Minggu, 21 April 2019
Membongkar Perilaku HTI yang jahat
WARGA INDONESIA TER UTAMA WARGA NU WAJIB MENGERTI DAN MEMAHAMI.
BACA SAMPAI TUNTAS
MEMBONGKAR KELICIKAN HTI YANG TERTOLAK DI SELURUH DUNIA_
*Apa Yang Sedang Dilakukan oleh HTI?*
Prabowo menolak hasil _quick-count!!_.
Anda geleng-geleng kepala dan tertawa, tak percaya masih ada orang halusinasi seperti itu.
*Lucu?!*
( Mengapa tertawa ... meminjam istilah om Wowo )
*Seharusnya Anda khawatir!*
Sebab, sesuatu yang lebih besar dan sistematis tengah terjadi di bawah permukaan.
_Dan,_ ....
Yang sedang terjadi namun tak terlihat ini, *yang di-orkestrasi oleh organisasi terlarang HTI dan kelompok pendukung khilafah lainnya*, _sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika!_
Berikut ini *14* poin garis besar strategi dan argumen HTI dkk tersebut, agar kita bisa mengantisipasi:
1. Kelompok HTI tengah melancarkan propaganda (lewat ceramah para ustad) bahwa, sejak Indonesia menggunakan sistem *Demokrasi Langsung* atau *Pemilihan Presiden secara Langsung* (tahun 2004), _kelompok Islam semakin tersingkir!_
Argumentasi mereka, sistem Pemilihan Langsung memungkinkan orang-orang yang memilih adalah gabungan dari _“orang baik”_ dan _“orang jahat”._
Karena “orang jahat” ikut memilih, hasilnya tak memihak Islam (maksudnya HTI).
_Bagi HTI, yang boleh memilih Presiden atau Khalifah hanyalah orang-orang terpilih, yang mereka anggap sebagai “orang baik”._
2. Kelompok HTI selalu mengingatkan peristiwa tahun 1999, di saat Megawati Soekarnoputri berhasil digagalkan menjadi presiden berkat kehadiran _“orang-orang baik”_ (versi mereka) di lembaga tertinggi negara, yakni MPR. Waktu itu, mereka *bisa mencegah Megawati menjadi presiden* walaupun PDIP menang pemilu. Harap diingat, yang dianggap sebagai orang jahat/setan/musuh Islam oleh HTI adalah *Megawati Soekarnoputri* (+ Puan Maharani) dan *Surya Paloh*.
_Partai yang dianggap sebagai *rumah setan* adalah *PDIP + Nasdem* (sekarang + PSI), dan juga *Metro TV. Kompas* dan *Kompas TV* sudah keluar dari black list_ mereka.
Anggota dan simpatisan HTI *haram* memilih caleg _PDIP, Nasdem dan PSI,_ serta *haram* menonton _Metro TV._
3. Kelompok HTI menawarkan Indonesia kembali ke sistem dimana presiden dipilih oleh MPR (gubernur dan bupati/walikota dipilih DPRD).
_Ini tawaran jalan tengah mereka_.
Sistem MPR *lebih mendekati sistem khilafah* yang mereka cita-citakan.
_Jangan kaget bila nanti ada gerakan kembali ke UUD 45 yang asli, tanpa amendemen._
*HTI jelas sekali ingin membunuh Demokrasi!!*.
HTI merasa akan _lebih mudah mengendalikan MPR dan DPRD_ dibandingkan memenangkan Pemilihan Langsung.
4. HTI berstrategi akan _menghancurkan instrumen-instrumen yang menjadi penopang sistem Demokrasi Langsung_ dan _Pemilihan Langsung._
Instrumen-instrumen tersebut adalah *KPU dan lembaga survey*.
_KPU dan lembaga survey harus di-delegitimasi,_ dihancurkan citranya.
*Hancurkan dari luar maupun dari dalam.*
5. Inilah strategi HTI menghancurkan lembaga survey dari dalam: _kacaukan hasil survey._
*Setiap survey membutuhkan responden*.
_Kalau anggota HTI_ (termasuk PKS dan FPI) _terpilih sebagai responden survey,_ mereka akan memberi jawaban yang mengecoh.
_Misalnya,_
Mengaku-ngaku pilih Gerindra padahal hatinya pilih PKS.
_Mengaku-ngaku pilih Jokowi padahal saat pencoblosan akan pilih Prabowo_.
*Mereka akan delegitimasi hasil survey* (seperti sudah terjadi dalam Pilgub Jabar dan Jateng, serta di Pilpres).
_Mereka berupaya membuat hasil survey-survey menjadi salah dan tidak akurat._ Kalau saja 5% responden survey menjawab secara ngaco, hasil survey akan meleset.
*Inilah strategi mereka!*
6. _Lalu,_
Inilah cara HTI untuk menghancurkan KPU: *Susupi dan kacaukan dari dalam*.
