KOREKSI UNTUK SI RIZAL RAMLI
(Tinjauan Ekonomi di acara ilc)
Saya tadi malam sempat nonton ILC dan langsung tersenyum ketika RR bicara.
Saya ingin meluruskan saja apa yang dia katakan, karena ini berbahaya bagi orang awam kalau tidak dijelaskan.
Pertama..
Tahun '98 memang Pasar Glodok usai aksi kerusuhan, kembali ramai. Berbeda dengan sekarang.
Sejak tahun 2018 sampai sekarang Pasar Glodok sepi.
Kalau itu dijadikan indikator bahwa '98 lebih baik dari sekarang adalah tidak tepat. Karena tahun '98 tidak ada unicorn yang memungkinkan orang belanja tanpa ke toko.
Nilai kapitalisasi 10 perusahaan platform marketplace teratas saat ini lebih tinggi daripada perusahaan konvensional.
Prestasi ini dicapai dalam periode waktu yang singkat.
Sebaiknya anda update ilmunya tentang paradigma perubahan model bisnis era 4G.
Kedua..
Anda menyebut semua indikator ekonomi Indonesia negatif. Penyebabnya bukan hanya corona tetapi sudah berlangsung sejak tahun 2017,.. Itu benar.
Semua tahu.
Sejak adanya perang mata uang antara China dan AS.
Kemudian berlanjut perang dagang antara China dan AS, trend ekonomi secara global menurun.
Silahkan check data indikator ekonomi anggota G20.
Anda akan terkejut.
Ternyata yang berhasil bertahan tetap positip growth nya hanya tiga negara yaitu China, India, dan Indonesia. Kalau anda mengatakan team ekonomi Jokowi bego.
Lantas gimana dengan 17 negara G20 lain yang indikatornya lebih buruk dari Indonesia ?, seharusnya mereka minta tolong ke anda kalau anda benar lebih jago dari team ekonomi Jokowi.
Ketiga..
Anda menyebut jalan keluar Jokowi menutupi defisit hanya melalui hutang.. Benar..
Apakah mendapatkan pinjaman itu mudah ?..
Ingat, Jokowi pinjam ke pasar uang yang membutuhkan kriteria ketat agar pasar bisa menyerap obligasi itu.
Pasar engga mengenal politik.
Kalau berhutang itu gampang, tentu Italia dan Spanyol enggak sampai kesulitan likuiditas karena susah cari utang.
Venezuela enggak sampai bangkrut.
Rasio utang kita terhadap PDB jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia, Thailand, bahkan terhadap anggota G20. Masalahnya dimana ? Utang dalam sistem ekonomi yang modern adalah financial resource.
Anda harus update ilmu ekonominya.
Jangan lagi pakai teori ekonomi jadul.
Keempat..
Anda mengatakan rezim Jokowi antek China. Saya sempat terkejut. Mengapa anda rasis. Inikah pelajaran yang anda berikan kepada generasi muda ? Seharusnya anda baca data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang dirilis Bank Indonesia (BI) dan data investasi asing BKPM.
China bukanlah investor terbesar di Indonesia. Yang terbesar tetaplah Singapore, Jepang dan AS.
China di bawah tiga negara itu.
Mengapa perlakuan anda kepada tiga negara itu berbeda dengan China ?
Reputasi anda masih ada dihormati oleh rakyat, jagalah bicara dan bersikap agar kita bisa memberikan pendidikan kepada rakyat.
Kalau soal kekurangan, memang banyak yang harus kita kritik terhadap pemerintah Jokowi.
Tetapi kritiklah secara terpelajar agar Pemerintah tertolong dan orang awam tercerahkan.
(by babo ejb)
Copas haidar
Rabu, 20 Mei 2020
Rabu, 06 Mei 2020
SURAT TERBUKA UNTUK IBU IBU
Surat Terbuka Untuk Ibu-Ibu Nusantara Melindungi Almira
ABI REKSO PANGGALIH
“Jika kita percaya bahwa anak adalah harta yang paling berharga. Maka janganlah sesekali pun menggadaikan hak anak sebagai obligasi hasrat berkuasa.”
ahy agus-harimurti-yudhoyono_ahy_geotimes
Selasa, 5 Mei 2020
Surat terbuka ini secara khusus saya tujukan kepada kaum ibu di seluruh Indonesia. Terlepas dari usia, agama, suku atau pun latar belakang pendidikan serta profesi. Di saat seorang anak menjadi korban politik, satu-satunya golongan yang siap berada di depan adalah kaum ibu nusantara.
Ibu-ibu yang saya hormati, di manapun berada.
Izinkan saya mengutarakan sebuah kasus, serta mengetuk pintu hati ‘keibuan’ kalian terkait satu hal di mana praktik ini bisa terjadi kepada setiap anak-anak kita.
Adalah seorang anak perempuan tak berdosa bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono. Cucu dari Ibu Kristiani Herrawati Sarwo Edhie Wibowo, keponakan dari Edhie Baskoro Yudhoyono, serta anak semata wayang dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Anissa Pohan. Seorang anak perempuan berusia sebelas tahun, terpaksa menanggung problem politik dikarenakan kesengajaan dari ambisi politik orang tuanya.
Kaum ibu yang saya hormati.
Rundungan ini dimulai sejak beberapa hari yang lalu sebelum surat ini ditulis. Awalnya, Ayah Almira yakni saudara AHY mengunduh di akun sosial media pribadinya terkait proses pembuatan tugas Almira. Sampai situ, sudah ada gejala yang tidak lazim. Ketidaklaziman pertama adalah, mimik wajah Almira yang terlihat agak gelisah dalam foto unggahan saudara AHY.
Almira, yang duduk di tengah dengan laptopnya tercermin sebuah kegamangan diraut wajahnya. Tentu Almira bukanlah seorang aktris cilik yang mudah dikondisiskan raut mukanya, bisa sedih atau senang sesuai permintaan. Saya atau pun juga kaum ibu bisa merasakan aura Almira yang penuh dengan segala keterpaksaan.
Kedua, secara terbuka saudara AHY memperlihatkan yang diceritakan sebagai tugas Almira. Di mana surat itu semacam surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, yang berisi permintaan Lockdown akibat sebaran virus Covid-19.
Ketidak laziman ketiga, secara sengaja saudara AHY melibatkan anak semata wayangnya dalam bentuk aksi politis. Di sini saudara AHY melakukan praktik terselubung tokenisme pada anak dan melakukan pelanggaran atas UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
Surat ini asliya saya beri tajuk; “Majikan Partai dan Praktik Terselubung Tokenisme Pada Anak”. Mungkin sebagian pembaca merasa awam dengan istilah tokenisme pada anak. Agar pesan ini bisa tersampaikan kepada publik luas, dan terutama kaum ibu nusantara. Maka saya akan menjelaskan secara sederhana istilah ‘tokenisme pada anak’, agar mudah dipahami secara seksama.
Begini, secara harafiah dalam keilmuan sosial tokenisme diartikan seperti ini; adalah contoh saat individu menunjukkan tingkah laku positif yang menipu terhadap anggota kelompok outgroup kepada siapa mereka merasakan prasangka yang kuat. Kemudian perilaku tokenistik ini digunakan sebagai alasan untuk menolak melakukan aksi yang lebih menguntungkan terhadap kelompok ini.
Saya akan memberikan penalaran yang lebih sederhana dalam konteks surat terbuka Almira. Tentu Almira, tidak pernah menghitung risiko secara politis apakah surat itu bisa berdampak negatif pada dirinya. Ataukah, surat itu menjadi kredit poin positif untuk bapak dan partai keluarganya.
Almira sebagai seorang anak cerdas yang lugu, kita yakin tidak memiliki pretensi politik apa pun. Atas dasar surat yang dibuat oleh Almira, maka kemudian saudara AHY sebagai ayah dari Almira, sebagai seorang majikan partai, sebagai politisi, sebagai anak sulung dari mantan Presiden RI ke-6 memiliki umpan politik yang bisa dilemparkan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.
Dengan sengaja saudara AHY menjadikan putri semata wayangnya menjadi umpan politik dari agenda kepartaiannya. Sebagai seorang majikan partai politik, tidaklah mungkin risiko yang akan diterpa oleh Almira akan datang bertubi-tubi. Semakin terang ketika jongos partai seperti Jansen Sitindaon, sigap sedia membela sang majikan. Jelas sekali pesan yang disampaikan sang jongos, panjang lebar dia menjelaskan, diujung dia hanya ingin mengatakan bahwa kemampuan berbahsa inggris Almira lebih baik daripda Presiden Jokowi. Tentu itu tabsir yang disiapkan para dayang-dayang partai, untuk memperkuat agenda politik majikan. Apakah, Almira yang menuliskan surat berfikir serumit itu? Sepertinya tidak sama sekali.
Kaum ibu di manapun berada, rasanya penjelasan saya yang singkat sudahlah sangat gamblang benderang. Bahwa jelas saudara AHY selaku ayah dari Almira, melakukan tindakan tokenistik kepada anaknya demi sebuah agenda politik. Jika kita tilik dalam sudut pandang hukum, jelas bahwa saudara AHY telah melakukan pelanggaran atas UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Bagaimana mungkin seorang majikan partai yang kabarnya mengusung prinsip-prinsip demokrat, tetapi secara terselubung menjalankan praktik tokenisme pada anaknya sendiri. Saya akan bacakan pasal-pasal yang sudah dilanggar saudara AHY sebagai seorang ayah dari Almira; Pasal 15 (a): Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Sebagai seorang ayah juga ibu, dengan sengaja menjadikan anaknya sebagai umpan politik adalah pelanggaran atas prinsip dasar hak anak.
