣْﻤَﺪُ ْﺑﻦُ ﺣَﻨْﺒَﻞٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓـِﻌﻰ ﺍِﻟﻰَ ﺍَﻧـَّﻪُ ﻳَـﺼِﻞ
rizqi yang halal dan berkah adalah
TAHLILAN
Kalau ada yang tanya dalil tahlilan itu di kitab orang islam, bukan kitab orang hindu,,
3 hari
7 hari
25 hari
40 hari
100 hari
1000 Hari
Tak henti-hentinya Wahabi Salafi menyalahkan Amaliyah ASWAJA, khususnya di Indonesia ini. Salah satu yang paling sering juga mereka fitnah adalah Tahlilan yang menurutnya tidak berdasarkan Dalil bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu. Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana tuduhan fitnah kaum WAHABI
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى
ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓن ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨
Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.”
Berkata Umar: “shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga hari dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari, dan shodaqoh di hari ke tujuh akan kekal pahalanya sampai 25 hari dan dari pahala 25 sampai 40 harinya lalu sedekah dihari ke 40 akan kekal hingga 100 hari dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari.”
Referensi : (Al-Hawi lil Fatawi Juz 2 Hal 198)
Jumlah-jumlah harinya (3, 7, 25, 40, 100, setahun & 1000 hari) jelas ada dalilnya, sejak kapan agama Hindu ada Tahlilan ?
Berkumpul ngirim doa adalah bentuk shodaqoh buat mayyit.
ﻓﻠﻤﺎ ﺍﺣﺘﻀﺮﻋﻤﺮ ﺃﻣﺮ ﺻﻬﻴﺒﺎ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺑﺎﻟﻨﺎﺱ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ، ﻭﺃﻣﺮ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻃﻌﺎما، ﻓﻴﻄﻌﻤﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﺨﻠﻔﻮﺍ ﺇﻧﺴﺎﻧﺎ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺟﻌﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﺟﺊ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﻭﺿﻌﺖ ﺍﻟﻤﻮﺍﺋﺪ ! ﻓﺄﻣﺴﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻨﻬﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ : ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻣﺎﺕ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﻣﺎﺕ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻓﺄﻛﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﺷﺮﺑﻨﺎ ﻭﺇﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻻﺟﻞ ﻓﻜﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﺛﻢ ﻣﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻳﺪﻩ ﻓﺄﻛﻞ ﻭﻣﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﻓﺄﻛﻠﻮﺍ
Ketika Umar sebelum wafatnya, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama 3 hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan–hidangan ditaruhkan, orang – orang tak mau makan karena sedihnya, maka berkatalah Abbas bin Abdulmuttalib:
Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang–orang pun mengulurkan tangannya masing–masing dan makan.
Referensi: [Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul ummaal fii sunanil aqwaal wal af’al Juz 13 hal 309, Thabaqat Al Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wattaarikh Juz 1 hal 110]
Kemudian dalam kitab Imam As Suyuthi, Al-Hawi li al-Fatawi:
ﻗﺎﻝ ﻃﺎﻭﻭﺱ : ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻳﻔﺘﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﺒﻮﺭﻫﻢ ﺳﺒﻌﺎ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺤﺒﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﻄﻌﻤﻮﺍ ﻋﻨﻬﻢ ﺗﻠﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ
Imam Thawus berkata: “Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat) gemar menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut.”
ﻋﻦ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﻤﻴﺮ ﻗﺎﻝ : ﻳﻔﺘﻦ ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺆﻣﻦ ﻭﻣﻨﺎﻓﻖ , ﻓﺎﻣﺎ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺳﺒﻌﺎ ﻭﺍﻣﺎﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻖ ﻓﻴﻔﺘﻦ ﺍﺭﺑﻌﻴﻦ ﺻﺒﺎﺣﺎ
Dari Ubaid bin Umair ia berkata: “Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari.”