Orang-orang HTI di dalam KPU (juga Bawaslu) melakukan rekayasa kecurangan-kecurangan untuk kemudian mereka _blow-up_ sendiri.
7. _HTI akan *terus mendorong aksi tolak hasil quick count* dan *hasil penghitungan KPU* (kecuali kalau calon mereka menang).
Ini penting *agar pengikut dan simpatisan HTI merasa sebagai kaum yang terzolimi*.
Delegitimasi hasil penghitungan KPU terutama akan dilakukan di daerah-daerah dimana Prabowo menang. Masyarakat di daerah-daerah tersebut akan lebih percaya telah terjadi kecurangan karena mereka hanya melihat di sekitarnya saja, di TPS dan desa masing-masing.
_Perasaan telah dicurangi dan dizolimi akan terus digelorakan._
8. Strategi berikutnya dari HTI adalah *mengisolir para pendukung*.
Sebelum pemilu, _anggota dan simpatisan HTI *diminta untuk keluar* dari grup-grup WA keluarga_ (yang beragam) _agar tak terjebak dalam perang saudara dan tetap bisa menjaga silaturahmi._
HTI bertujuan *mengisolir para anggota* dan *simpatisannya* dari pengaruh dan argumentasi pihak-pihak lawan. Anggota dan simpatisan _hanya diperbolehkan mengikuti berita yang tersebar di WAG-WAG yang berafiliasi ke kelompok khilafah._
Berita politik hanya boleh ditonton di TV One.
9. Strategi HTI mengisolir pendukung _dilakukan hingga tingkat keluarga, khususnya keluarga inti_.
Bagi HTI, keluarga adalah pusat dari gerakan.
Karena itu, _ada kebijakan anggota keluarga HTI *tidak boleh menikah* dengan orang-orang beda ideologi_ (yang percaya Pancasila atau yang NU). _HTI mendorong perjodohan sesama anggota dan simpatisan, kegiatan taaruf, poligami dan banyak anak_
*Pergaulan dan pacaran dilarang!*
10. HTI mendorong para anggota dan simpatisan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang eksklusif.
_Anggota harus mengutamakan memilih dan memberi produk, bank dsb yang diproduksi/dimiliki sesama ikhwan_ (umumnya elite HTI) Mereka menjadikan _kegiatan belanja menjadi bagian dari *jihad,* agar ekonomi kelompok terjaga._
11. Strategi lain HTI adalah *menyusup ke birokrasi* dan *pendidikan,* serta kuasai *BUMN-BUMN*. Ini bagian dari strategi besar HTI masuk ke lembaga-lembaga negara.
_Susupi birokrasi, pendidikan dan BUMN lewat mesjid-mesjidnya dan pengajian-pengajiannya._
*Radikalisasikan* para _pegawai negeri, pegawai BUMN_ dan _guru_ serta _dosen._
Bahkan lebih jauh lagi,
_Kelompok ini sudah menyusup masuk ke institusi *Militer!!*_
Selain itu, anggota dan simpatisan HTI harus saling mendukung dalam karir dan pendidikan.
_Berikan beasiswa ke sesama anggota dan simpatisan HTI_
12. Salah satu strstegi penting HTI lainnya adalah _membanjiri konten-konten internet_ dan _media sosial dengan buatan dan narasi mereka._
Bagi HTI, _yang penting adalah *jumlah,* bukan kualitas._
Mengapa jumlah penting!?
_Di era googling dan Youtube, konten bagus *bisa ditutup* konten yang populer._ HTI punya pasukan khusus untuk menguasai kata kunci di Google dan Youtube.
_Di era internet dan media sosial, *konten adalah kunci!*_
13. Perjuangan anggota dan simpatisan HTI *tak akan berakhir di tahun 2019 ini*. Gerakan dan provokasi mereka akan terus berlanjut ke depan, _dari pemilu ke pemilu, dari pilkada ke pilkada, dan akan semakin besar._
14. *Gerakan khilafah akan berkolaborasi dan menunggangi siapa saja*, di setiap jenis pemilihan (sejak pemilihan RT dan ketua kelas), agar bisa terus menerus mengkonsolidasi pasukan loyalis. Tujuan mereka bukan semata kemenangan, _tetapi konsolidasi dan delegitimasi Pemilihan Langsung dan Demokrasi Langsung._
Sahabat-sahabat, tengoklah di sekitar anda.
_Apakah argumen dan strategi HTI di atas dapat tercium di sekitar Anda?!_
BACA SAMPAI TUNTAS
MEMBONGKAR KELICIKAN HTI YANG TERTOLAK DI SELURUH DUNIA_
*Apa Yang Sedang Dilakukan oleh HTI?*
Prabowo menolak hasil _quick-count!!_.