Selain hal yang lebih teknis, apakah kita percaya akan dua hal yang menjadi latar belakang dari surat terbuka Almira? Pertama, apakah betul sekolah Almira, memberikan tugas serupa?
Kedua, jika pun betul ada tugas sekolah seperti itu, apakah surat yang dibuat Almira tidak ada intervensi dari saudara AHY? Atau jangan-jangan sebagian besar dari isi surat Almira adalah hegemoni pikiran sang ayah? Karena apakah kita percaya untuk seusia Almira, yang terhitung sebelas tahun memiliki hasrat politik. Dalam dimensi itu saya kira kita perlu curiga, bahwa narasi itu tidak hadir tanpa intervensi yang hegemonik seorang ayah kepada anak perempuannya.
Bukankah ini adalah sebuah tragedi. Ditengah cerita harmonis keluarga, yang serba kompak, serba selaras, dan selalu harmonis dalam senyum meski basa basi. Ternyata tersingkap sebuah intimidasi pikiran yang begitu keji, dari seorang ayah kepada anak semata wayangnya.
Sudahlah sepatutnya seorang ayah yang mencintai anak-anaknya, melindungi anaknya dari semua potensi yang bisa menggoyahkan jiwa sang anak. Bukan sebaliknya, secara sadar serta sengaja menggiring sang anak ketengah lapangan tembak dengan tangan terikat dan mata tertutup rapat.
Kaum ibu yang saya hormati.
Orang dewasa mana yang rela dan tega jika melihat seorang anak menjadi korban perundungan atas aksi politik orang tuanya? Saya mengajak kaum perempuan dan kaum ibu untuk melihat masalah ini secara holistik. Bahwa kita menolak siapa pun melakukan perundungan pada Almira itu adalah satu hal. Tetapi dalam hal lain yang jauh lebih penting, adalah satu tindakan keji orang tua yang dengan sengaja dan sadar memposisikan sang anak dengan konsekuensi seperti ini.
Kekejian itu, seakan dibalut dengan topeng intelektual dan kecakapan sang anak dalam menggunakan bahasa asing. Betapapun diupayakan surat itu terlihat otentik, tetaplah publik melihat raut wajah Almira dalam tekanan ambisi sang ayah. Bukan saja Almira duduk dihapit oleh kedua orang tuanya, bahkan Almira digiring oleh keduanya dalam cara pandang yang sempit.
Akhirnya kita kembali bertanya, pada diri kita sendiri. Manakah yang lebih biadab? Mereka yang pada akhirnya merundung Almira seorang gadis lugu, cerdas dan apolitis? Ataukah, orang tuanya yang secara terbuka dan sengaja menjadikan anak putrinya umpan politis?
Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, terlalu banyak pertanyaan atas kapasitas anda. Selain, kapasitas menjadi majikan dari partai warisan orang tua anda. Kini, orang mempertanyakan kapasitas anda sebagai seorang ayah. Bahkan keberpihakan anda pada masa depan anak anda sendiri.
Salam Akal Sehat!
Jakarta, 5 Mei 2020
Abi Rekso Panggalih
Sekjen DPN Pergerakan-Indonesia.
ABI REKSO PANGGALIH
“Jika kita percaya bahwa anak adalah harta yang paling berharga. Maka janganlah sesekali pun menggadaikan hak anak sebagai obligasi hasrat berkuasa.”
ahy agus-harimurti-yudhoyono_ahy_geotimes
Selasa, 5 Mei 2020
Surat terbuka ini secara khusus saya tujukan kepada kaum ibu di seluruh Indonesia. Terlepas dari usia, agama, suku atau pun latar belakang pendidikan serta profesi. Di saat seorang anak menjadi korban politik, satu-satunya golongan yang siap berada di depan adalah kaum ibu nusantara.
Ibu-ibu yang saya hormati, di manapun berada.
Izinkan saya mengutarakan sebuah kasus, serta mengetuk pintu hati ‘keibuan’ kalian terkait satu hal di mana praktik ini bisa terjadi kepada setiap anak-anak kita.
Adalah seorang anak perempuan tak berdosa bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono. Cucu dari Ibu Kristiani Herrawati Sarwo Edhie Wibowo, keponakan dari Edhie Baskoro Yudhoyono, serta anak semata wayang dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Anissa Pohan. Seorang anak perempuan berusia sebelas tahun, terpaksa menanggung problem politik dikarenakan kesengajaan dari ambisi politik orang tuanya.
Kaum ibu yang saya hormati.
Rundungan ini dimulai sejak beberapa hari yang lalu sebelum surat ini ditulis. Awalnya, Ayah Almira yakni saudara AHY mengunduh di akun sosial media pribadinya terkait proses pembuatan tugas Almira. Sampai situ, sudah ada gejala yang tidak lazim. Ketidaklaziman pertama adalah, mimik wajah Almira yang terlihat agak gelisah dalam foto unggahan saudara AHY.
Almira, yang duduk di tengah dengan laptopnya tercermin sebuah kegamangan diraut wajahnya. Tentu Almira bukanlah seorang aktris cilik yang mudah dikondisiskan raut mukanya, bisa sedih atau senang sesuai permintaan. Saya atau pun juga kaum ibu bisa merasakan aura Almira yang penuh dengan segala keterpaksaan.
Kedua, secara terbuka saudara AHY memperlihatkan yang diceritakan sebagai tugas Almira. Di mana surat itu semacam surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, yang berisi permintaan Lockdown akibat sebaran virus Covid-19.
Ketidak laziman ketiga, secara sengaja saudara AHY melibatkan anak semata wayangnya dalam bentuk aksi politis. Di sini saudara AHY melakukan praktik terselubung tokenisme pada anak dan melakukan pelanggaran atas UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
Surat ini asliya saya beri tajuk; “Majikan Partai dan Praktik Terselubung Tokenisme Pada Anak”. Mungkin sebagian pembaca merasa awam dengan istilah tokenisme pada anak. Agar pesan ini bisa tersampaikan kepada publik luas, dan terutama kaum ibu nusantara. Maka saya akan menjelaskan secara sederhana istilah ‘tokenisme pada anak’, agar mudah dipahami secara seksama.
Begini, secara harafiah dalam keilmuan sosial tokenisme diartikan seperti ini; adalah contoh saat individu menunjukkan tingkah laku positif yang menipu terhadap anggota kelompok outgroup kepada siapa mereka merasakan prasangka yang kuat. Kemudian perilaku tokenistik ini digunakan sebagai alasan untuk menolak melakukan aksi yang lebih menguntungkan terhadap kelompok ini.
Saya akan memberikan penalaran yang lebih sederhana dalam konteks surat terbuka Almira. Tentu Almira, tidak pernah menghitung risiko secara politis apakah surat itu bisa berdampak negatif pada dirinya. Ataukah, surat itu menjadi kredit poin positif untuk bapak dan partai keluarganya.
Almira sebagai seorang anak cerdas yang lugu, kita yakin tidak memiliki pretensi politik apa pun. Atas dasar surat yang dibuat oleh Almira, maka kemudian saudara AHY sebagai ayah dari Almira, sebagai seorang majikan partai, sebagai politisi, sebagai anak sulung dari mantan Presiden RI ke-6 memiliki umpan politik yang bisa dilemparkan kepada pemerintahan Presiden Jokowi.
Dengan sengaja saudara AHY menjadikan putri semata wayangnya menjadi umpan politik dari agenda kepartaiannya. Sebagai seorang majikan partai politik, tidaklah mungkin risiko yang akan diterpa oleh Almira akan datang bertubi-tubi. Semakin terang ketika jongos partai seperti Jansen Sitindaon, sigap sedia membela sang majikan. Jelas sekali pesan yang disampaikan sang jongos, panjang lebar dia menjelaskan, diujung dia hanya ingin mengatakan bahwa kemampuan berbahsa inggris Almira lebih baik daripda Presiden Jokowi. Tentu itu tabsir yang disiapkan para dayang-dayang partai, untuk memperkuat agenda politik majikan. Apakah, Almira yang menuliskan surat berfikir serumit itu? Sepertinya tidak sama sekali.
Kaum ibu di manapun berada, rasanya penjelasan saya yang singkat sudahlah sangat gamblang benderang. Bahwa jelas saudara AHY selaku ayah dari Almira, melakukan tindakan tokenistik kepada anaknya demi sebuah agenda politik. Jika kita tilik dalam sudut pandang hukum, jelas bahwa saudara AHY telah melakukan pelanggaran atas UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Bagaimana mungkin seorang majikan partai yang kabarnya mengusung prinsip-prinsip demokrat, tetapi secara terselubung menjalankan praktik tokenisme pada anaknya sendiri. Saya akan bacakan pasal-pasal yang sudah dilanggar saudara AHY sebagai seorang ayah dari Almira; Pasal 15 (a): Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Sebagai seorang ayah juga ibu, dengan sengaja menjadikan anaknya sebagai umpan politik adalah pelanggaran atas prinsip dasar hak anak.
Selain hal yang lebih teknis, apakah kita percaya akan dua hal yang menjadi latar belakang dari surat terbuka Almira? Pertama, apakah betul sekolah Almira, memberikan tugas serupa?
Kedua, jika pun betul ada tugas sekolah seperti itu, apakah surat yang dibuat Almira tidak ada intervensi dari saudara AHY? Atau jangan-jangan sebagian besar dari isi surat Almira adalah hegemoni pikiran sang ayah? Karena apakah kita percaya untuk seusia Almira, yang terhitung sebelas tahun memiliki hasrat politik. Dalam dimensi itu saya kira kita perlu curiga, bahwa narasi itu tidak hadir tanpa intervensi yang hegemonik seorang ayah kepada anak perempuannya.