Dalam tafsir Ibn Katsir (Abul Fida Ibn Katsir al Dimasyqi Al Syafi’i) 774 H beliau mengomentari ayat 39 surah an Najm (IV/236: Dar el Quthb), beliau mengatakan Imam Syafi’i berkata bahwa tidak sampai pahala itu, tapi di akhir2 nya beliau berkomentar lagi
ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﺬﺍﻙ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻰ ﻭﺻﻮﻟﻬﻤﺎ ﻭﻣﻨﺼﻮﺹ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ
bacaan alquran yang dihadiahkan kepada mayit itu sampai, Menurut Imam Syafi’i pada waktu beliau masih di Madinah dan di Baghdad, qaul beliau sama dengan Imam Malik dan Imam Hanafi, bahwa bacaan al-Quran tidak sampai ke mayit, Setelah beliau pindah ke mesir, beliau ralat perkataan itu dengan mengatakan bacaan alquran yang dihadiahkan ke mayit itu sampai dengan ditambah berdoa “Allahumma awshil.…dst.”, lalu murid beliau Imam Ahmad dan kumpulan murid2 Imam Syafi’i yang lain berfatwa bahwa bacaan alquran sampai.
Pandangan Hanabilah, Taqiyuddin Muhammad ibnu Ahmad ibnu Abdul Halim (yang lebih populer dengan julukan Ibnu Taimiyah dari madzhab Hambali) menjelaskan:
ﺍَﻣَّﺎ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻓَـِﺎﻧَّﻪُ ﻳَﻨْـﺘَـﻔِﻊُ ﺑِﻬَﺎ ﺑِﺎﺗِّـﻔَﺎﻕِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ. ﻭَﻗَﺪْ ﻭَﺭَﺩَﺕْ ﺑِﺬٰﻟِﻚَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ُﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍَﺣَﺎ ﺩِﻳْﺚُ ﺻَﺤِﻴْﺤَﺔٌ ﻣِﺜْﻞُ ﻗَﻮْﻝِ ﺳَﻌْﺪٍ ( ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﻥَّ ﺍُﻣِّﻲْ ﺍُﻓْﺘـُﻠِﺘـَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺍَﺭَﺍﻫَﺎ ﻟَﻮْ ﺗَـﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْـﻔَـﻌُﻬَﺎ ﺍَﻥْ ﺍَﺗَـﺼَﺪَّﻕَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻧَـﻌَﻢْ , ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﻳَـﻨْـﻔَـﻌُﻪُ ﺍﻟْﺤَﺞُّ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍْﻻُ ﺿْﺤِﻴَﺔُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟْﻌِﺘْﻖُ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﻭَﺍْﻻِﺳْﺘِـْﻐﻒُﺭﺍَ ﻟَﻪُ ﺑِﻼَ ﻧِﺰﺍَﻉٍ ﺑَﻴْﻦَ ﺍْﻷَﺋِﻤَّﺔِ .
“Adapun sedekah untuk mayit, maka ia bisa mengambil manfaat berdasarkan kesepakatan umat Islam, semua itu terkandung dalam beberapa hadits shahih dari Nabi Saw. seperti perkataan sahabat Sa’ad “Ya Rasulallah sesungguhnya ibuku telah wafat, dan aku berpendapat jika ibuku masih hidup pasti ia bersedekah, apakah bermanfaat jika aku bersedekah sebagai gantinya?” maka Beliau menjawab “Ya”, begitu juga bermanfaat bagi mayit: haji, qurban, memerdekakan budak, do’a dan istighfar kepadanya, yang ini tanpa perselisihan di antara para imam”.
Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/314-315)
Ibnu Taimiyah juga menjelaskan perihal diperbolehkannya menyampaikan hadiah pahala shalat, puasa dan bacaan al-Qur’an kepada:
ﻓَﺎِﺫَﺍ ﺍُﻫْﺪِﻱَ ﻟِﻤَﻴِّﺖٍ ﺛَﻮَﺍﺏُ ﺻِﻴﺎَﻡٍ ﺍَﻭْ ﺻَﻼَﺓٍ ﺍَﻭْ ﻗِﺮَﺋَﺔٍ ﺟَﺎﺯَ ﺫَﻟِﻚَ
Artinya: “jika saja dihadiahkan kepada mayit pahala puasa, pahala shalat atau pahala bacaan (al-Qur’an / kalimah thayyibah) maka hukumnya diperbolehkan”.
Referensi : (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/322)
Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin Ibn al-Syarof, dari madzhab Syafi’i yang terkenal dengan panggilan Imam Nawawi menegaskan;
ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻤْﻜُﺚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺪُّﻓْﻦِ ﺳَﺎﻋَـﺔً ﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻠْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻝُﻩَ. ﻧَـﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻗَﺎﻟﻮُﺍ: ﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَـﻘْﺮَﺃَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺷَﻴْﺊٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃَﻥِ ﻭَﺍِﻥْ خَتَمُوْا اْلقُرْآنَ كَانَ اَفْضَلَ ) المجموع جز 5 ص 258(
“Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya”, pendapat ini disetujui oleh Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafi’i mengatakan “sunnah dibacakan beberapa ayat al-Qur’an di samping kubur si mayit, dan lebih utama jika sampai mengha tamkan al-Qur’an”.
Selain paparannya di atas Imam Nawawi juga memberikan penjelasan yang lain seperti tertera di bawah ini;
ﻭَﻳُـﺴْـﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻠﺰَّﺍﺋِﺮِ ﺍَﻥْ ﻳُﺴَﻠِّﻢَ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺰُﻭْﺭُﻩُ ﻭَﻟِﺠَﻤِﻴْﻊِ ﺍَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻤَﻘْﺒَﺮَﺓِ. ﻭَﺍْﻻَﻓْﻀَﻞُ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﺑِﻤَﺎ ﺛَﺒـَﺖَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻳُﺴْـﺘَـﺤَﺐُّ ﺍَﻥْ ﻳَﻘْﺮَﺃَ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺃٰﻥِ ﻣَﺎ ﺗَﻴَﺴَّﺮَ ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮْ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﻘِﺒَﻬَﺎ ﻭَﻧَﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓﻌِﻰُّ ﻭَﺍﺗَّﻔَﻖَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍْﻻَﺻْﺤَﺎﺏُ. (ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺟﺰ 5 ص 258 )
“Dan disunnahkan bagi peziarah kubur untuk memberikan salam atas (penghuni) kubur dan mendo’akan kepada mayit yang diziarahi dan kepada semua penghuni kubur, salam dan do’a itu akan lebih sempurna dan lebih utama jika menggunakan apa yang sudah dituntunkan atau diajarkan dari Nabi Muhammad Saw. dan disunnahkan pula membaca al-Qur’an semampunya dan diakhiri dengan berdo’a untuknya, keterangan ini dinash oleh Imam Syafi’i (dalam kitab al-Um) dan telah disepakati oleh pengikut-pengikutnya”.
Referensi : (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, V/258)
Al-‘Allamah al-Imam Muwaffiquddin ibn Qudamah dari madzhab Hambali mengemukakan pendapatnya dan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal
ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﺑِﺎﻟْﻘِﺮﺍَﺀَﺓِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍْﻟﻘَﺒْﺮِ . ﻭَﻗَﺪْ ﺭُﻭِﻱَ ﻋَﻦْ ﺍَﺣْﻤَﺪَ ﺍَﻧَّـﻪُ ﻗَﺎﻝَ: ﺍِﺫﺍَ ﺩَﺧَﻠْﺘﻢُ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮَ ﺍِﻗْﺮَﺋُﻮْﺍ ﺍَﻳـَﺔَ ﺍْﻟﻜُـْﺮﺳِﻰِّ ﺛَﻼَﺙَ ﻣِﺮَﺍﺭٍ ﻭَﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪ ُﺍَﺣَﺪٌ ﺛُﻢَّ ﻗُﻞْ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍِﻥَّ ﻓَﻀْﻠَﻪُ ِﻷَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻤَﻘَﺎﺑِﺮِ .
Artinya “al-Imam Ibnu Qudamah berkata: tidak mengapa membaca (ayat-ayat al-Qur’an atau kalimah tayyibah) di samping kubur, hal ini telah diriwayatkan dari Imam Ahmad ibn Hambal bahwasanya beliau berkata: Jika hendak masuk kuburan atau makam, bacalah Ayat Kursi dan Qul Huwa Allahu Akhad sebanyak tiga kali kemudian iringilah dengan do’a: Ya Allah keutamaan bacaan tadi aku peruntukkan bagi ahli kubur.
Referensi : (al-Mughny II/566)
Dalam al Adzkar dijelaskan lebih spesifik lagi seperti di bawah ini:
ﻭَﺫَﻫَﺐَ ﺍَﺣْﻤَﺪُ ْﺑﻦُ ﺣَﻨْﺒَﻞٍ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﻭَﺟَﻤَﺎﻋَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺎِﻓـِﻌﻰ ﺍِﻟﻰَ ﺍَﻧـَّﻪُ ﻳَـﺼِﻞ
rizqi yang halal dan berkah adalah
TAHLILAN
Jumat, 13 Desember 2019
JOKOWIDODO ORANG YANG BAHAGIA
Jokowi Menurut pendapat Jack Ma
Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..
bagaimana dia bisa?
Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.
Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.
“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah
Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci
Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..
Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..
Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.
Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.
“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan.
Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..
bagaimana dia bisa?
Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.
Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.
“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah
Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci
Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..
Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..
Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.
Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.
“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan.
Kamis, 12 Desember 2019
PILIH AL-QUR'AN ATAU PANCASILA?
Cara kaum radikal sesat pengusung khilafah menjebak umat Islam agar menolak Pancasila sebagai Kesepakatan Bersama suatu Bangsa dalam menjalankan negara Indonesia ini adalah bertanya "Kamu Pilih Al-Qur'an atau Pancasila".
Setelah mereka yang membodohi dan dibodohi itu memilih Al-Qur'an, mereka juga tidak akan jalankan perintah Al-Qur'an. Mereka hanya mengutip sepenggal ayat Al-Qur'an tapi menafsirkan dengan serampangan dan tidak sesuai konteksnya.
Jelas pertanyaan menjebak itu adalah kebodohan dan pembodohan yang berbungkus agama. Kalau untuk agama, sebagai muslim dengan Islam sebagai agama yang kita imani tentu saja pilih Al-Qur'an sebagai dasar.
Kalau kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia yang beragam tentu kita ikuti pendiri negara ini yang sudah bersepakat memilih Pancasila yang tidak bertentangan dengan agama, sebagai dasar negara.
Rosulullah SAW tidak pernah memaksakan Al-Qur'an sebagai pedoman bersama bagi umat beragama selain Islam. Beliau membuat kesepakatan Piagam Madinah bertentangan dengan nilai-nilai prinsipil Al-Qur'an.
Piagam Madinah adalah kesepakatan Rasulullah SAW dengan masyarakat Madinah sebagai dasar berbangsa dan bernegara di masa itu yang beragam agama dan juga suku'bangsa agar bisa hidup berdampingan dengan damai.
Cara dakwah sesat dan menyesatkan Wahabi, Salafy, Jihadi dan Takfiri kepada umat Islam adalah cara pembodohan. Mereka memprovokasi umat Islam agar jadi pemarah seperti kaum Khawarij, lalu membenci semua yang berbeda dengannya.