Anda geleng-geleng kepala dan tertawa, tak percaya masih ada orang halusinasi seperti itu.
*Lucu?!*
( Mengapa tertawa ... meminjam istilah om Wowo )
*Seharusnya Anda khawatir!*
Sebab, sesuatu yang lebih besar dan sistematis tengah terjadi di bawah permukaan.
_Dan,_ ....
Yang sedang terjadi namun tak terlihat ini, *yang di-orkestrasi oleh organisasi terlarang HTI dan kelompok pendukung khilafah lainnya*, _sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika!_
Berikut ini *14* poin garis besar strategi dan argumen HTI dkk tersebut, agar kita bisa mengantisipasi:
1. Kelompok HTI tengah melancarkan propaganda (lewat ceramah para ustad) bahwa, sejak Indonesia menggunakan sistem *Demokrasi Langsung* atau *Pemilihan Presiden secara Langsung* (tahun 2004), _kelompok Islam semakin tersingkir!_
Argumentasi mereka, sistem Pemilihan Langsung memungkinkan orang-orang yang memilih adalah gabungan dari _“orang baik”_ dan _“orang jahat”._
Karena “orang jahat” ikut memilih, hasilnya tak memihak Islam (maksudnya HTI).
_Bagi HTI, yang boleh memilih Presiden atau Khalifah hanyalah orang-orang terpilih, yang mereka anggap sebagai “orang baik”._
2. Kelompok HTI selalu mengingatkan peristiwa tahun 1999, di saat Megawati Soekarnoputri berhasil digagalkan menjadi presiden berkat kehadiran _“orang-orang baik”_ (versi mereka) di lembaga tertinggi negara, yakni MPR. Waktu itu, mereka *bisa mencegah Megawati menjadi presiden* walaupun PDIP menang pemilu. Harap diingat, yang dianggap sebagai orang jahat/setan/musuh Islam oleh HTI adalah *Megawati Soekarnoputri* (+ Puan Maharani) dan *Surya Paloh*.
_Partai yang dianggap sebagai *rumah setan* adalah *PDIP + Nasdem* (sekarang + PSI), dan juga *Metro TV. Kompas* dan *Kompas TV* sudah keluar dari black list_ mereka.
Anggota dan simpatisan HTI *haram* memilih caleg _PDIP, Nasdem dan PSI,_ serta *haram* menonton _Metro TV._
3. Kelompok HTI menawarkan Indonesia kembali ke sistem dimana presiden dipilih oleh MPR (gubernur dan bupati/walikota dipilih DPRD).
_Ini tawaran jalan tengah mereka_.
Sistem MPR *lebih mendekati sistem khilafah* yang mereka cita-citakan.
_Jangan kaget bila nanti ada gerakan kembali ke UUD 45 yang asli, tanpa amendemen._
*HTI jelas sekali ingin membunuh Demokrasi!!*.
HTI merasa akan _lebih mudah mengendalikan MPR dan DPRD_ dibandingkan memenangkan Pemilihan Langsung.
4. HTI berstrategi akan _menghancurkan instrumen-instrumen yang menjadi penopang sistem Demokrasi Langsung_ dan _Pemilihan Langsung._
Instrumen-instrumen tersebut adalah *KPU dan lembaga survey*.
_KPU dan lembaga survey harus di-delegitimasi,_ dihancurkan citranya.
*Hancurkan dari luar maupun dari dalam.*
5. Inilah strategi HTI menghancurkan lembaga survey dari dalam: _kacaukan hasil survey._
*Setiap survey membutuhkan responden*.
_Kalau anggota HTI_ (termasuk PKS dan FPI) _terpilih sebagai responden survey,_ mereka akan memberi jawaban yang mengecoh.
_Misalnya,_
Mengaku-ngaku pilih Gerindra padahal hatinya pilih PKS.
_Mengaku-ngaku pilih Jokowi padahal saat pencoblosan akan pilih Prabowo_.
*Mereka akan delegitimasi hasil survey* (seperti sudah terjadi dalam Pilgub Jabar dan Jateng, serta di Pilpres).
_Mereka berupaya membuat hasil survey-survey menjadi salah dan tidak akurat._ Kalau saja 5% responden survey menjawab secara ngaco, hasil survey akan meleset.
*Inilah strategi mereka!*
6. _Lalu,_
Inilah cara HTI untuk menghancurkan KPU: *Susupi dan kacaukan dari dalam*.
Orang-orang HTI di dalam KPU (juga Bawaslu) melakukan rekayasa kecurangan-kecurangan untuk kemudian mereka _blow-up_ sendiri.
7. _HTI akan *terus mendorong aksi tolak hasil quick count* dan *hasil penghitungan KPU* (kecuali kalau calon mereka menang).
Ini penting *agar pengikut dan simpatisan HTI merasa sebagai kaum yang terzolimi*.