Bukankah ini adalah sebuah tragedi. Ditengah cerita harmonis keluarga, yang serba kompak, serba selaras, dan selalu harmonis dalam senyum meski basa basi. Ternyata tersingkap sebuah intimidasi pikiran yang begitu keji, dari seorang ayah kepada anak semata wayangnya.
Sudahlah sepatutnya seorang ayah yang mencintai anak-anaknya, melindungi anaknya dari semua potensi yang bisa menggoyahkan jiwa sang anak. Bukan sebaliknya, secara sadar serta sengaja menggiring sang anak ketengah lapangan tembak dengan tangan terikat dan mata tertutup rapat.
Kaum ibu yang saya hormati.
Orang dewasa mana yang rela dan tega jika melihat seorang anak menjadi korban perundungan atas aksi politik orang tuanya? Saya mengajak kaum perempuan dan kaum ibu untuk melihat masalah ini secara holistik. Bahwa kita menolak siapa pun melakukan perundungan pada Almira itu adalah satu hal. Tetapi dalam hal lain yang jauh lebih penting, adalah satu tindakan keji orang tua yang dengan sengaja dan sadar memposisikan sang anak dengan konsekuensi seperti ini.
Kekejian itu, seakan dibalut dengan topeng intelektual dan kecakapan sang anak dalam menggunakan bahasa asing. Betapapun diupayakan surat itu terlihat otentik, tetaplah publik melihat raut wajah Almira dalam tekanan ambisi sang ayah. Bukan saja Almira duduk dihapit oleh kedua orang tuanya, bahkan Almira digiring oleh keduanya dalam cara pandang yang sempit.
Akhirnya kita kembali bertanya, pada diri kita sendiri. Manakah yang lebih biadab? Mereka yang pada akhirnya merundung Almira seorang gadis lugu, cerdas dan apolitis? Ataukah, orang tuanya yang secara terbuka dan sengaja menjadikan anak putrinya umpan politis?
Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, terlalu banyak pertanyaan atas kapasitas anda. Selain, kapasitas menjadi majikan dari partai warisan orang tua anda. Kini, orang mempertanyakan kapasitas anda sebagai seorang ayah. Bahkan keberpihakan anda pada masa depan anak anda sendiri.
Salam Akal Sehat!
Jakarta, 5 Mei 2020
Abi Rekso Panggalih
Sekjen DPN Pergerakan-Indonesia.
Selasa, 05 Mei 2020
Surat terbuka biakto untuk almira
SURAT BUAT ALMIRA
Oleh Biakto
Assalamualaikum, ww.
Cucunda Almira yg cantik, masih puasa ya.
Kami eyang-eyang di Indonesia sdg dirumah ngikuti aturan pemerintah pakai masker, cuci tangan, tdk berkumpul. Dan patuh ikut aturan PSBB.
Cucunda Almira, cucunda kan sdg berajar dari rumah karena sekolah tutup. Semoga belajarnya fokus, kelak bs jadi manusia bermanfaat, karena hidup kedepan membutuhkan akhlak yg lebih kekar daripada cuma sekedar otak pintar.
Almira, cucunda adalah salah satu dari jutaan manusia yg lahir dalam kecukupan. Lahir sbg cucu presiden, juga cucu salah satu Direktur Bank Indonesia, dan punya papa mama yg mulai ingin ikut jejak eyangmu yg bekas presiden.
Tapi lahir sbg orang yg sempurna di dunia tdk cukup utk bisa lgsg ikut berbicara yg bukan porsinya. Semua butuh proses belajar, paham, dan tidak sekedar bicara.
Almira, namamu tenar dan viral stlh membuat surat kepada Presiden RI Bapak Jokowi. Almira bgt digdaya dalam usia belia sdh bisa menyarankan Bapak Presiden utk melakukan Lock Down karena Indonesia terwabah Corona. Pikiran Almira sama dgn pengusul sebelumnya, Eyang JK, Eyang SBY, Papamu, dan banyak lagi. Tapi kenapa Pak Jokowi tdk melakukan itu, ya karena pertimbangan panjang yg kalau di bahas dgn Almira akan butuh waktu lama, ngurus negara bukan semudah seperti memakai dan melepas sepatu saat engkau pergi sekolah. Bahkan engkau tak pernah merasakan sulitnya memakai dan melepas sepatu.
Ada banyak anak-anak sebayamu skrg sdg tidak bs belajar krn tidak punya internet, tidak punya gadget atau computer. Orang tuanya sdg bergelut berusaha dpt bantuan sembako Krn namanya tdk tercantum, hilang disela-sela nama anggota DPR yg baru saja selfie pakai APD, Dan menerima bantuan sembako.
Cucunda, dunia ini masih terlalu bersahabat buatmu karena engkau tdk menjalani pahit getirnya hidup sbg warga biasa. Begitu juga papa mamamu. Tapi kemudahan itu bukan pula membuat semua tindakan kalian di mudahkan, atau memudahkan. Belajar empati saja dulu sebelum berprilaku yg kadang bukan porsimu. Presiden Jokowi adalah presiden yg di coba di tengah wabah dan persoalan politik yg kurang apik. Cobalah tanya eyang dan papamu, apa itu politik. Dan apa yg telah dan akan dilakukannya. Minta papa dan mamamu memberi contoh yg kecil-kecil dulu,seperti pakai masker saat mau di foto agar adab ditengah wabah tercermin baik.
Pesan eyang, bilang ke mama papa dan eyangmu, ambil tabungan kalian sebanyak mungkin, beli sesuatu utk diberikan kepada yg membutuhkan agar menjadi manfaat sesama. Bukan memanfaatkan keadaan dimana Almira di seret ke pusaran ke dunia politik yg Almira belum paham. Simpan foto Almira yg viral itu agar kelak engkau bisa berkontemplasi bahwa porsimu masih porsi makan bubur yg di cicipi dari pinggir, bukan seperti cara makan bubur papa dan eyangmu yg suka makan bubur diaduk.Rasanya gak jelas Almira !!!
Sementara ini hiduplah di alammu agar hidupnya berjalan scr proporsional. Jangan pikirkan soal Lock Down. Biarkan hal itu terus berpacu dalam pikiran papa dan eyangmu sampai mereka lupa mereka sudah dan pernah ngerjai apa utk Indonesia.
NILAI HIDUP HARUS DIUKUR DGN GARIS YG LEBIH MULIA YAITU KERJA, BUKANNYA HANYA BICARA.
Selamat belajar Almira semoga kelak saat engkau dewasa bisa memaknai banyak tentang keluarga, tetangga, dan dunia. Serta jgn lupa sesekali menoleh ke Hambalang.
Perubahan adalah hukum kehidupan. Dan mereka yg hanya melihat ke masa lalu atau masa kini, pasti akan kehilangan masa depan.
Wassalam...Dapat salam dari Jan Etes.🤩
Oleh Biakto
Assalamualaikum, ww.
Cucunda Almira yg cantik, masih puasa ya.
Kami eyang-eyang di Indonesia sdg dirumah ngikuti aturan pemerintah pakai masker, cuci tangan, tdk berkumpul. Dan patuh ikut aturan PSBB.
Cucunda Almira, cucunda kan sdg berajar dari rumah karena sekolah tutup. Semoga belajarnya fokus, kelak bs jadi manusia bermanfaat, karena hidup kedepan membutuhkan akhlak yg lebih kekar daripada cuma sekedar otak pintar.
Almira, cucunda adalah salah satu dari jutaan manusia yg lahir dalam kecukupan. Lahir sbg cucu presiden, juga cucu salah satu Direktur Bank Indonesia, dan punya papa mama yg mulai ingin ikut jejak eyangmu yg bekas presiden.
Tapi lahir sbg orang yg sempurna di dunia tdk cukup utk bisa lgsg ikut berbicara yg bukan porsinya. Semua butuh proses belajar, paham, dan tidak sekedar bicara.
Almira, namamu tenar dan viral stlh membuat surat kepada Presiden RI Bapak Jokowi. Almira bgt digdaya dalam usia belia sdh bisa menyarankan Bapak Presiden utk melakukan Lock Down karena Indonesia terwabah Corona. Pikiran Almira sama dgn pengusul sebelumnya, Eyang JK, Eyang SBY, Papamu, dan banyak lagi. Tapi kenapa Pak Jokowi tdk melakukan itu, ya karena pertimbangan panjang yg kalau di bahas dgn Almira akan butuh waktu lama, ngurus negara bukan semudah seperti memakai dan melepas sepatu saat engkau pergi sekolah. Bahkan engkau tak pernah merasakan sulitnya memakai dan melepas sepatu.
Ada banyak anak-anak sebayamu skrg sdg tidak bs belajar krn tidak punya internet, tidak punya gadget atau computer. Orang tuanya sdg bergelut berusaha dpt bantuan sembako Krn namanya tdk tercantum, hilang disela-sela nama anggota DPR yg baru saja selfie pakai APD, Dan menerima bantuan sembako.
Cucunda, dunia ini masih terlalu bersahabat buatmu karena engkau tdk menjalani pahit getirnya hidup sbg warga biasa. Begitu juga papa mamamu. Tapi kemudahan itu bukan pula membuat semua tindakan kalian di mudahkan, atau memudahkan. Belajar empati saja dulu sebelum berprilaku yg kadang bukan porsimu. Presiden Jokowi adalah presiden yg di coba di tengah wabah dan persoalan politik yg kurang apik. Cobalah tanya eyang dan papamu, apa itu politik. Dan apa yg telah dan akan dilakukannya. Minta papa dan mamamu memberi contoh yg kecil-kecil dulu,seperti pakai masker saat mau di foto agar adab ditengah wabah tercermin baik.