Dalam hidup kita apakah kita juga harus memilih Ayah atau Ibu? Pilih Istri / Suami atau Anak? Pilih Al-Qur'an atau Pancasila? Kita bisa memilih keduanya dalam fungsi masing-masing tanpa harus memilih satu lalu memusuhi yang lain.
Imam Ali pernah berkata, "Musuh kita bukan Kristen atau Yahudi, Musuh kita adalah Kebodohan Umat Islam Sendiri". Dan dari dulu kaum Khawarij hingga saat ini kaum Wahabi, Salafy, Jihadi dan Takfiri adalah penyebar racun kebodohan menyesatkan bagi umat Islam.
Jadilah Islam NUsantara yang waras dan cerdas mengikuti suri tauladan Rosulullah SAW, bukan yang jago mengutip ayat Al-Qur'an tapi dengan makna yang dipelintir oleh para ulama su' yang palsu, sesat lagi menyesatkan.
@kyaiwaras
#salamwaras #nu #nahdlatululama #nahdatululama #IslamNUsantara #aswaja #ahlussunnahwaljamaah #indonesia #NUsantara
. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2631947266886169&id=1648840928530146
Ada jawaban yang mudah untuk mematahkan pertanyaan para Kadrun tapkiri itu.Saya orang muslim Al-Qur'an adalah tuntunan pedoman saya menyembanh Allah SWT,sedang Pancasila adalah dasar negara saya karena saya hidup di sebuah negara kesatuan Republik Indonesia.itu jawaban yg mudah.
Cara kaum radikal sesat pengusung khilafah menjebak umat Islam agar menolak Pancasila sebagai Kesepakatan Bersama suatu Bangsa dalam menjalankan negara Indonesia ini adalah bertanya "Kamu Pilih Al-Qur'an atau Pancasila".
Setelah mereka yang membodohi dan dibodohi itu memilih Al-Qur'an, mereka juga tidak akan jalankan perintah Al-Qur'an. Mereka hanya mengutip sepenggal ayat Al-Qur'an tapi menafsirkan dengan serampangan dan tidak sesuai konteksnya.
Jelas pertanyaan menjebak itu adalah kebodohan dan pembodohan yang berbungkus agama. Kalau untuk agama, sebagai muslim dengan Islam sebagai agama yang kita imani tentu saja pilih Al-Qur'an sebagai dasar.
Kalau kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia yang beragam tentu kita ikuti pendiri negara ini yang sudah bersepakat memilih Pancasila yang tidak bertentangan dengan agama, sebagai dasar negara.
Rosulullah SAW tidak pernah memaksakan Al-Qur'an sebagai pedoman bersama bagi umat beragama selain Islam. Beliau membuat kesepakatan Piagam Madinah bertentangan dengan nilai-nilai prinsipil Al-Qur'an.
Piagam Madinah adalah kesepakatan Rasulullah SAW dengan masyarakat Madinah sebagai dasar berbangsa dan bernegara di masa itu yang beragam agama dan juga suku'bangsa agar bisa hidup berdampingan dengan damai.
Cara dakwah sesat dan menyesatkan Wahabi, Salafy, Jihadi dan Takfiri kepada umat Islam adalah cara pembodohan. Mereka memprovokasi umat Islam agar jadi pemarah seperti kaum Khawarij, lalu membenci semua yang berbeda dengannya.
Dalam hidup kita apakah kita juga harus memilih Ayah atau Ibu? Pilih Istri / Suami atau Anak? Pilih Al-Qur'an atau Pancasila? Kita bisa memilih keduanya dalam fungsi masing-masing tanpa harus memilih satu lalu memusuhi yang lain.
Imam Ali pernah berkata, "Musuh kita bukan Kristen atau Yahudi, Musuh kita adalah Kebodohan Umat Islam Sendiri". Dan dari dulu kaum Khawarij hingga saat ini kaum Wahabi, Salafy, Jihadi dan Takfiri adalah penyebar racun kebodohan menyesatkan bagi umat Islam.