Delegitimasi hasil penghitungan KPU terutama akan dilakukan di daerah-daerah dimana Prabowo menang. Masyarakat di daerah-daerah tersebut akan lebih percaya telah terjadi kecurangan karena mereka hanya melihat di sekitarnya saja, di TPS dan desa masing-masing.
_Perasaan telah dicurangi dan dizolimi akan terus digelorakan._
8. Strategi berikutnya dari HTI adalah *mengisolir para pendukung*.
Sebelum pemilu, _anggota dan simpatisan HTI *diminta untuk keluar* dari grup-grup WA keluarga_ (yang beragam) _agar tak terjebak dalam perang saudara dan tetap bisa menjaga silaturahmi._
HTI bertujuan *mengisolir para anggota* dan *simpatisannya* dari pengaruh dan argumentasi pihak-pihak lawan. Anggota dan simpatisan _hanya diperbolehkan mengikuti berita yang tersebar di WAG-WAG yang berafiliasi ke kelompok khilafah._
Berita politik hanya boleh ditonton di TV One.
9. Strategi HTI mengisolir pendukung _dilakukan hingga tingkat keluarga, khususnya keluarga inti_.
Bagi HTI, keluarga adalah pusat dari gerakan.
Karena itu, _ada kebijakan anggota keluarga HTI *tidak boleh menikah* dengan orang-orang beda ideologi_ (yang percaya Pancasila atau yang NU). _HTI mendorong perjodohan sesama anggota dan simpatisan, kegiatan taaruf, poligami dan banyak anak_
*Pergaulan dan pacaran dilarang!*
10. HTI mendorong para anggota dan simpatisan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang eksklusif.
_Anggota harus mengutamakan memilih dan memberi produk, bank dsb yang diproduksi/dimiliki sesama ikhwan_ (umumnya elite HTI) Mereka menjadikan _kegiatan belanja menjadi bagian dari *jihad,* agar ekonomi kelompok terjaga._
11. Strategi lain HTI adalah *menyusup ke birokrasi* dan *pendidikan,* serta kuasai *BUMN-BUMN*. Ini bagian dari strategi besar HTI masuk ke lembaga-lembaga negara.
_Susupi birokrasi, pendidikan dan BUMN lewat mesjid-mesjidnya dan pengajian-pengajiannya._
*Radikalisasikan* para _pegawai negeri, pegawai BUMN_ dan _guru_ serta _dosen._
Bahkan lebih jauh lagi,
_Kelompok ini sudah menyusup masuk ke institusi *Militer!!*_
Selain itu, anggota dan simpatisan HTI harus saling mendukung dalam karir dan pendidikan.
_Berikan beasiswa ke sesama anggota dan simpatisan HTI_
12. Salah satu strstegi penting HTI lainnya adalah _membanjiri konten-konten internet_ dan _media sosial dengan buatan dan narasi mereka._
Bagi HTI, _yang penting adalah *jumlah,* bukan kualitas._
Mengapa jumlah penting!?
_Di era googling dan Youtube, konten bagus *bisa ditutup* konten yang populer._ HTI punya pasukan khusus untuk menguasai kata kunci di Google dan Youtube.
_Di era internet dan media sosial, *konten adalah kunci!*_
13. Perjuangan anggota dan simpatisan HTI *tak akan berakhir di tahun 2019 ini*. Gerakan dan provokasi mereka akan terus berlanjut ke depan, _dari pemilu ke pemilu, dari pilkada ke pilkada, dan akan semakin besar._
14. *Gerakan khilafah akan berkolaborasi dan menunggangi siapa saja*, di setiap jenis pemilihan (sejak pemilihan RT dan ketua kelas), agar bisa terus menerus mengkonsolidasi pasukan loyalis. Tujuan mereka bukan semata kemenangan, _tetapi konsolidasi dan delegitimasi Pemilihan Langsung dan Demokrasi Langsung._
Sahabat-sahabat, tengoklah di sekitar anda.
_Apakah argumen dan strategi HTI di atas dapat tercium di sekitar Anda?!_
Sabtu, 20 April 2019
PRABOWO SUBIYANTO TIDAK MAU MENJAWAB JURNALIS ASING BAGAIMANA KALAU KPU MEMGUMUMKAN KEMENANGAN UNTUK JOKOWIDODO APA PENDAPAT ANDA
Jawaban Konyol Prabowo Dari Pertanyaan Jurnalis Asing Buktikan Prabowo Tak Siap Kalah
Xhardy . 3 hours ago . 4 min read . 0

Ternyata menerima kekalahan tidak ada dalam kamus Prabowo Subianto. Setelah hasil quick count dirilis, Prabowo mengatakan berbagai alasan mulai dari kecurangan masif, lembaga survei abal-abal disuruh pindah ke Antartika, tapi hanya percaya dengan survei sendiri yang memenangkannya dengan cara yang aneh. Intinya jelas, Prabowo tidak mau mengaku kalah. Bukan malu, tapi memang tidak mau, mungkin dikarenakan sudah terlanjur bernafsu meraih kekuasaan setelah 10 tahun menahan hasrat tersebut.