Pesan eyang, bilang ke mama papa dan eyangmu, ambil tabungan kalian sebanyak mungkin, beli sesuatu utk diberikan kepada yg membutuhkan agar menjadi manfaat sesama. Bukan memanfaatkan keadaan dimana Almira di seret ke pusaran ke dunia politik yg Almira belum paham. Simpan foto Almira yg viral itu agar kelak engkau bisa berkontemplasi bahwa porsimu masih porsi makan bubur yg di cicipi dari pinggir, bukan seperti cara makan bubur papa dan eyangmu yg suka makan bubur diaduk.Rasanya gak jelas Almira !!!
Sementara ini hiduplah di alammu agar hidupnya berjalan scr proporsional. Jangan pikirkan soal Lock Down. Biarkan hal itu terus berpacu dalam pikiran papa dan eyangmu sampai mereka lupa mereka sudah dan pernah ngerjai apa utk Indonesia.
NILAI HIDUP HARUS DIUKUR DGN GARIS YG LEBIH MULIA YAITU KERJA, BUKANNYA HANYA BICARA.
Selamat belajar Almira semoga kelak saat engkau dewasa bisa memaknai banyak tentang keluarga, tetangga, dan dunia. Serta jgn lupa sesekali menoleh ke Hambalang.
Perubahan adalah hukum kehidupan. Dan mereka yg hanya melihat ke masa lalu atau masa kini, pasti akan kehilangan masa depan.
Wassalam...Dapat salam dari Jan Etes.🤩
Copas
PIDATO PRESIDEN UGANDA YG PUITIS DAN MENGENA UNTUK COVID 19
Presiden Uganda YOWERI MUSEVENI dengan gusar memperingatkan rakyatnya yang bersikap meremehkan selama wabah COVID-19 ini:
_"Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia memiliki seluruh dunia untuk dijaga. Dia tidak bisa hanya berada di Uganda mengurusi orang2 idiot..."._
Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya,
Di bawah ini adalah pidatonya yang menarik:
_"Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapa pun untuk tetap di dalam rumah. Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta._ _Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, anda bersembunyi di sana selama peperangan berlangsung._ _Selama perang, anda tidak menuntut kebebasan Anda._ _Anda rela menukarkan kebebasan Anda demi bertahan hidup._
_Selama perang, anda tidak mengeluh kelaparan. Anda sabar menahan kelaparan dan berdoa agar anda masih hidup untuk bisa makan lagi._
_Selama perang, anda tidak berdebat tentang membuka bisnis anda. Anda bahkan menutup toko anda (jika anda punya waktu), dan berlari untuk menyelamatkan hidup Anda._
_Anda berdoa agar hidup lebih lama dari perang sehingga anda dapat kembali melakukan bisnis anda (jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir)._
_Selama perang, anda bersyukur kepada Tuhan karena melihat matahari esok sebagai orang hidup._
_Selama perang, anda tidak merasa perlu untuk khawatir tentang sekolah anak2 Anda._
_Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di gedung sekolah yang dirubah menjadi pangkalan militer._
_Ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang._
_Perang tanpa senjata dan peluru._
_Perang tanpa tentara manusia._
_Perang tanpa batas._
_Perang tanpa perjanjian gencatan senjata._
_Perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci._
_Tentara dalam perang ini tanpa belas kasihan._
_Musuh kita tak punya "sisi baik" manusiawi, musuh kita bersikap kejam, tidak menghormati anak2, wanita, atau tempat ibadah._
_Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang._
_Tentara musuh kita ini tidak memiliki niat untuk mengganti rezim._
_Tidak peduli dengan sumber daya alam didalam bumi._
_Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis._
_Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas ras._
_Tentara musuh kita ini adalah pasukan yang tak terlihat, cepat, dan efektif tanpa ampun._
_Agenda satu2nya adalah *panen kematian*. Tentara itu hanya merasa puas setelah mengubah dunia menjadi *satu daerah kematian besar*._ _Kemampuannya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan. Tanpa tank darat, mobil amfibi dan tanpa pesawat, tentara musuh kita memiliki basis di hampir setiap negara di dunia._ _Gerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun._ _Singkatnya, tentara itu mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Tentara musuh kita itu adalah *Corona virus*. Juga dikenal sebagai *COVID19*._
_Syukurlah, pasukan ini masih memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan._ _Hanya dibutuhkan tindakan, disiplin, dan kesabaran kita bersama. COVID-19 tidak dapat bertahan jika ada jarak sosial dan fisik._ _Tentara itu hanya tumbuh subur dan kuat jika Anda menemuinya._ _Tentara musuh kita itu senang jika dihadapi secara fisik._
_Tentara itu akan menyerah jika kita bisa menghadapinya dengan melakukan social distancing dan physical distancing secara bersama-sama. Tentara itu akan membungkuk tunduk jika kita melakukan pola kebersihan hidup pribadi yang baik._ _Tentara itu akan tidak berdaya ketika anda menyadari bahwa keselamatan anda kini sedikit banyak ada di tangan anda sendiri dengan menjaganya agar tetap bersih dan sesering mungkin mencucinya._
_Ini bukanlah saatnya bagi kita untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Lagi pula, kitab suci memberi tahu kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja. Mari kita patuhi dan ikuti instruksi pihak berwenang. Mari kita ratakan kurva COVID-19. Ayo berlatih sabar._ _Mari menjadi penjaga saudara kita. Dalam waktu singkat, kita akan bisa mendapatkan kembali kebebasan, usaha, dan kehidupan sosial kita..._
_Di tengah keadaan DARURAT, kita perlu mempraktekkan pentingnya pelayanan dan pentingnya cinta untuk orang lain...."_...🙏
_"Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia memiliki seluruh dunia untuk dijaga. Dia tidak bisa hanya berada di Uganda mengurusi orang2 idiot..."._
Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya,
Di bawah ini adalah pidatonya yang menarik:
_"Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapa pun untuk tetap di dalam rumah. Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta._ _Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, anda bersembunyi di sana selama peperangan berlangsung._ _Selama perang, anda tidak menuntut kebebasan Anda._ _Anda rela menukarkan kebebasan Anda demi bertahan hidup._
_Selama perang, anda tidak mengeluh kelaparan. Anda sabar menahan kelaparan dan berdoa agar anda masih hidup untuk bisa makan lagi._
_Selama perang, anda tidak berdebat tentang membuka bisnis anda. Anda bahkan menutup toko anda (jika anda punya waktu), dan berlari untuk menyelamatkan hidup Anda._
_Anda berdoa agar hidup lebih lama dari perang sehingga anda dapat kembali melakukan bisnis anda (jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir)._
_Selama perang, anda bersyukur kepada Tuhan karena melihat matahari esok sebagai orang hidup._
_Selama perang, anda tidak merasa perlu untuk khawatir tentang sekolah anak2 Anda._
_Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di gedung sekolah yang dirubah menjadi pangkalan militer._
_Ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang._
_Perang tanpa senjata dan peluru._
_Perang tanpa tentara manusia._
_Perang tanpa batas._
_Perang tanpa perjanjian gencatan senjata._
_Perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci._
_Tentara dalam perang ini tanpa belas kasihan._
_Musuh kita tak punya "sisi baik" manusiawi, musuh kita bersikap kejam, tidak menghormati anak2, wanita, atau tempat ibadah._
_Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang._
_Tentara musuh kita ini tidak memiliki niat untuk mengganti rezim._
_Tidak peduli dengan sumber daya alam didalam bumi._
_Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis._
_Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas ras._
_Tentara musuh kita ini adalah pasukan yang tak terlihat, cepat, dan efektif tanpa ampun._
_Agenda satu2nya adalah *panen kematian*. Tentara itu hanya merasa puas setelah mengubah dunia menjadi *satu daerah kematian besar*._ _Kemampuannya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan. Tanpa tank darat, mobil amfibi dan tanpa pesawat, tentara musuh kita memiliki basis di hampir setiap negara di dunia._ _Gerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun._ _Singkatnya, tentara itu mengikuti aturan yang ia buat sendiri. Tentara musuh kita itu adalah *Corona virus*. Juga dikenal sebagai *COVID19*._
_Syukurlah, pasukan ini masih memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan._ _Hanya dibutuhkan tindakan, disiplin, dan kesabaran kita bersama. COVID-19 tidak dapat bertahan jika ada jarak sosial dan fisik._ _Tentara itu hanya tumbuh subur dan kuat jika Anda menemuinya._ _Tentara musuh kita itu senang jika dihadapi secara fisik._
_Tentara itu akan menyerah jika kita bisa menghadapinya dengan melakukan social distancing dan physical distancing secara bersama-sama. Tentara itu akan membungkuk tunduk jika kita melakukan pola kebersihan hidup pribadi yang baik._ _Tentara itu akan tidak berdaya ketika anda menyadari bahwa keselamatan anda kini sedikit banyak ada di tangan anda sendiri dengan menjaganya agar tetap bersih dan sesering mungkin mencucinya._
_Ini bukanlah saatnya bagi kita untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Lagi pula, kitab suci memberi tahu kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja. Mari kita patuhi dan ikuti instruksi pihak berwenang. Mari kita ratakan kurva COVID-19. Ayo berlatih sabar._ _Mari menjadi penjaga saudara kita. Dalam waktu singkat, kita akan bisa mendapatkan kembali kebebasan, usaha, dan kehidupan sosial kita..._
_Di tengah keadaan DARURAT, kita perlu mempraktekkan pentingnya pelayanan dan pentingnya cinta untuk orang lain...."_...🙏
Kamis, 30 April 2020
TAWAKAL DAN PATUH PADA ATURAN MAIN KUNCI SELAMAT DARI CORINA
Masjid Tempat Selamat Dari Penularan Penyakit Corona? (Bagian 1)
Saya tidak menolak kebenaran sabda Nabi dalam hadis-hadis di bawah ini. Tapi saya ingin mendudukkan hadis secara proporsional berdasarkan pemaparan para ulama ahli hadis. Jika hadis ini terus disebarkan bahwa masjid adalah tempat selamat dari virus Corona padahal sudah banyak bukti ada beberapa masjid yang jama'ahnya tertular Corona, lalu siapa yang hendak disalahkan? Apakah Sabda Nabi? Jangan begitu, fren. Tidak ada yang salah dengan Nabi, mungkin kita yang salah dalam menafsirkan hadis-hadis Nabi.