Jadilah Islam NUsantara yang waras dan cerdas mengikuti suri tauladan Rosulullah SAW, bukan yang jago mengutip ayat Al-Qur'an tapi dengan makna yang dipelintir oleh para ulama su' yang palsu, sesat lagi menyesatkan.
@kyaiwaras
#salamwaras #nu #nahdlatululama #nahdatululama #IslamNUsantara #aswaja #ahlussunnahwaljamaah #indonesia #NUsantara
. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2631947266886169&id=1648840928530146
Ada jawaban yang mudah untuk mematahkan pertanyaan para Kadrun tapkiri itu.Saya orang muslim Al-Qur'an adalah tuntunan pedoman saya menyembanh Allah SWT,sedang Pancasila adalah dasar negara saya karena saya hidup di sebuah negara kesatuan Republik Indonesia.itu jawaban yg mudah.
Rabu, 11 Desember 2019
POLRES TASIK MEMBERIKAN PENGHORMATAN ATLIT PERAEH EMAS
Kapolres Tasik Cegat Atlet Peraih Emas SEA Games yang Pulang Naik Angkot
Rabu, 10 Desember 2019
Jakarta - Muhammad Taufik (30), atlet triathlon dan modern pentathlon, telah kembali ke kampung halamannya di Cimanggu, Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (9/12/2019).
Taufik diketahui baru saja bertanding di kejuaraan SEA Games 2019 Filipina dan berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia. Yang disayangkan, sekembalinya ke tanah air, tidak ada sambutan meriah yang didapat Taufik. Pria asal Tasik itu harus kembali ke rumahnya dengan menaiki angkutan umum.
Kabar kepulangan Muhammad Taufik itu sampai ke telinga Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra. Kapolres pun memerintahkan anggotanya untuk menjemput atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya itu.
Demi menyambut atlet peraih dua medali ini, AKBP Doni menyulap kantornya dengan tampilan menarik. Layaknya acara syukuran, Kapolres menyiapkan berbagai sajian makanan disajikan di meja panjang berukuran besar. Ada aneka olahan daging ayam, daging sapi, ikan hingga sayur mayur.
AKBP Doni mengatakan, awalnya dia tidak tahu kalau Taufik akan kembali ke Tasik dengan angkutan umum. Dia hanya mendapat kabar kalau atlet kelahiran Tasikmalaya itu bakal kembali Senin kemarin.
"Kapolsek bilang mau menjemput Taufik. Saya tanya di mana jemputnya. AKBP Doni bilang nanti turun di depan Polres,” kata AKBP Doni saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).
AKBP Doni, yang mengetahui Taufik kembali dengan angkota umum dari Kota Bandung terkejut. Dia pun mengaku langsung memerintahkan jajarannya untuk mencari angkutan umum yang ditumpangi Taufik, dan meminta agar dia dipindahkan ke mobil polisi. Singkat cerita, mobil Elf yang ditumpangi Taufik pun akhirnya ditemukan di kawasan Cilawu, Garut.
"Saya panggil Anggota lantas, kamu jemput nanti pindahin ke mobil lantas, jangan turun di depan kantor pakai mobil elf,” ucap diaAKBP Doni.
AKBP Doni mengatakan, penyambutan ini semata-mata bagian dari apresasi yang diberikan institusi kepolisian kepada seorang pemuda Tasikmalaya karena mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Paling tidak kita sambut di polres ajak ngobrol, ajak makan malam untuk memberikan apresiasi kepada dia. Kami bangga dia dapat dua mendali. Satu emas dan satu lagi perungggu kan,” ucap Kapolres.
AKBP Doni berpesan kepada Muhammad Taufik agar tidak merasa puas. "Masih banyak prestasi yang bisa diraih untuk mengharumkan negara, bangsa dan bisa mengangkat harkat martabat keluarga," ucap AKBP Doni.
Langganan:
Postingan (Atom)