Satu pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak kita adalah, bagaimana kalau seandainya hasil resmi KPU tidak beda dengan hasil quick count yang memenangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin?
Prabowo sempat mendapat pertanyaan tajam dari jurnalis asing, mengenai apa yang bakal dilakukan dirinya kalau KPU justru mengumumkan sang rival, Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Hal tersebut diungkapkan seorang jurnalis asing ketika Prabowo saja menyudahi pidato deklarasi klaim kemenangannya dalam Pilpres 2019.
Pidato tersebut diucapkan Prabowo di depan kediamannya, Jalan Kertanegara.
"If it’s officially announced what do you plan to do next (Kalau KPU secara resmi mengumumkan Jokowi-Maruf pemenang pemilu, apa yang akan anda lakukan ke depan)?” tanya si jurnalis.
Mendapat pertanyaan tersebut, Prabowo yang baru mendeklarasikan kemenangan dirinya tak menjawab. Prabowo balik bertanya, pengumuman apa yang dimaksud. Dia lantas mempertanyakan, apakah jurnalis asing itu bisa bahasa Indonesia.
"What announcement? Do you speak Indonesian?” Prabowo meminta jurnalis asing itu lebih dulu belajar bahasa Indonesia dan mempelajari situasi yang sebenarnya terjadi.
“Do you know what really happened? Then (learn Bahasa) Indonesian first,” katanya. Prabowo kemudian langsung menyudahi sesi wawancara dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Kenapa minta jurnalis asing berbahasa Indonesia? Apakah Prabowo tidak paham Bahasa Inggris? Atau dia tidak tahu ada media Jakarta Post ya?
Dari jawabnnya saja sudah terlihat jelas kalau Prabowo enggan menjawab, yang artinya dia tidak mau menerima kekalahan. Tak ada opsi lagi untuk mundur. Kalau tidak, ngapain dia bertindak gila dengan mendeklarasikan kemenangan dengan terburu-buru dan gegabah? Justru karena tidak mau kalah, makanya dia nekat.
Nekat mendeklarasikan dirinya menang padahal hasil quick count berkata sebaliknya.
Nekat mengaku dirinya menang meski hasil KPU resmi belum final.
Nekat mengatakan lembaga survei tidak netral dan abal-abal, padahal kalau nanti hasilnya tepat, Prabowo dan gerombolan stresnya bisa dilaporkan balik karena melakukan pembohongan.
Nekat mendeklarasikan kemenangan hingga tiga kali, dengan raihan suara yang spektakuler mencapai 62 persen.
Nekat sujud syukur untuk kedua kalinya, padahal keledai pun tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
"Saya Prabowo Subianto menyatakan, bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan sebagai kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden RI tahun 2019-2024. Itu berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan real count yang telah direkapitulasi," kata Prabowo. Dia mengungkapkan deklarasi tersebut dipercepat, karena telah mendapat sejumlah bukti kecurangan-kecurangan di daerah.
Pemain yang bertanding tapi tidak siap kalah yang sangat bikin pusing kepala. Mau menang saja tapi tidak mau terima kekalahan. Bagusnya bertanding sendiri saja, menang sendiri, tidak kalah, dan juara sendiri, puas kan?
Prabowo entah sadar atau tidak dengan ekspresi Sandiaga saat menemani deklarasi kemenangan, belum lagi instruksi SBY yang meminta kader untuk berbuat melenceng dari konstitusi. Belum lagi partai lain yang seolah menarik diri dari kegilaan ini.
Apa susahnya menunggu hasil KPU? Dari dulu asik teriak curang curang curang. Bagaimana kalau nanti, misalnya saja KPU memenangkan Prabowo? Apakah dia akan melunak dan senyum lalu mengakui kemenangan itu? KPU yang selama ini dipojokkan?
Ini mirip dengan Pilkada DKI Jakarta di mana lembaga survei merilis hasil quick count yang memenangkan Anies-Sandiaga, Prabowo tidak protes. Tidak ada tudingan KPUD curang. Tidak ada sindiran lembaga survei abal-abal.
Tindakan Prabowo ini sebenarnya mencoreng citra dirinya yang sudah buruk beberapa waktu lalu sejak kampanye. Dulu sering bikin blunder. Sekarang Bikin kekonyolan yang luar biasa. Ciri-ciri orang yang tidak negarawan. Tak bisa terima kekalahan.
Tak bisa sabar tunggu hasil KPU.
Bagaimana menurut Anda?