Saya setuju dengan jawaban ulama Ahli Hadis Syekh Abdurrauf Al-Munawi bahwa ketika bencana itu sedikit maka orang-orang yang rajin ke masjid akan diberi keselamatan. Tapi jika bencana itu rata maka siapapun bakal kena (uraiannya ada di poin hadis no. 4)
Berikut beberapa hadis yang dijadikan landasan dan statusnya:
1. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.
"Sesungguhnya apabila Alloh ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Alloh menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang memakmurkan masjid."
Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).
•] Jawaban: Hadis ini dinilai dhaif oleh Al-Hafidz Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I'tidal 2/64.
2. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ
"Apabila Alloh menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Alloh melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka."
Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).
•] Jawaban: Hadis ini dinilai dhaif oleh Al-Munawi, bahwa ada perawi bernama Mukram bin Hakim yang dinilai dhaif oleh Adz-Dzahabi, juga perawi Zafir dinilai dhaif oleh Ibnu Adi dan dikatakan "Hadisnya tidak bisa dijadikan mutaba'ah / penguat internal" (Faidl Al-Qadir 1/342)
3. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:
يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "
Alloh عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang memakmurkan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka."
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].
•] Jawaban: Di dalamnya ada perawi bernama Shaleh Al-Mari dinilai Matruk (perawi yang ditinggalkan) oleh An-Nasa'i dan Adz-Dzahabi (Faidl Al Qadir 2/398)
4. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rosululloh ﷺ bersabda:
"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"
"Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang memakmurkan masjid."
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".
•] Jawaban: Perkataan Imam Al-Baihaqi ini tidak berlaku mutlak. Mari kita perhatikan jawaban Imam Al-Munawi:
ﻧﻌﻢ ﻫﺬا ﻣﺨﺼﻮﺹ ﺑﻤﺎ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻜﺜﺮ اﻟﺨﺒﺚ ﺑﺪﻟﻴﻞ اﻟﺨﺒﺮ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ
"Semua ini (marabahaya dijauhkan dari masjid) adalah jika keburukan tidak banyak, terbukti dengan dalil hadis sebelumnya" (Faidl Al Qadir 1/ 342)
Apa hadis yang dimaksud? Imam As-Suyuthi menyampaikan riwayat bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
ﺇِﺫا ﺃﻧْﺰَﻝَ اﻟﻠﻪ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻋﺬاﺑﺎ ﺃﺻﺎﺏَ اﻟﻌَﺬَاﺏُ ﻣَﻦْ ﻛﺎﻥَ ﻓِﻴﻬِﻢْ (ﺣﻢ ﺧ) ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ.
"Jika Allah menimpakan azab kepada suatu kaum maka Allah ratakan kepada mereka semuanya" (HR Ahmad dan Bukhari)
Hadis al-Bukhari ini dari segi kualitas lebih sahih daripada hadis-hadis sebelumnya. Dan di hadis ini tidak membedakan mana yang di masjid dan di luar masjid, orang baik dan tidak baik juga kena, pasien atau dokter juga bisa jadi korban.
5. Al-Imam al-Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:
"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "
Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.
Al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).
•] Jawaban: Saya sudah menelusuri beberapa kamus Arab makna Faragha yang Mutaaddi (transitif) dengan "Min" belum menemukan makna "Ketakutan tentang Sesuatu". Makna yang tepat adalah jika para Sahabat selesai mengerjakan apapun maka mereka datang ke Masjid.
Saya tidak menakut-nakuti supaya tidak datang ke masjid, namun dalam kondisi seperti ini keselamatan manusia harus lebih diutamakan. Setelah wabah Corona ini selesai in syaa Allah status di FB saya akan dipenuhi dengan ajakan kembali beribadah ke masjid, Tahlilan, shalawatan dan lainnya.
KH Ma'ruf Khozin
Ketua Aswaja NU Center
Penasehat GMNU Jawa Timur
#GenerasiMudaNU
Saya tidak menolak kebenaran sabda Nabi dalam hadis-hadis di bawah ini. Tapi saya ingin mendudukkan hadis secara proporsional berdasarkan pemaparan para ulama ahli hadis. Jika hadis ini terus disebarkan bahwa masjid adalah tempat selamat dari virus Corona padahal sudah banyak bukti ada beberapa masjid yang jama'ahnya tertular Corona, lalu siapa yang hendak disalahkan? Apakah Sabda Nabi? Jangan begitu, fren. Tidak ada yang salah dengan Nabi, mungkin kita yang salah dalam menafsirkan hadis-hadis Nabi.
Saya setuju dengan jawaban ulama Ahli Hadis Syekh Abdurrauf Al-Munawi bahwa ketika bencana itu sedikit maka orang-orang yang rajin ke masjid akan diberi keselamatan. Tapi jika bencana itu rata maka siapapun bakal kena (uraiannya ada di poin hadis no. 4)
Berikut beberapa hadis yang dijadikan landasan dan statusnya:
1. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.
"Sesungguhnya apabila Alloh ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Alloh menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang memakmurkan masjid."
Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).
•] Jawaban: Hadis ini dinilai dhaif oleh Al-Hafidz Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I'tidal 2/64.
2. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rosululloh ﷺ bersabda:
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ
"Apabila Alloh menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Alloh melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka."
Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).
•] Jawaban: Hadis ini dinilai dhaif oleh Al-Munawi, bahwa ada perawi bernama Mukram bin Hakim yang dinilai dhaif oleh Adz-Dzahabi, juga perawi Zafir dinilai dhaif oleh Ibnu Adi dan dikatakan "Hadisnya tidak bisa dijadikan mutaba'ah / penguat internal" (Faidl Al-Qadir 1/342)
3. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:
يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "
Alloh عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang memakmurkan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka."
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].
•] Jawaban: Di dalamnya ada perawi bernama Shaleh Al-Mari dinilai Matruk (perawi yang ditinggalkan) oleh An-Nasa'i dan Adz-Dzahabi (Faidl Al Qadir 2/398)
4. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rosululloh ﷺ bersabda:
"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"
"Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang memakmurkan masjid."
Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".
•] Jawaban: Perkataan Imam Al-Baihaqi ini tidak berlaku mutlak. Mari kita perhatikan jawaban Imam Al-Munawi:
ﻧﻌﻢ ﻫﺬا ﻣﺨﺼﻮﺹ ﺑﻤﺎ ﺇﺫا ﻟﻢ ﻳﻜﺜﺮ اﻟﺨﺒﺚ ﺑﺪﻟﻴﻞ اﻟﺨﺒﺮ اﻟﻤﺬﻛﻮﺭ
"Semua ini (marabahaya dijauhkan dari masjid) adalah jika keburukan tidak banyak, terbukti dengan dalil hadis sebelumnya" (Faidl Al Qadir 1/ 342)
Apa hadis yang dimaksud? Imam As-Suyuthi menyampaikan riwayat bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
ﺇِﺫا ﺃﻧْﺰَﻝَ اﻟﻠﻪ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻋﺬاﺑﺎ ﺃﺻﺎﺏَ اﻟﻌَﺬَاﺏُ ﻣَﻦْ ﻛﺎﻥَ ﻓِﻴﻬِﻢْ (ﺣﻢ ﺧ) ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ.
"Jika Allah menimpakan azab kepada suatu kaum maka Allah ratakan kepada mereka semuanya" (HR Ahmad dan Bukhari)
Hadis al-Bukhari ini dari segi kualitas lebih sahih daripada hadis-hadis sebelumnya. Dan di hadis ini tidak membedakan mana yang di masjid dan di luar masjid, orang baik dan tidak baik juga kena, pasien atau dokter juga bisa jadi korban.
5. Al-Imam al-Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:
"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "
Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.
Al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).
•] Jawaban: Saya sudah menelusuri beberapa kamus Arab makna Faragha yang Mutaaddi (transitif) dengan "Min" belum menemukan makna "Ketakutan tentang Sesuatu". Makna yang tepat adalah jika para Sahabat selesai mengerjakan apapun maka mereka datang ke Masjid.
Saya tidak menakut-nakuti supaya tidak datang ke masjid, namun dalam kondisi seperti ini keselamatan manusia harus lebih diutamakan. Setelah wabah Corona ini selesai in syaa Allah status di FB saya akan dipenuhi dengan ajakan kembali beribadah ke masjid, Tahlilan, shalawatan dan lainnya.
KH Ma'ruf Khozin
Ketua Aswaja NU Center
Penasehat GMNU Jawa Timur
#GenerasiMudaNU
Minggu, 26 April 2020
NASWA SIHAB YANG RABUN MELIHAT COVID 19 KARENA SAKIT HATI
Mata Najwa Yang Kian Katarak
Kebanyakan masyarakat Indonesia menyukai dan mengidolakan program Mata Najwa karena ketajaman menganalisa dan mengangkat persoalan melalui pertanyaan-pertanyaan yang tajam setajam tatapan mata yang menjadi logo program Mata Najwa.
Secara pribadi saya senang karena selain menonton ada banyak hal yang bisa saya pelajari daru rangkuman akhir yang dibuat oleh mbak Najwa. Namun jujur, akhir-akhir ini saya sendiri tidak bergairah untuk menyaksikan Mata Najwa yang sebelumnya sangat netral menjadi penyalur suara rakyat namun akhir-akhir ini sepertinya menjadi rekan seperjalanan yang hanya mencari kelemahan pemerintah.
Dan itu menjadi kenyataan dalam program Mata Najwa tanggal 23 April 2020 yang lalu, di mana Pak Presiden Jokowi menjadi narasumber tunggal dalam program tersebut. Saya hal yang membuat saya semakin yakin bahwa program Mata Najwa mulai “katarak” karen mbak Najwa tidak lagi tajam melihat persoalan pandemi covid 2019.
Saya tidak mempersoalkan kuliah gratis yang diberikan oleh pak Jokowi kepada mbak Nana yang berusaha atau sepertinya ingin memojokan pak Jokowi dengan persoalan pandemi covid 2019 hingga mbak Nanapun akhirnya diberi kuliah gratis soal mudik dan pulang kampung. Fokus saya adalah pada judul atau tema program tanggal 23 April 2020.
“Jokowi diuju pandemi” demikian judul program Mata Najwa 23 April yang lalu. Membaca judul tersebut, perasaan yang muncul adalah “kasihan” kepada mbak Najwa yang justru dengan judul itu menunjukan maaf “kedangkalan” melihat masalah pandemi covid 2019. Dengan judul tersebut mbak Najwa justru sedang menunjukan kepada saya minimal bahwa maaf mbak Najwa yang selama ini saya banggakan sebagai jurnalis kritis dan cerdas serta memiliki ketajaman menganalisa masalah dan memberikan solusi terbaik justru tidak ada bedanya dengan barisan sakit hati dan nyinyir yang selama ini hanya mencari celah kesalahan dan kelemahan pemerintah mengatasi pandemi.
Ada dua alasan berpijak pada tema atau judul program tersebut mengapa saya mengatakan mbak Nana dangkal dalam menganalisa masalah pandemi serta tidak ada bedanya dengan barisan sakit dan nyinyir adalah sebagai berikut:
Pertama: Dengan judul Jokowi diuji Pandemi, mbak Najwa terperangkap dalam sikap hendak menyalahkan dan menyudutkan kinerja pak Jokowi sebagai presiden menangani pandemi covid 2019 dan itu nampak dalam pertanyaan-pertanyaan mbak Najwa yang terkesan dipaksakan bahkan kebanyakan retoris. Sikap mempersalahkan dan menyudutkan ini kita semua bahkan mbak Najwa pun tahu bahwa sangat dekat dan akrab dengan kehidupan mereka yang disebut sekutu sakit hati dan nyinyir.
Kedua: Dengan judul Jokowi diuji Pandemi, mbak Nana hanya melihat persoalan pandemi covid 2019 tidak menyeluruh. Bahwa putusnya penyebaran wabah covid 2019 semata-mata merupakan tugas pemerintah dan bukan seluruh rakyat Indonesia. Mbak Najwa terjebak dalam penilaian sepihak yang kemudian jatuh pada sikap menggugat, menghakimi dan mempersalahkan pemerintah bahwa kondisi bangsa Indonesia hari ini akibat pandemi covid 2019 semata-mata adalah tanggungjawab pemerintah dan bukan seluruh rakyat Indonesia.
Dan ini nampak dari setiap pertanyaan mbak Nana yang hanya melulu mempertanyakan kesiapan dan kesigapan pemerintah mengatasi pandemi yang dibungkus dengan keprihatinan masalah sosial ekonomi masyarakat namun tidak juga melihat usaha dan peran masyarakat mengatasi penyebaran pandemi.
Kita semua termasuk mbak Najwa juga tahu bahwa pandemi 2019 adalah masalah seluruh dunia dan menjadi ujian bagi kita semua. Termasuk di Indonesia masalah pandemi bukan hanya ujian bagi pemerintah atau pak Jokowi selaku presiden, tetapi ujian bagi kita semua. Dalam bahasa Paus Fransiskus pandemi covid 2019 telah membuat kita semua lemah, sakit namun juga menjadi ujian bagi kita semua untuk bersatu dan bersama mengatasi pandemi ini karena kita semua sama dan bernilai.
Artinya masalah pandemi ini bukan lagi sekedar masalah pemerintah. Pemerintah telah menyiapkan perangkat pencegahan pandemi, masyarakat atau rakyatnya taat dan mengikuti arahan pemerintah atau tidak? Sehebat dan sebagus apapun kebijakan pemerintah namun selama itu juga ada pejabat pemerintah daerah masyarakat tetap keras kepala dan tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah pusat maka harapan memutus penyebaran wabah covid 2019 hanya tinggal dalam harapan yang sia-sia.
Yang juga memprihatinkan dari mbak Nana adalah ketidakjelian mbak Nana dalam melihat kebijakan PSBB sebagai langkah pemerintah untuk tetap menjaga ekonomi masyarakat tetap hidup dan berjalan. Mbak Nana hanya melihat itu sebagai sebuah persoalan karena masyarakatnya masih tetap ramai di jalanan, KRL masih jalan dan tidak melihat itu sebagai ujian terhadap ketaatan dan kerendahan hati masyarakat untuk tetap menjaga social distancing atau stay at home.
Jebakan yang tak bermutu dari seorang Najwa menjadi sangat kelihatan karena mencoba mempersoalkan PSBB untuk menguji kecerdasan pak Jokowi dengan memberlakukan lockdown sebagai usaha mengurai pandemi covid 2019. Namun sayang pak Jokowi memang lebih cerdas dari Mata Najwa yang mulai “katarak” dengan satu pernyataan cerdas; “tunjukan kepada saya negara mana yang berhasil memutus mata rantai pandemi covid 2019 melalui lockdown”.
Dari pernyataan pak Jokowi itu menjadi jelas bahwa bukan pak Jokowi diuji Pandemi namun yang terjadi “Najwa Diajari Pak Jokowi”.
Manila: 25-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
Kebanyakan masyarakat Indonesia menyukai dan mengidolakan program Mata Najwa karena ketajaman menganalisa dan mengangkat persoalan melalui pertanyaan-pertanyaan yang tajam setajam tatapan mata yang menjadi logo program Mata Najwa.
Secara pribadi saya senang karena selain menonton ada banyak hal yang bisa saya pelajari daru rangkuman akhir yang dibuat oleh mbak Najwa. Namun jujur, akhir-akhir ini saya sendiri tidak bergairah untuk menyaksikan Mata Najwa yang sebelumnya sangat netral menjadi penyalur suara rakyat namun akhir-akhir ini sepertinya menjadi rekan seperjalanan yang hanya mencari kelemahan pemerintah.
Dan itu menjadi kenyataan dalam program Mata Najwa tanggal 23 April 2020 yang lalu, di mana Pak Presiden Jokowi menjadi narasumber tunggal dalam program tersebut. Saya hal yang membuat saya semakin yakin bahwa program Mata Najwa mulai “katarak” karen mbak Najwa tidak lagi tajam melihat persoalan pandemi covid 2019.
Saya tidak mempersoalkan kuliah gratis yang diberikan oleh pak Jokowi kepada mbak Nana yang berusaha atau sepertinya ingin memojokan pak Jokowi dengan persoalan pandemi covid 2019 hingga mbak Nanapun akhirnya diberi kuliah gratis soal mudik dan pulang kampung. Fokus saya adalah pada judul atau tema program tanggal 23 April 2020.
“Jokowi diuju pandemi” demikian judul program Mata Najwa 23 April yang lalu. Membaca judul tersebut, perasaan yang muncul adalah “kasihan” kepada mbak Najwa yang justru dengan judul itu menunjukan maaf “kedangkalan” melihat masalah pandemi covid 2019. Dengan judul tersebut mbak Najwa justru sedang menunjukan kepada saya minimal bahwa maaf mbak Najwa yang selama ini saya banggakan sebagai jurnalis kritis dan cerdas serta memiliki ketajaman menganalisa masalah dan memberikan solusi terbaik justru tidak ada bedanya dengan barisan sakit hati dan nyinyir yang selama ini hanya mencari celah kesalahan dan kelemahan pemerintah mengatasi pandemi.
Ada dua alasan berpijak pada tema atau judul program tersebut mengapa saya mengatakan mbak Nana dangkal dalam menganalisa masalah pandemi serta tidak ada bedanya dengan barisan sakit dan nyinyir adalah sebagai berikut:
Pertama: Dengan judul Jokowi diuji Pandemi, mbak Najwa terperangkap dalam sikap hendak menyalahkan dan menyudutkan kinerja pak Jokowi sebagai presiden menangani pandemi covid 2019 dan itu nampak dalam pertanyaan-pertanyaan mbak Najwa yang terkesan dipaksakan bahkan kebanyakan retoris. Sikap mempersalahkan dan menyudutkan ini kita semua bahkan mbak Najwa pun tahu bahwa sangat dekat dan akrab dengan kehidupan mereka yang disebut sekutu sakit hati dan nyinyir.
Kedua: Dengan judul Jokowi diuji Pandemi, mbak Nana hanya melihat persoalan pandemi covid 2019 tidak menyeluruh. Bahwa putusnya penyebaran wabah covid 2019 semata-mata merupakan tugas pemerintah dan bukan seluruh rakyat Indonesia. Mbak Najwa terjebak dalam penilaian sepihak yang kemudian jatuh pada sikap menggugat, menghakimi dan mempersalahkan pemerintah bahwa kondisi bangsa Indonesia hari ini akibat pandemi covid 2019 semata-mata adalah tanggungjawab pemerintah dan bukan seluruh rakyat Indonesia.
Dan ini nampak dari setiap pertanyaan mbak Nana yang hanya melulu mempertanyakan kesiapan dan kesigapan pemerintah mengatasi pandemi yang dibungkus dengan keprihatinan masalah sosial ekonomi masyarakat namun tidak juga melihat usaha dan peran masyarakat mengatasi penyebaran pandemi.