IPW curiga PS tengah siapkan strategi busuk pasca pilpres
IPW Curiga Prabowo Subianto Tengah Siapkan Kerusuhan Pasca Pemilu 2019, Ini Penjelasannya
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan bahwa pihaknya menanggapi secara serius pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai Indonesia yang akan punah jika beliau kalah di Pemilu 2019, dimana pernyataan mantan Danjen Kopassus tersebut patut dicurigai sebagai salah satu bentuk provokasi agar masyarakat melakukan kerusuhan dalam Pemilu 2019
“Patut dicurigai bahwa jangan-jangan Prabowo ini sudah mempersiapkan kalau dia (Prabowo) kalah di Pilpres 2019 akan terjadi kekacauan, yang ujung-unjungnya terjadi perang saudara,” ujar Neta S Panedalam acara diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk “Indonesia Pasca Pemilu, Prabowo Kalah, Indonesia Punah“, sebagaimana dilansir beritasatu.com(21/12/2018)
Jawaban dari Ahli Hukum Tatanegara Reply Harun
*Ini jawaban ahlinya ahli, intinya inti, core of the core Tata Negara*
Tulisan "Restu Bumi" yang mendelegitimasi Pilpres 2019 ini sudah dibantah singkat oleh Refly Harun dan Yusril Ihza Mahendra yang pakar Hukum Tata Negara.
================
"Kalau jumlah pasangannya cuma dua, tidak dibutuhkan syarat persentase dan persebaran suara. Siapa yang mendapatkan suara yang terbanyak, dia yang menjadi calon terpilih. Putusan MK 3 Juli 2014." (Refly Harun)
https://twitter.com/ReflyHZ/status/1119434882013224960
"Jika pasangan sejak awal memang hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak," (Yusril Ihza Mahendra)
Yusril menanggapi soal beredar pernyataan bahwa paslon yang di Pilpres 2019 harus syarat dalam Pasal 6A ayat (3) UUD 1945. Pasal tersebut menyatakan Pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.
Yusril mengatakan ketentuan tersebut berlaku jika paslon yang bertarung dalam Pilpres lebih dari dua paslon. Menurut dia, jika lebih dari dua paslon, yang dinyatakan menang harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen suara dalam Pemilu, dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
"Maka jika belum ada salah satu pasangan yang memperoleh suara seperti ketentuan di atas, maka pasangan tersebut belum otomatis menang. Maka ada putaran kedua. Pada putaran kedua, ketentuan di atas tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah yang mendapat suara terbanyak. Begitu juga jika pasangan sejak awal memang hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak," pungkas Yusril.
https://www.beritasatu.com/nasional/549817-pilpres-2019-yusril-penentuan-pemenang-berdasarkan-suara-terbanyak.html
=======================
Nasehat saya, janganlah menjadi bagian dari "Death of Expertise", yang mengambil sumber berita tidak jelas asalnya. Utamakan mengambil sumber dari orang yang memiliki kepakaran dalam bidangnya.
#HasutMerusakAmal
Tulisan "Restu Bumi" yang mendelegitimasi Pilpres 2019 ini sudah dibantah singkat oleh Refly Harun dan Yusril Ihza Mahendra yang pakar Hukum Tata Negara.
================
"Kalau jumlah pasangannya cuma dua, tidak dibutuhkan syarat persentase dan persebaran suara. Siapa yang mendapatkan suara yang terbanyak, dia yang menjadi calon terpilih. Putusan MK 3 Juli 2014." (Refly Harun)
https://twitter.com/ReflyHZ/status/1119434882013224960
"Jika pasangan sejak awal memang hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak," (Yusril Ihza Mahendra)
Yusril menanggapi soal beredar pernyataan bahwa paslon yang di Pilpres 2019 harus syarat dalam Pasal 6A ayat (3) UUD 1945. Pasal tersebut menyatakan Pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.
Yusril mengatakan ketentuan tersebut berlaku jika paslon yang bertarung dalam Pilpres lebih dari dua paslon. Menurut dia, jika lebih dari dua paslon, yang dinyatakan menang harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen suara dalam Pemilu, dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
"Maka jika belum ada salah satu pasangan yang memperoleh suara seperti ketentuan di atas, maka pasangan tersebut belum otomatis menang. Maka ada putaran kedua. Pada putaran kedua, ketentuan di atas tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah yang mendapat suara terbanyak. Begitu juga jika pasangan sejak awal memang hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak," pungkas Yusril.
https://www.beritasatu.com/nasional/549817-pilpres-2019-yusril-penentuan-pemenang-berdasarkan-suara-terbanyak.html
=======================
Nasehat saya, janganlah menjadi bagian dari "Death of Expertise", yang mengambil sumber berita tidak jelas asalnya. Utamakan mengambil sumber dari orang yang memiliki kepakaran dalam bidangnya.
#HasutMerusakAmal
Kelompok radikal yang berada di situ
*Kelompok Radikal di Balik Ngototnya Prabowo*
Oleh Nikki Tirta
"... Pada akhirnya, Prabowo hanyalah sebuah alat di mata mereka yang memerlukannya. Baik oleh partai-partai pendukungnya, baik oleh para penyedia finansial di belakangnya, baik oleh kelompok radikal yang sekarang sedang ketakutan bersamanya.
Dalam hal ini, Prabowo memang kasihan.
Akhir kata dari saya bagi para pembaca. Tanpa dukungan politik dan finansial, akhirnya ancaman Prabowo hanya akan menjadi ancaman yang kosong. Kelompok radikal yang ada di belakangnya itu sesungguhnya sudah tak bergigi.
Mereka selama ini bisa terlihat “besar” karena, dan hanya karena, ada orang-orang yang menyediakan logistik dan perlindungan politik bagi mereka. Kita bukan orang bodoh. Kita paham bahwa untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar, logistik dan perlindungan politik adalah sebuah keniscayaan.
Kini, para penyedia logistik dan perlindungan politik itu sudah menyingkir. Masing-masing telah puas dengan apa yang mereka dapat. Mereka sedang duduk tersenyum sumringah, memeluk rapat-rapat kantong yang mereka bawa; sambil sesekali mendelik tajam, memerhatikan kalau-kalau ada yang mau merebutnya dari tangan mereka. Sedangkan bagaimana dengan nasib Prabowo? “Hah? Siapa dia?”, tanya mereka seolah-olah lupa."
Nikki Tirta
https://seword.com/politik/kelompok-radikal-di-balik-ngototnya-prabowo-nhuFlFOBh
Oleh Nikki Tirta
"... Pada akhirnya, Prabowo hanyalah sebuah alat di mata mereka yang memerlukannya. Baik oleh partai-partai pendukungnya, baik oleh para penyedia finansial di belakangnya, baik oleh kelompok radikal yang sekarang sedang ketakutan bersamanya.
Dalam hal ini, Prabowo memang kasihan.
Akhir kata dari saya bagi para pembaca. Tanpa dukungan politik dan finansial, akhirnya ancaman Prabowo hanya akan menjadi ancaman yang kosong. Kelompok radikal yang ada di belakangnya itu sesungguhnya sudah tak bergigi.
Mereka selama ini bisa terlihat “besar” karena, dan hanya karena, ada orang-orang yang menyediakan logistik dan perlindungan politik bagi mereka. Kita bukan orang bodoh. Kita paham bahwa untuk mengumpulkan massa dalam jumlah besar, logistik dan perlindungan politik adalah sebuah keniscayaan.
Kini, para penyedia logistik dan perlindungan politik itu sudah menyingkir. Masing-masing telah puas dengan apa yang mereka dapat. Mereka sedang duduk tersenyum sumringah, memeluk rapat-rapat kantong yang mereka bawa; sambil sesekali mendelik tajam, memerhatikan kalau-kalau ada yang mau merebutnya dari tangan mereka. Sedangkan bagaimana dengan nasib Prabowo? “Hah? Siapa dia?”, tanya mereka seolah-olah lupa."
Nikki Tirta
https://seword.com/politik/kelompok-radikal-di-balik-ngototnya-prabowo-nhuFlFOBh
PERDEBATAN HASIL QUICK COUNT OLEH KUBU 02 HANYA ALASAN UNTUK MELAKUKAN KEKACAUAN STABILITAS NKRI
PERDEBATAN HASIL QUICK COUNT
Ada sembilan qouick count yang di tayangkan oleh media media TV Nasional menunjukan hasil kemenangan pasangan capres dan cawapres no 01 di tayangkan oleh media media nasional secara bersamaan .Media konfensional TV merasa yakin bahwa lembaga surve itu independen dan mempunyai kepercayaan publik yang tinggi sekali.
Kepercayaan publik akhirnya di robek oleh calon presiden no 02 dengan membantah dengan asumsi yang dia bangun sendiri dengan menceritakan hasil survenya dia sendirilah yang benar.Asumsi dan kepercayaan dia itupon dia barengi dengan mengklaim kemenangan sendiri di depan pengikutnya bahkan cenderung memaksakan kehendaknya supaya KPU menyetujui hasil surve 02 itu benar.
Perdebatan akhirnya dimulai dari pernyataan dan klaim sepihak 02 itu.Akhademisi yang kridibel pon menyarankan supaya 02 membuka hasil survenya di adu dengan surve yang lainnya.
Himpunan surve indonesia hari inu pon meminta dan mengundang kubu 02 untuk membuka bersama sama metodologi surve mereka di jakarta.Tapi kubu 02 tidak ada yang berani menjawab tantangan itu semua.Mereka cenderung bermimpi terus dengan asumsi asumsi kemenangan nya.