Kita semua termasuk mbak Najwa juga tahu bahwa pandemi 2019 adalah masalah seluruh dunia dan menjadi ujian bagi kita semua. Termasuk di Indonesia masalah pandemi bukan hanya ujian bagi pemerintah atau pak Jokowi selaku presiden, tetapi ujian bagi kita semua. Dalam bahasa Paus Fransiskus pandemi covid 2019 telah membuat kita semua lemah, sakit namun juga menjadi ujian bagi kita semua untuk bersatu dan bersama mengatasi pandemi ini karena kita semua sama dan bernilai.
Artinya masalah pandemi ini bukan lagi sekedar masalah pemerintah. Pemerintah telah menyiapkan perangkat pencegahan pandemi, masyarakat atau rakyatnya taat dan mengikuti arahan pemerintah atau tidak? Sehebat dan sebagus apapun kebijakan pemerintah namun selama itu juga ada pejabat pemerintah daerah masyarakat tetap keras kepala dan tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah pusat maka harapan memutus penyebaran wabah covid 2019 hanya tinggal dalam harapan yang sia-sia.
Yang juga memprihatinkan dari mbak Nana adalah ketidakjelian mbak Nana dalam melihat kebijakan PSBB sebagai langkah pemerintah untuk tetap menjaga ekonomi masyarakat tetap hidup dan berjalan. Mbak Nana hanya melihat itu sebagai sebuah persoalan karena masyarakatnya masih tetap ramai di jalanan, KRL masih jalan dan tidak melihat itu sebagai ujian terhadap ketaatan dan kerendahan hati masyarakat untuk tetap menjaga social distancing atau stay at home.
Jebakan yang tak bermutu dari seorang Najwa menjadi sangat kelihatan karena mencoba mempersoalkan PSBB untuk menguji kecerdasan pak Jokowi dengan memberlakukan lockdown sebagai usaha mengurai pandemi covid 2019. Namun sayang pak Jokowi memang lebih cerdas dari Mata Najwa yang mulai “katarak” dengan satu pernyataan cerdas; “tunjukan kepada saya negara mana yang berhasil memutus mata rantai pandemi covid 2019 melalui lockdown”.
Dari pernyataan pak Jokowi itu menjadi jelas bahwa bukan pak Jokowi diuji Pandemi namun yang terjadi “Najwa Diajari Pak Jokowi”.
Manila: 25-April-2020
Pater Tuan Kopong MSF
Sabtu, 25 April 2020
Racikan Jokowi buat Indonesia & Pengaruhnya di mata Dunia
LITHIUM, Racikan Jokowi buat Indonesia & Pengaruhnya di mata Dunia
Oleh: Rudy Soekarno
Sang penguasa dunia sedang sakit. Tubuh tambunnya kini terlihat lemah dan bergerak sangat lamban. AS negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan luka paling parah dan jumlah korban meninggal paling memilukan di negara tersebut.
AS sedang terpuruk. Tertatih-tatih sang jagoan no 1 dunia itu mencoba bangkit, namun beban tambun tubuh dan banyaknya luka membuat dia hanya mampu terduduk lesu.
Mungkinkah kepemimpinan dunia sedang beralih?
Dolar AS sampai hari ini masih menjadi mata uang dunia. Salah jalan dolar dalam pengembaraanya telah membuatnya bukan lagi menjadi alat tukar, dolar telah berubah menjadi komoditas. Komoditas yang berbentuk uang. Sehatkah orang memiliki wajah ganda?
Siapa menguasai minyak adalah siapa yang memiliki dunia, itu adalah moto AS dan para kapitalis yang berdiri dibelakangnya. Namun minyakpun telah salah jalan, dia membunuh terlalu banyak manusia dan merusak alam.
Dua kekuasaan besar tersebut kini sedang sekarat dan menunggu ajalnya. Seperti baju zirah, pelindung itu kini justru membebaninya.
Dolar yang sudah sejak 50 tahun lalu berjalan pada arah yang salah sedang menunggu saat jatuhnya. Tak ada lagi underlaying dalam bentuk emas atau apapun dalam pencetakannya.
Disisi lain, uang elektronik China yang memakai underlaying emas sudah mulai beredar. Dengan kekuatan ekonomi China yang sangat spektakuler dan menguasai seluruh perdagangan dunia, jelas sudah, ini adalah ancaman. Hanya masalah waktu saja dolar akan meredup.
Dimulai dengan Kesepakatan Iklim Paris 2015 pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak terjadi dimana-mana. Mereka melirik pada tekhnologi Lithium.
Lithium, sang takdir pembunuh minyak sudah tumbuh makin dewasa. Periode dan kejayaan minyak sedang terus digerogoti oleh hadirnya sang penyimpan energi yang jauh lebih bersih dan terbarukan.
Mata dunia, terutama generasi milenial yang sebentar lagi menguasai panggung politik dan disisi lain sebagai kaum yang sangat peduli dengan lingkungan sedang menengok kesana.
Lithium adalah masa depan, Lithium adalah baterai, dan Lithium adalah Indonesia.
Lho koq???
Ingat Uni Eropa menggugat Indonesia di WTO beberapa waktu silam? Ingat Uni Eropa memboikot sawit kita?
Saat digugat di WTO karena kebijakan tak lagi mengijinkan ekspor nikel dalam bentuk ore Jokowi dengan Pe-De nya bilang " SIAPKAN LAWYER TERBAIK..!!" Dan saat sawit di boikot, dengan ekspresi muka ngenyek dia bilang " GAK MAU YA SUDAH..,SAYA KONSUMSI SENDIRI.." dan..., Eropa kaget karena dari Indonesia langsung muncul disel B30.
Saat ini, infrastruktur kita di Morowali sudah sangat siap. Disana sudah ada Kawasan Industri Morowali dan di Virtue Dragon, Weda Bay. Disana juga sudah terbangun politeknik bagi siapnya masyarakat lokal menerima alih tehnologi tinggi dalam bidang baterai.
Lho koq baterai?
Lithium adalah baterai, dan lithium adalah tentang nikel sebagai bahan bakunya. Disana, di Morowali Sulewesi Tengah bahan baku nikel terhampar sangat luas, dan itu adalah masa depan yang sedang menanti kita.
Seluruh mata dunia sedang mengarah kesana, dimana masa depan gemilang Indonesia ada pada jalur yang tepat. Jalur trend dunia dengan tehnologi hijaunya.
Kenapa harus dengan China?
Ingat isu pekerja China yang menjadi senjata bombastis lawan politik Jokowi saat pemilu tahun lalu? Disinilah, di Morowali diisukan ada ribuan pekerja China.
Lithium adalah apa yang juga menjadi senjata unggulan China dalam melawan dominasi minyak AS. Dengan lithium China mampu membuat dunia sedikit demi sedikit meninggalkan minyak.
Karena lithium adalah unggulan China, maka belajar tehnologi lithium tentu harus dengan China. Itu sesuatu yang sangat logis, bukan masalah komunis dan demokrasi.
Pernah dengar Mercedes dan Tesla? Keduanya ada dibelakang China dalam tehnologi baterai ini. Dua raksasa industri terdepan dalam pengembangan baterai.
Ya.., dapat ditebak dengan mudah, mereka yang sibuk berteriak China, China dan China tentu sangat terkait erat pada siapa yang akan dirugikan dengan terbangunnya industri baterai di Indonesia.
Mungkinkah suatu saat nanti kita akan menjadi pusat baterai dunia?
Morowali sedang diarahkan menjadi penghasil baterai mobil terbesar di dunia. Komponen baterai pada mobil elektrik adalah mencakup 40% dari keseluruhan produk itu, maka demi efisiensi, tentu itu sangat logis.
Sangat logis bila industi dan produksi mobil elektrik akan memilih Indonesia menjadi pusat produksinya. Ini adalah soal bisnis dan bisnis tak kenal kewarganegaraan.
Kini menjadi semakin jelas kenapa Indonesia menjadi satu dari tiga negara kelompok G 20 yang akan leading. Lima tahun pertamanya Jokowi benar telah membuat semua infrastruktur bagi kemajuan negara ini tersusun rapi dan jelas.
Kepercayaan investor terlihat dengan jelas saat nilai tukar rupiah semakin hari semakin kuat akibat penilaian asing terhadap bagaimana pemerintah mengendalikan bencana Covid 19 ini.
Global Bond yang diinisiasi oleh Indonesia, kini menjadi alternatif smart bagi banyak negara lain didunia untuk keluar dari jerat ekonomi yang pasti merosot. Arab Saudi dan negara Teluk telah mengikuti jejak Indonesia.
Arah sudah jelas, peminat sudah ngantri, apakah kita benar-benar akan leading, tentu hal itu juga tergantung dari seluruh rakyat Indonesia.
Dominasi AS atas dunia tak mungkin akan dilepas begitu saja. Semua kekacauan dan kericuhan akan semakin intens saat perang posisi ini makin mendekati puncak.
Lantas apa yang harus kita lakukan?
Teriakan China, China dan China akan semakin masif dan kita tahu siapa dibalik teriakan tersebut. Kita tahu siapa yang akan main kasar ketika pertandingan hampir usai.
Mereka yang kalah dan tak tau harus berbuat apa selain marah dan marah adalah mereka yang harus kita hadapi. Mereka adalah orang orang yang tak mengerti dan tak memiliki rasa cinta tanah air.
Perkembangan luar biasa atas kepemimpinan Jokowi telah mulai tampak. Baru terjadi BUMN kita telah menggeser posisi Malaysia dan Singapura dalam hal keuntungan sejak tahun 1998.