Sudah 3 x ini capres 02 bersujud syukur untuk mengumumkan kemenangan nya.Pengumuman itupon justru menjadi olok olokan masyarakat banyak bahkan partai partai pengusungnga satu demi satu menjauhi kubu 02.
Mantan Presiden ke 6 bapak SBY memerintahkan pada seluruh kader dan pengurus partai untuk keluar dari BPN 02 dan kembali ke Partai.Bapak SBY mencurigai ada gerakan 02 yang cenderung inkonstitusional.Bapak SbY tidak mungkin memerintahkan kadernya balek kandang kalau tidak mempunyai alat bukti yang kuwat bahwa ada gerakan yang membahayakan NKRI ini.
TNI Polri cepat dan cerdas menyikapi keadaan ini dengan mengadakan gelar pasukan besar besaran di silang monas.TNI dan Polri yang bersatu menjaga NKRI ini mendapat dukungan 100% rakyat indonesia untuk melibas siapa saja yang mau memecahbelah NKRI ini.Tindakan tegas pasti akan dilakukan oleh TNi dan Polri.
Bagi pendukung Jokowidodo berharap supaya kelompok radikal dan pengacau keamanan di berantas sampai ke akhar akharnya oleh TNI dan Polri.Harapan ini sangar wajar sekali karena mereka selalu membuat propokasi ke masyarakat umum dengan dalil pembenar dia sendiri.
Saran saya pada masyarakat luas jangan ikut ikutan melakukan tindakan di luar kinstitusi supaya anda selamat dan tenang hidupnya.Bila kelompok kelompok yang radikal masih melanjutkan rancangan untuk mengacau keamanan maka silahkan anda berhadapan dengan benteng Negara Indonesia.
Salam waras
Ada sembilan qouick count yang di tayangkan oleh media media TV Nasional menunjukan hasil kemenangan pasangan capres dan cawapres no 01 di tayangkan oleh media media nasional secara bersamaan .Media konfensional TV merasa yakin bahwa lembaga surve itu independen dan mempunyai kepercayaan publik yang tinggi sekali.
Kepercayaan publik akhirnya di robek oleh calon presiden no 02 dengan membantah dengan asumsi yang dia bangun sendiri dengan menceritakan hasil survenya dia sendirilah yang benar.Asumsi dan kepercayaan dia itupon dia barengi dengan mengklaim kemenangan sendiri di depan pengikutnya bahkan cenderung memaksakan kehendaknya supaya KPU menyetujui hasil surve 02 itu benar.
Perdebatan akhirnya dimulai dari pernyataan dan klaim sepihak 02 itu.Akhademisi yang kridibel pon menyarankan supaya 02 membuka hasil survenya di adu dengan surve yang lainnya.
Himpunan surve indonesia hari inu pon meminta dan mengundang kubu 02 untuk membuka bersama sama metodologi surve mereka di jakarta.Tapi kubu 02 tidak ada yang berani menjawab tantangan itu semua.Mereka cenderung bermimpi terus dengan asumsi asumsi kemenangan nya.
Sudah 3 x ini capres 02 bersujud syukur untuk mengumumkan kemenangan nya.Pengumuman itupon justru menjadi olok olokan masyarakat banyak bahkan partai partai pengusungnga satu demi satu menjauhi kubu 02.
Mantan Presiden ke 6 bapak SBY memerintahkan pada seluruh kader dan pengurus partai untuk keluar dari BPN 02 dan kembali ke Partai.Bapak SBY mencurigai ada gerakan 02 yang cenderung inkonstitusional.Bapak SbY tidak mungkin memerintahkan kadernya balek kandang kalau tidak mempunyai alat bukti yang kuwat bahwa ada gerakan yang membahayakan NKRI ini.
TNI Polri cepat dan cerdas menyikapi keadaan ini dengan mengadakan gelar pasukan besar besaran di silang monas.TNI dan Polri yang bersatu menjaga NKRI ini mendapat dukungan 100% rakyat indonesia untuk melibas siapa saja yang mau memecahbelah NKRI ini.Tindakan tegas pasti akan dilakukan oleh TNi dan Polri.
Bagi pendukung Jokowidodo berharap supaya kelompok radikal dan pengacau keamanan di berantas sampai ke akhar akharnya oleh TNI dan Polri.Harapan ini sangar wajar sekali karena mereka selalu membuat propokasi ke masyarakat umum dengan dalil pembenar dia sendiri.
Saran saya pada masyarakat luas jangan ikut ikutan melakukan tindakan di luar kinstitusi supaya anda selamat dan tenang hidupnya.Bila kelompok kelompok yang radikal masih melanjutkan rancangan untuk mengacau keamanan maka silahkan anda berhadapan dengan benteng Negara Indonesia.
Salam waras
Langganan:
Postingan (Atom)