Baru terjadi Free Port memberikan keuntungan signifikan terhadap Indonesia dari sejak awal dikuasai oleh AS.
Baru kali ini Indonesia masuk menjadi kelompok dengan GDP 1 triliun dolar sejajar dengan beberapa negara maju didunia.
Siapa menguasai minyak akan menguasai dunia adalah cerita masa lalu. Kini, siapa menguasai nikel, dialah pemilik masa depan dunia, dan itu adalah kita.
Ingat AS dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang gak jauh-jauh amat dengan Indonesia mampu menjadi raja dunia lebih dari 50 tahun karena dominasi minyak.
Dengan dominasi nikel kesempatan menjadi pemilik masa depan dunia kini terbuka semakin lebar. Dengan memilih nikel sebagai ujung tombak kemajuan tehnologi dan mendorong Indonesia sebagai basis mobil listrik dunia, potensi menjadi salah satu pemimpin dunia tersebut, semakin mendekati kenyataan.
Dunia sebagai Gadget secara bersama sedang di restart, dan kabar bagusnya, kita menyala paling cepat. Apakah sang operator mampu membuat gadget ini menjadi makin dan semakin hebat, tentu itulah yang menjadi harapan kita.
#indonesiahebat
#indonesiamaju
#indonesiajaya
#indonesiaraya
Oleh: Rudy Soekarno
Sang penguasa dunia sedang sakit. Tubuh tambunnya kini terlihat lemah dan bergerak sangat lamban. AS negara adidaya itu jatuh dan terjerembab dengan luka paling parah dan jumlah korban meninggal paling memilukan di negara tersebut.
AS sedang terpuruk. Tertatih-tatih sang jagoan no 1 dunia itu mencoba bangkit, namun beban tambun tubuh dan banyaknya luka membuat dia hanya mampu terduduk lesu.
Mungkinkah kepemimpinan dunia sedang beralih?
Dolar AS sampai hari ini masih menjadi mata uang dunia. Salah jalan dolar dalam pengembaraanya telah membuatnya bukan lagi menjadi alat tukar, dolar telah berubah menjadi komoditas. Komoditas yang berbentuk uang. Sehatkah orang memiliki wajah ganda?
Siapa menguasai minyak adalah siapa yang memiliki dunia, itu adalah moto AS dan para kapitalis yang berdiri dibelakangnya. Namun minyakpun telah salah jalan, dia membunuh terlalu banyak manusia dan merusak alam.
Dua kekuasaan besar tersebut kini sedang sekarat dan menunggu ajalnya. Seperti baju zirah, pelindung itu kini justru membebaninya.
Dolar yang sudah sejak 50 tahun lalu berjalan pada arah yang salah sedang menunggu saat jatuhnya. Tak ada lagi underlaying dalam bentuk emas atau apapun dalam pencetakannya.
Disisi lain, uang elektronik China yang memakai underlaying emas sudah mulai beredar. Dengan kekuatan ekonomi China yang sangat spektakuler dan menguasai seluruh perdagangan dunia, jelas sudah, ini adalah ancaman. Hanya masalah waktu saja dolar akan meredup.
Dimulai dengan Kesepakatan Iklim Paris 2015 pengurangan pemakaian Bahan Bakar Minyak terjadi dimana-mana. Mereka melirik pada tekhnologi Lithium.
Lithium, sang takdir pembunuh minyak sudah tumbuh makin dewasa. Periode dan kejayaan minyak sedang terus digerogoti oleh hadirnya sang penyimpan energi yang jauh lebih bersih dan terbarukan.
Mata dunia, terutama generasi milenial yang sebentar lagi menguasai panggung politik dan disisi lain sebagai kaum yang sangat peduli dengan lingkungan sedang menengok kesana.
Lithium adalah masa depan, Lithium adalah baterai, dan Lithium adalah Indonesia.
Lho koq???
Ingat Uni Eropa menggugat Indonesia di WTO beberapa waktu silam? Ingat Uni Eropa memboikot sawit kita?
Saat digugat di WTO karena kebijakan tak lagi mengijinkan ekspor nikel dalam bentuk ore Jokowi dengan Pe-De nya bilang " SIAPKAN LAWYER TERBAIK..!!" Dan saat sawit di boikot, dengan ekspresi muka ngenyek dia bilang " GAK MAU YA SUDAH..,SAYA KONSUMSI SENDIRI.." dan..., Eropa kaget karena dari Indonesia langsung muncul disel B30.
Saat ini, infrastruktur kita di Morowali sudah sangat siap. Disana sudah ada Kawasan Industri Morowali dan di Virtue Dragon, Weda Bay. Disana juga sudah terbangun politeknik bagi siapnya masyarakat lokal menerima alih tehnologi tinggi dalam bidang baterai.
Lho koq baterai?
Lithium adalah baterai, dan lithium adalah tentang nikel sebagai bahan bakunya. Disana, di Morowali Sulewesi Tengah bahan baku nikel terhampar sangat luas, dan itu adalah masa depan yang sedang menanti kita.
Seluruh mata dunia sedang mengarah kesana, dimana masa depan gemilang Indonesia ada pada jalur yang tepat. Jalur trend dunia dengan tehnologi hijaunya.
Kenapa harus dengan China?
Ingat isu pekerja China yang menjadi senjata bombastis lawan politik Jokowi saat pemilu tahun lalu? Disinilah, di Morowali diisukan ada ribuan pekerja China.
Lithium adalah apa yang juga menjadi senjata unggulan China dalam melawan dominasi minyak AS. Dengan lithium China mampu membuat dunia sedikit demi sedikit meninggalkan minyak.
Karena lithium adalah unggulan China, maka belajar tehnologi lithium tentu harus dengan China. Itu sesuatu yang sangat logis, bukan masalah komunis dan demokrasi.
Pernah dengar Mercedes dan Tesla? Keduanya ada dibelakang China dalam tehnologi baterai ini. Dua raksasa industri terdepan dalam pengembangan baterai.
Ya.., dapat ditebak dengan mudah, mereka yang sibuk berteriak China, China dan China tentu sangat terkait erat pada siapa yang akan dirugikan dengan terbangunnya industri baterai di Indonesia.
Mungkinkah suatu saat nanti kita akan menjadi pusat baterai dunia?
Morowali sedang diarahkan menjadi penghasil baterai mobil terbesar di dunia. Komponen baterai pada mobil elektrik adalah mencakup 40% dari keseluruhan produk itu, maka demi efisiensi, tentu itu sangat logis.
Sangat logis bila industi dan produksi mobil elektrik akan memilih Indonesia menjadi pusat produksinya. Ini adalah soal bisnis dan bisnis tak kenal kewarganegaraan.
Kini menjadi semakin jelas kenapa Indonesia menjadi satu dari tiga negara kelompok G 20 yang akan leading. Lima tahun pertamanya Jokowi benar telah membuat semua infrastruktur bagi kemajuan negara ini tersusun rapi dan jelas.
Kepercayaan investor terlihat dengan jelas saat nilai tukar rupiah semakin hari semakin kuat akibat penilaian asing terhadap bagaimana pemerintah mengendalikan bencana Covid 19 ini.
Global Bond yang diinisiasi oleh Indonesia, kini menjadi alternatif smart bagi banyak negara lain didunia untuk keluar dari jerat ekonomi yang pasti merosot. Arab Saudi dan negara Teluk telah mengikuti jejak Indonesia.
Arah sudah jelas, peminat sudah ngantri, apakah kita benar-benar akan leading, tentu hal itu juga tergantung dari seluruh rakyat Indonesia.
Dominasi AS atas dunia tak mungkin akan dilepas begitu saja. Semua kekacauan dan kericuhan akan semakin intens saat perang posisi ini makin mendekati puncak.
Lantas apa yang harus kita lakukan?
Teriakan China, China dan China akan semakin masif dan kita tahu siapa dibalik teriakan tersebut. Kita tahu siapa yang akan main kasar ketika pertandingan hampir usai.
Mereka yang kalah dan tak tau harus berbuat apa selain marah dan marah adalah mereka yang harus kita hadapi. Mereka adalah orang orang yang tak mengerti dan tak memiliki rasa cinta tanah air.
Perkembangan luar biasa atas kepemimpinan Jokowi telah mulai tampak. Baru terjadi BUMN kita telah menggeser posisi Malaysia dan Singapura dalam hal keuntungan sejak tahun 1998.
Baru terjadi Free Port memberikan keuntungan signifikan terhadap Indonesia dari sejak awal dikuasai oleh AS.
Baru kali ini Indonesia masuk menjadi kelompok dengan GDP 1 triliun dolar sejajar dengan beberapa negara maju didunia.
Siapa menguasai minyak akan menguasai dunia adalah cerita masa lalu. Kini, siapa menguasai nikel, dialah pemilik masa depan dunia, dan itu adalah kita.
Ingat AS dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang gak jauh-jauh amat dengan Indonesia mampu menjadi raja dunia lebih dari 50 tahun karena dominasi minyak.
Dengan dominasi nikel kesempatan menjadi pemilik masa depan dunia kini terbuka semakin lebar. Dengan memilih nikel sebagai ujung tombak kemajuan tehnologi dan mendorong Indonesia sebagai basis mobil listrik dunia, potensi menjadi salah satu pemimpin dunia tersebut, semakin mendekati kenyataan.
Dunia sebagai Gadget secara bersama sedang di restart, dan kabar bagusnya, kita menyala paling cepat. Apakah sang operator mampu membuat gadget ini menjadi makin dan semakin hebat, tentu itulah yang menjadi harapan kita.
#indonesiahebat
#indonesiamaju
#indonesiajaya
#indonesiaraya
Langganan:
Postingan (Atom)






